Jumat, 1 September 2017

E. coli (APEC), Perlukah Vaksin?

Penyakit ayam multi-factorial yang melibatkan kuman Escherichia coli, atau yang sering di sebut “Coli” oleh peternak, praktisi perunggasan bahkan pedagang ayam, merupakan penyakit yang tidak asing lagi. Kasusnya sering terjadi serta menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. APEC digolongkan menjadi serogroup yaitu O1, O2, O5, O18 dan O78, (Timothy J. Johnson et al. Foodborne Pathog Dis. 2009 Jul; 6(6): 657–667).

 

Temuan di lapangan, kasus ini ditandai dengan adanya deplesi dengan beberapa ayam mengalami oophoritis (radang kuning telur) dan yolk sac peritonitis. Berikut ini contoh deplesi dari sampling beberapa periode dibandingkan dengan deplesi standar:

 

ND dan IB: Kasus virus ND dan IB dengan tantangan E. coli dilapangan yang tinggi akan menyebabkan deplesi ikut meningkat.

 

Femoral Head Necrose (FHN): Kejadian berulang FHN (Femoral Head Necrose) di ayam grower, salah satunya disebabkan oleh tan­tangan bakteri, dengan ikutan bakteri E. coli.

 

Kasus yolk peritonitis: Adanya yolk peritonitis di ayam produksi memberikan kontribusi terhadap deplesi yang terjadi.

 

Mengacu dari uraian di atas, yaitu deplesi serta perubahan pembedahan, diketahui juga kajian uji serologi dapat dipakai untuk menjelaskan :

1.      Perlukah program vaksin E. coli?

2.      Umur berapa vaksinasi E. coli dilakukan?

 

Tujuan yang akan di dapat dari analisa serologi adalah untuk mengetahui; Titer E. coli dari lapangan, seberapa tinggi titer dari lapangan, kapan terjadi titer tinggi, inisial infeksi E. coli yang berpotensi menjadi masalah, menentukan vaksinasi, dan menentukan booster vaksinasi.

 

Sample dikirim diuji dengan metode tes IHA menggunakan antigen yaitu Antigen O1:K1; Antigen O2:K1; Antigen O78:K80; yang dilakukan di R&D PT Vaksindo Satwa Nusantara, Bogor.

 

Berikut ini adalah hasil tes IHA pada Antigen O1;K1 untuk flock umur 11, 28, 43, 62, 80, dan 95 minggu dengan masing-masing GMT 4.93, 7.33, 5.57, 5.67, 6.63, dan 6.40. Untuk Antigen O2;K1 GMT masing-masing adalah 4.50, 71.11, 4.83, 5.56, 6.09, serta 5.00. Sedangkan untuk Antigen O78;K80 adalah 4.67, 7.14, 5.806.14, 6.40, dan 6.20 seperti pada tabel berikut;

 

Bahwa data yang dihasilkan untuk semua antigen yang terdapat pada APEC menunjukkan titer antara 4-7 walaupun ayam tidak divaksin E. coli (terpapar dari lapangan).

 

Berdasarkan, hasil yang didapat bahwa pada umur grower sudah terjadi titer dari challenge lapangan di umur tersebut, indikasi bahwa saat ayam ada di kandang sudah terpapar bakteri pada umur sebelumnya.

 

Titer tertinggi pada hasil tersebut ada di umur 28 minggu (puncak) sebesar 7 atau naik 3 (log2) untuk semua antigen, kemudian akan turun saat setelah puncak yaitu 4-5 (log2) kemudian naik lagi saat umur ayam di atas 80 minggu.

 

Adanya paparan E. coli terjadi pada saat grower, titer yang tinggi E. coli terjadi di umur puncak produksi 28 minggu, hal ini senada juga dengan deplesi mingguan yang terjadi, tertinggi terjadi di umur puncak produksi, kemudian menurun dan cenderung diatas standar.

 

Untuk mengurangi gangguan produksi, dan menurunkan angka deplesi yang disebabkan E. coli di puncak produksi dapat dilakukan vaksinasi. Dalam rangka mendapatkan titer yang maksimal program vaksinasi 2 kali vaksin E. coli dalam sediaan Allumunium Hydroxy sebelum puncak produksi.

 

Program vaksinasi dalam kasus di atas untuk memperoleh hasil kekebalan yang maksimal dilakukan vaksinasi E. coli pertama 15 minggu & kedua 20 minggu.

 

Bagaimana dengan farm Anda? lTROBOS/Adv

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain