Kamis, 21 Maret 2019

Petani & Peternak Tuntut Keberlangsungan Usaha

Petani & Peternak Tuntut Keberlangsungan Usaha

Foto: 


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Rembuk Petani Peternak Indonesia digelar di Jakarta (21/3). Kegiatan yang bertema "Daulat Kami, Daulat Negeri, Sejahtera Kami, Sejahtera Negeri" ini diikuti oleh petani dan peternak dari berbagai daerah di Indonesia. Turut hadir dalam acara ini dari pihak pemerintah yang wakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita dan jajarannya. 
 
 
Secara bergantian petani dan peternak berorasi menyampaikan berbagai pendapat dan keluhannya selama ini sebagai pelaku usaha mandiri skala UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). 
 
 
Jenny Sulistiani, peternak layer (ayam petelur) dari Lampung dalam orasinya mengeluhkan kondisi perunggasan yang terjadi saat ini. Regulasi yang sudah dibuat pemerintah dalam pelaksanaannya belum menunjukkan hasil yang optimal. 
 
 
Yesi Yuni dari Blitar Jawa Timur mengeluhkan kondisi yang dialaminya sebagai peternak layer skala kecil. Ia menuntut pemerintah hadir ketika harga telur ditingkat peternak dalam kondisi anjlok di bawah HPP (Harga Pokok Produksi) dan harga acuan yang dibuat pemerintah. Pemerintah jangan hanya hadir ketika harga telur tinggi dengan cara melakukan operasi pasar yang aktivitas itu juga berimbas terhadap anjloknya harga telur ditingkat peternak di Blitar. 
 
 
Sugeng Wahyudi, peternak broiler (ayam pedaging) di Bogor Jawa Barat mengeluhkan harga ayam hidup ditingkat peternak per hari ini Rp 14.000 per kg, sementara HPP ditingkat peternak tetap tinggi. "Penyampaian keluhannya ini tidak berkaitan dengan situasi politik menjelang Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019 karena murni merupakan kondisi yang sebenarnya dialami peternak saat ini," tegasnya. 
 
 
Sugeng menuntut, untuk memperbaiki kondisi peternak saat ini diperlukan langkah nyata dari pemerintah. Hal yang mendesak yang menjadi tuntutan peternak adalah turunnya harga DOC (ayam umur sehari) dan pakan yang bisa membantu memperbaiki HPP ditingkat peternak. 
 
 
Hartono, peternak dari Bogor mengungkapkan dalam 6-7 bulan terakhir peternak unggas dalam kondisi terpuruk. Harga jatuh di bawah HPP. Ia pun mempertanyakan kepemilikan farm-farm  baru yang muncul diberbagai daerah. "Momen ini untuk mencari jalan keluar karena hak kita untuk tetap hidup sebagai peternak," tandasnya. 
 
 
Parjuni, peternak broiler dari Solo Jawa Tengah menyatakan hari ini harga ayam hidup berada jauh di bawah HPP. Kalau harga ayam Rp 14.000 sampai bulan April sama saja dengan membunuh peternak kecil.
 
 
Parjuni menyatakan, bagi peternak kecil jika harga ayam hidup di atas HPP masalah selesai. "Kita tahu sapronak mahal sehingga perlu diberi solusi untuk peternak kecil ini," pintanya. 
 
 
Musbar, Presiden Forum PLN (Peternak Layer Nasional) meminta pemerintah mengelola industri perunggasan dengan infrastruktur yang tepat serta perlu kehadiran pemerintah secara utuh. "Kami akan mengusulkan industri perunggasan ini masuk ke dalam Daftar Negatif Investasi," tandasnya. Ia mengusulkan juga harus ada lembaga yang kredibel dari pemerintah seperti Bulog yang bisa menyerap jagung untuk kebutuhan peternak layer rakyat. 
 
 
Dean Novel, petani jagung di daerah Nusa Tenggara Barat mempertanyakan kualitas benih jagung gratis yang dibagikan pemerintah. Ia menyarankan pemerintah mengganti benih jagung gratis dengan benih jagung berkualitas yang ada di pasaran. Mengganti benih jagung gratis menjadi bantuan tunai untuk petani agar bisa memilih saprodi untuk ditanam. CPCL jagung ditambah 1 kolom berisi koordinat lahan, bantuan pasca panen skala kecil agar disudahi, pemerintah diharapkan membangun silo sebanyak-banyaknya di sentra pertanian jagung. 
 
 
Dean pun meminta dibantu dibuatkan sumur dan embung-embung di lahan kering. Juga meminta ketersediaan pupuk utama urea dan NPK harus ada satu bulan sebelum musim tanam. 
 
 
Ketut dalam sambutannya meminta petani dan peternak menyampaikan permasalahan yang sebenarnya dan pemerintah akan membantu memecahkannya. "Berdebat boleh tapi harus mengerti permasalahan, menggunakan akal pikiran, dan di jalan yang benar. Kalau mau mereview berbagai kebijakan silahkan tapi jangan untuk kepentingan kelompok tetapi untuk kepentingan bangsa ini," tekannya. TROBOS/yopi

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain