Senin, 1 April 2019

Peternak Millenial Menggunakan NEWLINE

Peternak Millenial Menggunakan NEWLINE

Foto: 


Dengan menggunakan closed house NEWLINE dari Sinar Mustika Raya, tidak hanya manfaat produk yang diperoleh tetapi puas dengan pelayanan yang diberikan
 
 
 
Di zaman yang serba modern, penggunaan teknologi sudah tak bisa dipisahkan lagi dari kehidupan saat ini. Tidak terkecuali bagi sektor peternakan. Teknologi yang kian maju tentunya tidak ingin dilewatkan oleh generasi millenial yang satu ini yaitu Sandy Pranata. 
 
 
Sebagai seseorang business man di bidang F&B (Food and Baverage), sektor peternakan bukanlah bidikan utamanya. Namun, saran yang diberikan oleh orang tua membuatnya penasaran. Dan kemudian, ia pun mempelajari sedikit demi sedikit mengenai seluk beluk bisnis peternakan. 
 
 
 
Sistem Closed House NEWLINE
Singkat cerita, ia menemui salah satu vendor yang tepat, yakni salah seorang tim dari PT Sinar Mustika Raya. Sandy pun disarankan untuk memulai bisnisnya dengan konsep pemeliharaan broiler (ayam pedaging) pada closed house (kandang tertutup). Akhirnya, pria kelahiran 1984 ini pun memutuskan untuk membuat peternakan broiler di tanah kelahirannya, Indramayu. 
 
 
Sandy memilih salah satu peralatan closed house dari Sinar Mustika Raya yakni NEWLINE. Produk ini dinilai Sandy sangat menguntungkan. “Dari segi kualitas dan material dari NEWLINE cukup bagus serta jika dilihat dari segi harga tidak terlalu mahal,” jelasnya. 
 
 
Menurut Sandy, penggunaan sistem closed house seperti NEWLINE memberikan efek yang sangat signifikan bagi  ayamnya seperti bisa mendapatkan Index Performance (IP) ayam yang cukup besar. “Rata-rata IP yang didapatkan diatas 400,  selain itu nilai FCR (Feed Conversion Ratio) yang diperoleh pun cukup baik,” terangnya.
 
 
Ia memaparkan, pemeliharaan ayam sistem closed house lebih efisien dibandingkan open house (kandang terbuka). Dengan sistem kandang terbuka populasi ayam hanya sebanyak 8 ekor/m2, sedangkan sistem kandang tertutup layaknya NEWLINE mampu mencapai 15 - 16 ekor/m2. Tingkat kematian juga cukup jauh berbeda, kandang terbuka mencapai 10 %, sedangkan kandang tertutup tidak lebih dari 2 %. Selain itu, sistem open house memungkinkan ayam berada pada suhu yang ekstrem, sehingga dapat memicu stress.  “Ketika ayam stress, pakan yang dimakan pun menjadi lebih sedikit, bobot badan menjadi menurun, resiko terjangkit penyakit pun menjadi lebih mudah,” katanya.  
 
 
Sandy merasa sangat puas menggunakan closed house NEWLINE dari Sinar Mustika Raya. Tidak hanya manfaat produk yang diperoleh, tetapi ia pun puas dengan pelayanan yang diberikan. “Apabila terdapat kerusakan ataupun keluhan, pihak Sinar Mustika Raya memberikan pelayanan yang sangat cepat. Seperti salah satu semboyan yang dimiliki yakni memberikan full service 1x24jam, yang berarti kapanpun mereka siap melayani pelanggan,” terang Sandy.
 
 
 
Keuntungan Melimpah
Sandy membangun 2 kandang ayam pedaging dalam satu wilayah. Tiap kandang diisi dengan kapasitas 40.000 ekor. Dua tahun berjalan, ia pun memutuskan untuk membuat kandang di wilayah yang ke-2. Kini, peternak muda satu ini telah memiliki 160 ribu ekor ayam. Rencananya dalam waktu dekat ini, Sandy akan membuat kandang lagi untuk wilayah yang ke-3. “Targetnya ingin membangun 1 kandang closed house setiap tahun,” cetusnya.
 
 
Ia menilai bisnis peternakan ayam pedaging memiliki prospek yang sangat baik. Kuncinya adalah peternakan dikelola secara benar, baik dari segi manajemen, perhitungan, maupun pemilihan partner bisnis yang tepat.”Jika sudah ditekuni secara serius, keuntungan yang akan di dapatpun melimpah,” pungkasnya.TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain