Rabu, 1 Mei 2019

Manajemen Reproduksi & Pakan Sapi Perah

Manajemen Reproduksi & Pakan Sapi Perah

Foto: ramdan


Dengan memperhatikan manajemen reproduksi dan pakan, kesejahteraan peternak sapi perah dapat meningkat, karena seiring dengan pertambahan produksi dan kualitas susu
 
 
 
Kualitas dan kuantitas susu merupakan salah satu komponen utama untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dalam peternakan sapi perah. Namun, untuk memperoleh kuantitas dan kualitas susu yang optimal masih menjadi permasalahan di peternak sapi perah, terutama peternakan skala rakyat. 
 
 
Seperti yang diutarakan oleh Garrett McDonald Agricultural Attache U.S Department  Of Agriculture/Foreign Agricultural Service (USDA FAS) bahwa selama ini pihaknya bertemu dengan pelaku industri susu tanah air dan Kementerian Pertanian bahwa permasalahan peternak sapi perah rakyat di Indonesia adalah kualitas dan kuantitas susu. “Maka itu, kami adakan kegiatan terkait permasalahan tersebut melalui manajemen pakan dan reproduksi. Kegiatan yang bertujuan untuk membantu peternak sapi perah Indonesia agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas susunya,sehingga mendapatkan pendapatan yang optimal,” jelasnya dalam sambutan diseminar yang digelar oleh GKSI (Gabungan Koperasi Susu Indonesia) Jawa Timur yang bekerjasama dengan U.S Department  Of Agriculture/Foreign Agricultural Service (USDA FAS) di Hotel Santika Malang, Jawa Timur (9/4).
 
 
Diakui Purwo Budi Setiawan, Pengawas GKSI Jawa Timur bahwa manajemen reproduksi dan manajemen pakan sangat penting untuk peternak sapi perah. Manajemen pakan yang baik seperti segi nutrisi dan protein sangat diperhatikan agar kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan meningkat. “Dengan mengikuti kegiatan ini kesejahteraan sebagai peternak dapat meningkat. Selain itu,untuk perwakilan KUD  dengan mengikuti kegiatan ini mendapatkan saran untuk kemajuan KUD yang berdampak meningkatnya kesejahteraan anggota koperasi,” paparnya.
 
 
 
Manajemen Reproduksi
Deddy Fachrudin Kurniawan CEO Dairy Pro menuturkan No calf, no milk, no money. Artinya, dalam usaha peternakan sapi perah, bila sapi tidak melahirkan pedet maka sapi tidak akan produksi susu, dan karena tak ada susu maka ujungnya tak ada keuntungan buat peternak. “Dari sekian banyak faktor, yang terbesar penentu untung atau rugi adalah Calving Interval (CI) atau jarak beranak,” tegasnya.
 
 
Ia menuturkan bahwa sekarang banyak peternak sapi perah tidak fokus di CI, supaya dapat untung kadang – kadang peternak memaksa ternaknya dengan diberikan konsentrat sebanyak – banyaknya akibatnya asidosis. Atau peternak berusaha mendapatkan keuntungan dengan melakukan IB (Inseminasi Buatan) menggunakan semen sapi potong agar harga jualnya lebih tinggi. 
 
 
Di Dairy Pro, ada namanya kontrak 100 hari. Jadi, ia menargetkan bahwa sapi sejak melahirkan sampai 100 hari maksimal, wajib bunting. Untuk mencapai kondisi tersebut, harus mempunyai beberapa SOP (Standar Operasional Prosedur) diantaranya kering kandang, transisi dalam rangka untuk menghasilkan kelahiran normal (biasanya persiapan 2 – 3 minggu menjelang melahirkan), fresh drenching, fresh check, metrichecking dan inseminasi buatan.
 
 
Untuk kering kandang sampai melahirkan ia sarankan perkembangan bobot badannya jangan terlalu ekstrim. Tidak boleh teralu gemuk nanti akan bermasalah, karena perkembangan sapi akan berpengaruh terhadap kolostrum. “Kenapa sapi tidak boleh terlalu gemuk menjelang melahirkan, karena akan mengalami fatty liver syndrome yang akan membuat kegagalan tubuh dalam memobilisasi energi dan kalsium. Jadi ada kejadian sapi gemuk tetapi menjelang melahirkan ambruk. Biasanya akibat kering kandang yang ekstrim,” jelasnya.
 
 
Prosedur kering kandang pastikan harus sama prosesnya,kalau dua kali sehari proses pemerahan lakukan tetap dua kali saja yang berfungsi untuk menguras. Lalu mengurangi energi dengan menurunkan pakan konsentrat agar level energinya turun menjelang melahirkan. Setelah itu memberikan antibiotik.
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 236/Mei 2019
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain