Rabu, 1 Mei 2019

JAPFA Hibahkan Research Farm untuk Ulang Tahun Emas UGM

JAPFA Hibahkan Research Farm untuk Ulang Tahun Emas UGM

Foto: 
Penyerahan dokumen research farm

Research Farm Closed House dapat menjadi penunjang penelitian dan pengembangan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 untuk meneliti broiler (ayam pedaging) dari aspek teknologi, nutrisi, pakan, air minum, vaksinasi, hingga aspek bisnis dan SDM.
 
 
 
Jelang ulang tahun emas (50 tahun) Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, JAPFA menyerahkan satu unit Research Farm Closed House berstandar internasional. Hibah yang diberikan melalui PT Ciomas Adisatwa - anak perusahaan PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) ini berada di kompleks kandang riset Fakultas Peternakan UGM - Karangmalang. Pengoperasiannya diresmikan oleh Rektor UGM Prof Panut Mulyono pada 23/4, yang dihadiri pula oleh Syamsir Siregar - Presiden Komisaris JAPFA. 
 
 
Dekan Fapet UGM Prof Ali Agus mengungkapkan, hibah ini adalah hadiah ulang tahun bagi Fakultas Peternakan UGM. Dia berharap, dengan sarana ini Fapet UGM mampu meningkatkan kinerja riset yang mampu menembus publikasi internasional. “Sehingga cita-cita Fapet UGM untuk menjadi the best 5 in Asia dan the best 10 in tropical countries lebih cepat terwujud,” ungkapnya. 
 
 
Ali mengharapkan fasilitas ini menambah nilai bagi Fapet UGM yang tahun depan akan membuka program studi internasional, International Undergraduate Program in Animal Science. “Karena fasilitas sudah lengkap, terdiri dari fasilitas riset dan juga tempat magang di industri, termasuk di JAPFA,” kata dia. Bukti lain kesiapan, kampus ini telah lolos akreditasi BAN-PT, sertifikasi internasional jaminan mutu oleh Jerman dan akreditasi dari Asean University Network. “Farm dengan spesifikasi riset ini kami harapkan menghasilkan data-data penelitian yang komprehensif, khususnya bagi negara-negara tropik dengan iklim spesifik,” Ali menambahkan. 
 
 
Ia menuturkan kerjasama dengan JAPFA terus berkembang selama lebih dari satu dekade. Dari satu unit teaching farm skala komersil pada 2003, berkembang mengikuti alur mata rantai industri ke arah hilir dengan Laboratorium Pasca-Panen Peternakan pada 2017 dan kini bertambah dengan Research Farm Closed House. Ali menyatakan Research Farm Closed House dapat menjadi penunjang penelitian dan pengembangan di bidang peternakan. Kandang ini terbuka bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 untuk meneliti broiler (ayam pedaging) dari aspek teknologi, nutrisi, pakan, air minum, vaksinasi, hingga aspek bisnis dan SDM. 
 
 
 
Scientific Platform 
Head of Feed Technology and Nutrition JAPFA, Ferry Poernama menjelaskan, Research Farm Closed House ini diberi sekat-sekat dengan ukuran dan desain sesuai standar kandang riset internasional. Kandang tertutup berukuran 8 x 24 m2 diatur dengan kontroler digital. Ruangan dibagi menjadi 48 petak koloni, masing-masing berukuran 1,25 x 2 m2, yang mampu menampung 32 ekor ayam pedaging. Jumlah dan ukuran petak itu telah disesuaikan dengan kepentingan replikasi pada model penelitian ayam pedaging.
 
 
“Tidak ada yang mewah, tetapi fungsional dan memenuhi standar riset. Apa yang ada di sini, sama dengan instalasi kandang penelitian JAPFA Poultry Research Farm (JPRF) di Jawa Timur yang telah menghasilkan banyak publikasi ilmiah internasional. Hanya skalanya lebih kecil,” ungkap Ferry. 
 
 
Kerjasama akademis antara Fakultas Peternakan UGM dengan JAPFA, Ferry menyatakan, tidak hanya berwujud fasilitas fisik. Namun juga kerjasama riset yang telah dijalin selama 5 tahun terakhir. “Sudah ada 10 master dan 3 orang doktor yang lulus dari kerjasama ini, melalui kolaborasi atau penelitian bersama di JPRF,” ungkap dia. 
 
 
Ferry menuturkan, kerjasama riset itu dibangun melalui platform yang dibangun JAPFA, yaitu JAPFA Community Development and Mentoring Program yang ditangani langsung oleh Ferry. Dia membimbing langsung aktivitas penelitian mahasiswa pasca sarjana S2 dan S3 melalui proyek-proyek riset yang ada di JAPFA. Melalui platform ini, JAPFA ikut mempersiapkan generasi muda yang memiliki keahlian di bidang produksi dan nutrisi unggas. “Saya juga mendorong mereka cepat menyusun tesis dan disertasinya untuk sesegera mungkin melakukan ujian. Saat jalanan macet, saya pergunakan waktu untuk menelepon mahasiswa bimbingan penelitian melalui telekonferensi, ternyata efektif,” katanya. 
 
 
 
Investasi Jangka Panjang 
Achmad Dawami, Deputy Head of Commercial Poultry Division JAPFA menyebutkan, total investasi JAPFA senilai Rp 65 miliar untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan industri peternakan di Universitas Gadjah Mada. Dimulai sejak tahun 2003, JAPFA membangun Teaching Farm Closed House, kemu¬dian disusul pada 2017 dengan Laboratorium Pasca-Panen Peternakan berwujud Rumah Potong Ayam berskala industri dengan kapasitas 23 ribu ekor perhari. 
 
 
Panut Mulyono, Rektor Universtitas Gadjah Mada mengucapkan terimakasih kepada JAPFA yang telah menjalin kerjasama selama lebih dari satu dekade. Dia mengungkapkan harapannya, kandang riset ini akan bermanfaat bagi penelitian lintas fakultas, bukan hanya Fakultas Peternakan saja. Fakultas lain seperti Kedokteran Hewan, Biologi, bahkan fakultas Teknik dan MIPA bisa meneliti tentang teknik kontrol dan instrumentasi kandang closed house ini. 
 
 
Menurut Panut, peningkatan kualitas pendidikan seyogyanya tidak hanya didukung oleh pemerintah, tetapi juga didukung oleh industri dan segenap elemen masyarakat. “Kami percaya, bahwa program kerjasama yang telah terjalin antara UGM dan JAPFA selama ini, akan membawa dampak yang besar, tidak hanya untuk civitas akademika dan dunia pendidikan, namun juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” ungkapnya. 
 
 
Dia juga menyampaikan kabar gembira bagi civitas akademika Fakultas Peternakan UGM, karena Laboratorium Pasca-Panen Peternakan / RPH Unggas kerjasama JAPFA - UGM, yang selama ini berada di tangan Rektorat UGM. “Sedang dalam masa tran¬sisi, akan segera sepenuhnya diserahkan, dari Universitas ke Fakultas Peternakan,” tandasnya, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin. 
 
 
“JAPFA sebagai perusahaan agribisnis terintegrasi memiliki komitmen yang kuat dalam membantu pemerintah mewujudkan ketahanan pangan, khususnya pemenuhan kebutuhan protein hewani asal unggas yang halal dan higinis. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kerjasama dengan Fakultas Peternakan UGM,” tutur Achmad Dawami. 
 
 
Pada kesempatan yang sama, JAPFA juga menyampaikan kuliah umum bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 Fakultas Peternakan UGM dan berbagi informasi mengenai peningkatan efisiensi dan produktivitas broiler melalui penelitian dan pengembangan oleh Ferry Poernama yang juga merupakan Adjunct Professor Fakultas Peternakan UGM. Penjelasan komprehensif mengenai manajemen closed house disampaikan oleh R Syaprudin - National Poultry Environment Advisor JAPFA. TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain