Rabu, 1 Mei 2019

Itik PMp Agrinak : Rumpun Baru Indukan Itik Pedaging

Itik PMp Agrinak : Rumpun Baru Indukan Itik Pedaging

Foto: 


Itik PMp Agrinak merupakan rumpun itik tipe pedaging baru, karena selama ini belum ada rumpun atau galur itik lokal yang khusus sebagai itik tipe pedaging atau itik potong
 
 
 
Diversifikasi produk telah terjadi pada usaha ternak itik dalam kurun waktu 10 – 15 tahun terakhir, masyarakat Indonesia yang semula hanya mengenal telur sebagai produk dari ternak itik, saat ini telah memanfaatkan daging itik sebagai sumber bahan pangan yang populer. Hal ini menyebakan semakin meningkatnya permintaan terhadap DOD (Day Old Duck) untuk dijadikan itik potong. “Kurun waktu 2004 – 2005 permintaan terhadap daging itik sangat tinggi, sementara di pasaran sumber daging itiknya berasal dari itik petelur jantan atau betina afkir,” ungkap Triana Susanti peneliti dari Balitnak (Badan Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor. 
 
 
Sambungnya, selama ini, sumber daging itik adalah hanya dari itik betina petelur afkir dan itik jantan petelur dengan produksi daging yang relatif rendah dan kualitas daging yang dihasilkan masih belum bagus karena berasal dari itik yang sebetulnya tipe petelur. 
 
 
Dikemukakan wanita yang akrab disapa Susie ini bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produksi daging itik dalam jumlah yang lebih banyak, karena di Indonesia belum ada jenis itik khusus tipe pedaging. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah persilangan antara entog jantan dengan itik betina yang dikenal dengan nama itik serati sebagai itik pedaging. 
 
 
Hasil persilangan ini telah dikembangkan karena memiliki 2 keunggulan dibandingkan dengan persilangan sebaliknya yaitu itik jantan dengan entog betina. Keunggulan tersebut adalah pertumbuhan yang cepat dan seragam, baik jantan maupun betina yaitu sekitar 2,98 – 3,00 kg pada umur 10 minggu. “Dalam pengembangan itik Serati terdapat beberapa permasalahan. Salah satu diantaranya adalah warna bulu itik Serati yang berwarna coklat gelap dan menyebabkan warna karkas yang gelap pula, sehingga kurang diminati oleh konsumen. Oleh itu, Balitnak memikirkan bagaimana menghasilkan itik pedaging yang berwarna putih,” paparnya. 
 
 
 
Itik PMp Agrinak 
Susie menuturkan upaya membentuk itik pedaging berbasis itik lokal, peneliti Balitnak telah melakukan persilangan antara itik Peking jantan dengan Mojosari putih betina. Itik Peking yang digunakan dalam persilangan ini berasal dari Taiwan yang di impor sejak 1990-an dan sudah berkembang biak di Balitnak. Sedangkan itik Mojosari putih dipilih dari rumpun itik Mojosari yang berasal dari Jawa Timur. “Penelitian¬nya sudah dimulai sejak 2003, saat ini telah dilepas oleh Kementerian Pertanian sebagai rumpun itik lokal pedaging Indonesia,” cetusnya. 
 
 
Ia katakan tujuan pembentukan itik PMp Agrinak adalah menyediakan rumpun itik pedaging yang konsisten dalam produksi telurnya dan dengan bobot badan yang memadai sebagai itik pedaging, untuk mendukung usaha peternakan itik potong komersial tanpa tergantung pada itik peking yang diimpor,” jelasnya. 
 
 
Susie coba menceritakan, pada awalnya program pemuliaan yang dilakukan untuk menghasilkan itik PMp Agrinak adalah persilangan antara itik peking jantan dengan mojosari putih betina. Kemudian hasil persilangan F1 tersebut dikawinkan secara inter-se untuk menghasilkan generasi F2 sampai F4. Proses seleksi dilakukan pada induk-induk betina pada setiap generasinya. Program seleksi dilakukan dengan kriteria produksi telur 6 bulan, umur pertama bertelur dan bobot badan antara 2- 2,5 kg.
 
 
Seleksi berdasarkan bobot badan menjadi pertimbangan, karena untuk meyakinkan bahwa populasi yang akan diperbanyak adalah itik PMp Agrinak dan bukan itik mojosari putih maupun itik peking. Perkawinan inter-se antara itik-itik hasil persilangan pada dua rumpun yang sangat berbeda ukuran tubuh serta bobot badannya akan menimbulkan segregasi ukuran tubuh pada keturunannya, dan diharapkan setelah beberapa generasi akan menjadi stabil. 
 
 
Apabila bobot badannya kurang dari 2 kg, maka itu adalah itik mojosari putih, sedangkan apabila lebih dari 2,5 kg, maka itu adalah itik peking. Sehingga, itik dengan bobot badan < 2 kg atau > 2,5 kg di culling dari populasi pengamatan. Seleksi bobot badan dilakukan pada umur 12 minggu yaitu periode waktu itik memasuki umur dewasa sehingga tidak terjadi lagi pertambahan bobot badan yang tinggi. Sedangkan seleksi produksi telur dilakukan berdasarkan catatan 6 bulan dengan intensitas seleksi 30 %. (Skema perkawinan untuk menghasilkan itik PMp Agrinak tercantum pada Gambar 1). “Kegiatan seleksi dilakukan sampai generasi ke-4, karena populasi itik PMp Agrinak sudah menunjukkan karakteristik yang stabil dan kon¬sisten. Sehingga pada generasi ke-5, itik PMp Agrinak tidak diseleksi, tetapi sudah mulai dilakukan perbanyakan,” tuturnya. 
 
 
 
Sifat Kualitatif dan Kuantitatif 
Susie menuturkan sifat kualitatif itik PMp Agrinak mempunyai ciri khas yang meliputi warna bulu 100 % putih, kaki dan paruh berwarna kuning. Sedangkan sifat kuantitatif seperti pertumbuhan bobot tubuh, produksi telur selama setahun dan kebutuhan nutrisinya. 
 
 
Untuk bobot badan itik PMp Agrinak lebih besar dibandingkan itik-itik lokal yang ada di Indonesia selama ini. Itik PMp sebagai tipe pedaging memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan itik Alabio dan Mojosari sebagai tipe petelur. Hal ini ditunjukkan dengan peubah pertumbuhan yaitu titik infleksi yang lebih cepat dan pertambahan bobot maksimal yang lebih tinggi pada itik PMp dibandingkan itik Alabio dan Mojosari. “Titik infleksi itik PMp tercapai pada umur 23 hari dengan bobot 766,40 gram dan pertambahan bobot badan maksimal sebesar 2083,3 gram,” sebutnya. 
 
 
Masih menurut Susie, hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi itik PMp selama 0 - 3 minggu berkisar antara 646 – 664 gram per ekor dengan pertambahan bobot badan sekitar 230-242 gram per ekor dan nilai FCR (konversi pakan) berkisar antara 2,69- 2,84. 
 
 
Pada umur 4 sampai 10 minggu, rata-rata konsumsi itik PMp adalah 6.620- 6.625 gram per ekor dengan pertambahan bobot badan sekitar 1.477- 1.583 gram per ekor dan nilai FCR sekitar 4,22- 4,50. Apabila itik PMp dipotong pada umur 10 minggu, maka persentase karkasnya adalah sekitar 59,51- 60,00 %. Sedangkan itik PMp yang dipelihara mulai umur 10- 20 minggu dan disiapkan untuk menjadi indukan, rata-rata konsumsinya adalah 8.083- 8.541 gram per ekor. 
 
 
Sedangkan karakteristik sifat-sifat pertama bertelur yang meliputi umur pertama bertelur, bobot badan pertama bertelur dan bobot telur pertama itik PMp diantaranya, umur pertama bertelur itik PMp pada umur 131- 134 hari. Lalu, Bobot Badan Pertama Bertelur (BBPB) Itik PMp mencapai 2.140- 2.170 gram per ekor. Sedangkan, Bobot Telur Pertama (BTP) Itik PMp diangka 47,76- 47,82 gram per butir. “Rataan konsumsi pakan itik PMp periode bertelur adalah berkisar dari 169,44 - 178,38 gram/ekor/hari dengan tingkat produksi 56,47 - 66,83 %, sehingga nilai FCR-nya berkisar antara 3,98- 4,65,” tuturnya. 
 
 
Jika disimpulkan keunggulan produktivitas Itik PMp Agrinak ia katakan bobot badan ± 2 kg pada umur 10 minggu, umur pertama bertelur 5,5 – 6 bulan dengan rataan produksi telur 6 bulan sebanyak 67 – 78 % dan jika dikawinkan dengan entog jantan dapat digunakan untuk menghasilkan itik serati dengan bobot badan 3 kg atau lebih pada umur 10 minggu. 
 
 
Untuk Uji coba di tingkat peternak sudah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat; di Kabupaten Tondano, Sulawesi Selatan; dan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Sedangkan ketersediaan bibit, saat ini bibit itik PMp Agrinak tersedia di Balitnak dan dikelola dalam kegiatan UPBS (unit Perbanyakan Benih Sumber) dengan jumlah 200 ekor betina dan 50 ekor jantan. Selain itu, perusahaan pembibitan itik PT Putra Perkasa Genetika di Gunung sindur, Bogor, berminat untuk mengembangkan itik PMp Agrinak ini, dan telah membeli bibit sebanyak 850 ekor. “Saya berharap melalui kerjasama-kerjasama tersebut, itik PMp Agrinak akan segera diproduksi dan disebarkan secara massif ke seluruh penjuru tanah air Indonesia,” harapnya. TROBOS/Adv 
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain