Jumat, 10 Mei 2019

Sosialisasi AMR untuk Dokter Hewan Lapangan

Sosialisasi AMR untuk Dokter Hewan Lapangan

Foto: dok.ajeng


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dokter hewan lapangan yang praktik mandiri maupun menjadi technical service merupakan salah satu pemegang kunci pencegahan antimicrobial resistence (AMR).

 

Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) bersama Kementrian Pertanian, Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), Food and Agriculture Organization (FAO) serta United Agency for International Development (USAID) menggelar seminar yang bertajuk “Peningkatan Kesadaran tentang Pencegahan dan Pengendalian Resistensi Antimikroba” di Menara 165 - Jakarta, Rabu (8/5).

 

Senada dengan tema yang diusung, seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada dokter hewan, dan technical service (TS) yang bekerja langsung dilapangan agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengendalikan resistensi antimikroba (AMR).

 

“Saya berharap bahwa dengan adanya acara ini, maka pemahaman tentang resistensi antimikroba di kalangan dokter hewan dan technical service semakin luas dan lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Andi Wijanarko, yang merupakan ketua penyelenggara seminar.

 

Kasubdit Pengawasan Obat Hewan, Ni Made Ria Isriyanthi yang hadir mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) sekaligus salah satu pemateri mengungkapkan, bahwa resistensi antimikroba saat ini menjadi ancaman yang tidak mengenal batas geografis. Ancaman itu berdampak pada kesehatan masyarakat, hewan dan lingkungan, serta telah menjadi isu penting internasional.

 

Irawati Fari yang merupakan Ketua Umum ASOHI mengatakan bahwa pihaknya ikut berperan aktif dalam mengatasi AMR dengan cara terus memberikan masukkan kepada Pemerintah.

 

“Kemudian, kami juga melakukan pembinaan, edukasi, seminar dan pertemuan anggota ASOHI. Tidak lepas juga terhadap pengawasan peredaran obat hewan,”tambahnya. ajeng

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain