Rabu, 22 Mei 2019

Memotong Rantai Pemasaran Produk Peternakan

Memotong Rantai Pemasaran Produk Peternakan

Foto: dok.agristreamTV


BOGOR (TROBOSLIVESTOCK.COM). MarkPro tengah diinisiasi untuk menjadi saluran pemasaran baru bagi produk pangan asal ternak yang lebih efektif dan efisien.

 

MarkPro, akronim dari Marketing Project merupakan program dari Direktorat Pemasaran dan Pengolahan Hasil Peternakan (PPHP) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Hal tersebut disampaikan Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan saat launching MarkPro Gerakan Memandirikan Peternak Rakyat, dengan tema ‘Peningkatan konsumsi protein hewani wujudkan SDM Indonesia lebih baik’ di Bogor pada Rabu (22/5).

 

“Ini menjadi peluang bagi para UMKM atau unit pengolahan hasill peternakan untuk mengembangkan diri, mempromosikan dan memperkuat jalur marketing-nya,” urai Ketut.

 

Dimulai dari Bogor

Sebagai salah satu kota yang berpenduduk lebih dari 1 juta orang, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam sambutannya pada acara launching MarkPro, sangat mendukung penyelenggaraan MarkPro untuk memotong rantai pasok pangan asal hewan.

 

Menurut dia, penduduk kota Bogor yang memerlukan ketersediaan produk asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), untuk penguatan pemenuhan kebutuhan gizi protein hewani yang cukup tinggi.

 

Lebih lanjut Bima menyampaikan harapannya agar MarkPro tidak hanya menguntungkan bagi kesejahteraan peternak, namun juga membantu meningkatkan asupan gizi masyarakat untuk mendukung keuntungan bonus demografi.

 

Menurut Fini, pada acara tersebut dipasarkan 4.200 karkas ayam broiler dingin segar, 2.100 kg telur, serta produk lainnya. Disamping itu juga turut berpartisipasi 7 Industri Pengolahan Susu (IPS), yang menyediakan susu gratis ataupun bazar produk susu. Mereka adalah PT Indolakto, PT Frisian Flag Indonesia, PT Industri Susu Alam Murni, PT Fonterra Brands Indonesia, PT Sari Husada, PT Cisarua Mountain Dairy, dan PT Greenfields Indonesia.

 

Sosialisasi dan Jaminan Mutu

MarkPro juga dilengkapi edukasi pengenalan produk pangan asal hewan yang ASUH kepada masyarakat, melalui Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) Bogor, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

 

“Kami mengajak masyarakat mengenali secara langsung bagaimana cara membedakan antara karkas ayam yang sehat dengan karkas ayam yang mengandung formalin. Disamping itu juga diajarkan bagaimana mengenali bangkai ayam, sehingga masyarakat tidak salah memilih,” papar Hasan Abdullah Sanyata, Kepala BPMSPH.

 

Tidak hanya diajarkan mengenali karkas ayam yang sehat, namun BPMSPH juga menyosialisasikan ciri telur ayam yang masih baik dan yang sudah rusak. Disamping itu masyarakat juga diajak untuk mengenali bagaimana membedakan antara daging sapi, kerbau dan babi hutan (celeng).

 

Menurut Fini, pelaksanaan kegiatan MarkPro ini tidak hanya dilakukan di Kota Bogor, namun juga akan dilaksanakan di kabupaten dan kota lainnya.

 

Lebih lanjut Fini menjelaskan, bahwa daging ayam dan telur yang dijual di MarkPro yang diselenggarakan di Kota Bogor tersebut, disupply dari peternak di wilayah Bogor. “Ayam dipotong di RPU yang telah memiliki sertifikat NKV dan fasilitas rantai dingin sehingga keamanan dan kualitas nya terjamin,” ungkapnya.

 

MarkPro dibangun dengan semangat untuk memperpendek rantai pemasaran, meningkatkan efisiensi pemasaran, membangun saluran pemasaran baru dari peternak ke konsumen, dan sebagai sarana pelaksanaan sosialisasi atau promosi peningkatan konsumsi pangan asal ternak.

 

Di tempat terpisah Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita mengungkapkan, kegiatan MarkPRO merupakan salah satu upaya mendekatkan peternak dengan konsumen, sehingga peternak dapat menentukan margin price sesuai dengan biaya produksi sedangkan konsumen dapat memperoleh harga yang realistis.

 

Diterangkannya, MarkPro sebagai embrio dari saluran pemasaran baru bagi peternak untuk memasarkan produknya secara langsung kepada konsumen. Produk yang dijual dapat berupa semua produk peternakan seperti daging sapi, daging ayam, telur ayam dan itik, serta produk olahannya. ist/ramdan

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain