Sabtu, 1 Juni 2019

Sierad Produce Terapkan Konsep Smart Poultry Farming

Sierad Produce Terapkan Konsep Smart Poultry Farming

Foto: 
Sierad produksi Super DOC yang cepat tumbuh dan susah mati

Dengan memadukan sensor, Internet of Things (IoT), automasi dan smart system yang didukung oleh data analytic dan machine learning, smart poultry farming dapat meningkatkan kesejahteraan ternak karena pemantauan terhadap kebutuhan, kesehatan dan tingkah laku ternak menjadi lebih mudah
 
 
 
Budidaya ayam di tengah climate change (perubahan iklim), disease outbreaks (letupan penyakit) dan tuntutan konsumen yang semakin rumit merupakan tantangan besar bagi pelaku usaha dan peternak. Pengamanan biologis dan teknologi perkandangan yang konvensional tidak cukup untuk menjamin kinerja yang memuaskan. Perubahan situasi yang cepat, sehingga seringkali tidak dapat diantisipasi dengan cepat. 
 
 
Guna menghadapi tantangan tersebut, PT Sierad Produce Tbk menerapkan smart poultry farming yang merupakan konsep baru dalam budidaya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi digital untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas. Dengan memadukan sensor, Internet of Things (IoT), automasi dan smart system yang didukung oleh data analytic dan machine learning, smart poultry farming dapat meningkatkan kesejahteraan ternak karena pemantauan terhadap kebutuhan, kesehatan dan tingkah laku ternak menjadi lebih mudah. “Pengembangan smart poultry dengan menerapkan solusi IoT guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi unggas. Solusi IoT dipilih karena mampu memberikan visibilitas real-time, mengotomatiskan proses manual, dan juga memberikan nilai tambah kepada peternakan unggas tersebut melalui analisa big data,” ujar Direktur Utama PT Sierad Produce Tbk Tomy Wattemena Widjaja, pada paparan publik yang dilakukan di Soehana Hall, The Energy Building, Jakarta (9/5). 
 
 
Tomy mengatakan bahwa smart poultry adalah wujud nyata dari revolusi Industri 4.0 pada sektor peternakan. Solusi IoT sangat cocok untuk diterapkan di industri peternakan. ”Digitalisasi dalam hal produksi perlu dilakukan oleh industri peternakan untuk meminimalisir jumlah kematian unggas serta meningkatkan kualitas dari unggas, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dari peternakan,” imbuhnya. 
 
 
Selama ini, lanjutnya, metode yang digunakan peternak masih serba manual, sehingga memerlukan banyak tenaga kerja dan memakan waktu. “Dengan memanfaatkan fitur-fitur dan sensor IoT dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam serangkaian proses mulai dari memantau lingkungan, otomasi pemberian makan, hingga memastikan kondisi ternak,” jelasnya. 
 
 
Sebagai salah satu perusahaan provider terbesar di Indonesia, PT XL Axiata Tbk ditunjuk untuk pengadaan platform digital yang dibutuhkan (berbasis cloud). Selain itu, menggandeng FarmResult B.V. yang menyediakan platform sistem manajemen broiler (ayam pedaging). Juga HAS University Netherland untuk berkolaborasi dalam penelitian lebih lanjut. “Melalui konsep smart farming, bersama PT XL Axiata Tbk, FarmResult B.V dan HAS University, diharapkan produktivitas ternak dapat meningkat secara signifikan,” harap Tomy. 
 
 
Chief Enterprise & SME Officer PT XL Axiata Tbk, Kirill Mankovski mengaku sangat senang dapat berkolaborasi dengan Sierad Produce dalam Smart Poultry Farm 4.0. Ini yang pertama kali bagi XL di bidang poultry, sebelumnya XL sudah ikut berkecimpung di bidang agribisnis lain seperti peternakan sapi, penanaman holtikultura, dan lain-lain. “XL akan berusaha sekuat mungkin men-support Sierad, termasuk dalam hal signal. Di mana kita ketahui bersama bahwa signal ponsel kekuatannya beragam di daerah terpencil, oleh karenanya XL sudah mempersiapkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. XL sudah menyiapkan back up untuk menghadapi kemungkinan terburuk,” terangnya. 
 
 
Pun demikian yang dirasakan, CEO FarmResult B.V., Richard ten Cate. Menurutnya, FarmResult B.V. sudah menjadi partner dan salah satu yang expert di bidang ini (smart farming system) di Asia. “Namun di Indonesia, ini adalah kali pertama kami bekerjasama. Di luar Indonesia, kami sudah banyak membantu dan mendukung klien-klien kami. Harapannya sistem ini agar berjalan maksimal dan menjadi pilot project yang baik serta menjadi trend di Indonesia,” ujarnya.
 
 
Sementara Prof. Lenny van-Erp dari HAS University mengatakan bahwa keunggulan dari smart farming system ini yakni data-data yang disajikan di dalamnya bersifat real time. Oleh karenanya, tinggal melihat saja di aplikasi, lalu cek datanya, tanyakan dan pastikan kepada petugas kandang. “Dari data saja kita sudah bisa mengambil sedikit hipotesa apa yang terjadi di sana. Jadi smart farming system sangat praktis, real time, dan tentunya semua data yang kita butuhkan akan akurat dan membantu dalam mendiagnosis jika terjadi hal yang buruk di lapangan,” jelasnya. 
 
 
Sierad telah melakukan pilot project di salah satu kandang broiler yang berlokasi di Banten. Pilot project ini bertujuan sebagai uji coba konsep dan menjadi langkah pertama yang sangat penting bagi Sierad menuju program yang lebih baik di masa mendatang. 
 
 
Diakui Business Development Director PT Sierad Produce Tbk, Sudirman bahwa konsep smart farming tidak hanya dilakukan di Banten tapi akan mereplikasi ke banyak tempat. “Bukan hanya di tempat kita tapi juga di mitra-mitra kita,” ujarnya. 
 
 
Sudirman menerangkan bahwa smart farming atau digitalisasi adalah satu level lebih tinggi daripada automasi. Dengan adanya sensor, IoT, platform yang disediakan oleh XL, itu akan bisa membuat pertumbuhan industri lebih baik. Pun demikian, sambungnya, ini adalah salah satu contoh manifestasi dari penerapan revolusi Industri 4.0 yang nyata. “Kita harap ini yang pertama di Indonesia, karena Sierad tidak bisa bersaing dengan yang besar, dengan cara yang konvensional. Jadi kita harus loncat, harus lebih dulu,” tukasnya. Setelah uji coba di broiler, konsep diuji coba pula di breeding, hatchery dan slaughterhouse. 
 
 
 
Perbesar Sektor Hilir 
Tak mau hanya berpangku pada bisnis pakan ternak, PT Sierad Produce Tbk ingin menguatkan lini bisnis produk olahan ayam dan breeding. Khusus untuk produk olahan ayam, produk nugget dengan merek Belfoods, ditargetkan mampu mendominasi revenue perusahaan, dengan memperbesar segmen penjualan menjadi 50 % dalam kurun waktu tiga tahun. 
 
 
Tomy mengungkapkan, rencana tersebut akan dilakukan secara bertahap dan berpotensi lebih cepat dari target yang ditetapkan. Pada tahun ini, ia memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 20 %, seiring membaiknya permintaan konsumsi ayam di dalam negeri. Dengan demikian, perseroan memperkirakan pertumbuhan penjualan yang baik akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini. Adapun capaian penjualan Sierad pada 2018 senilai Rp 3,12 triliun, naik 27 % dari Rp 2,45 triliun pada 2017. 
 
 
Bila dikalkulasi, target penjualan Sierad pada tahun ini sekitar Rp 3 ,74 triliun. Menurutnya, perseroan tetap konsisten menganggarkan biaya perbaikan dan pemeliharaan sesuai dengan kebutuhan. “Pertumbuhan penjualan tahun ini strong double digit, hingga 20 %. Kami juga memiliki 7 strategi untuk tumbuh dua digit yaitu mengakselerasi performa divisi pangan olahan Belfoods dengan terus menciptkan pasar, membalance RPA, meningkatkan kinerja farm broiler, mengem-bangkan kontrak grower, meningkatkan per¬forma pakan ternak, memperkuat manajemen dan menanamkan kultur kerja terintegrasi,” kata Tomy sebelumnya pada paparan publik perseroan. 
 
 
Total penjualan bersih Sierad pada Maret 2019 senilai Rp 928,3 miliar, naik 37,29 % dari posisi Rp 676,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi penjualan perseroan dari terbesar hingga terkecil yakni pakan ternak, Belfoods, rumah potong ayam, breeding dan peternakan broiler masing-masing 54 %, 12 %,12 %, 11 % dan 8 %. 
 
 
Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada Maret 2019 senilai Rp 13,25 miliar. Sierad berhasil membalik dari kerugian menjadi laba. Menurut Tomy, capaian awal tahun ini sejalan dengan target yang ditetapkan. 
 
 
Sementara itu, Direktur dan Sekretaris PT Sierad Produce Tbk, Sri Sumiyarsi mengatakan bahwa pada tahun ini, Sierad mengalokasikan belanja modal Rp 99 miliar, di mana realisasi belanja modal pada 2018 senilai Rp 91 miliar. Sri mengungkapkan, perseroan belum membutuhkan belanja modal dalam jumlah besar pada tahun ini. “Perputaran modal kerja yang lebih baik serta implementasi capex yang lebih selektif menjadi landasan peningkatan kinerja perseroan secara keseluruhan,” katanya. 
 
 
Sri juga menyampaikan bahwa rencana memperbesar penjualan Belfoods berpotensi menaikkan margin laba kotor menjadi 35 %-40 % pada 2022. Hingga Maret 2019, margin laba kotor yang dibukukan oleh perseroan sebesar 14 %. “Memperbesar Belfoods, berpotensi menaikkan Gross Profit Margin (GPM) sekitar 35 %-40 % pada 2022,” katanya. 
 
 
Tomy menambahkan, Sierad telah meluncurkan produk Belfoods dengan kemasan 1 kali saji seharga Rp10.000. Menurutnya, kemasan ini akan masuk ke pasar-pasar untuk memenuhi kebutuhan protein kelas menengah ke bawah, khususnya masyarakat urban. Di sisi lain, untuk meningkatkan daya saing dari DOC, perseroan juga meluncurkan super DOC untuk bibit ayam pedaging yang didesain meng¬hasilkan ayam dengan potensi genetik secara maksimal. Ia mengklaim, super DOC tersebut memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi dan disertai good breeding practices (GBP), serta menjamin bahwa super DOC akan cepat tumbuh dan susah mati.
 
 
Tak hanya itu, sesuai dengan misi perusahaan yakni menyediakan sumber protein yang terjangkau bagi masyarakat dan dalam rangka penetrasi ke pasar ayam goreng, PT Sierad Produce Tbk sebagai salah satu produsen terbesar di Indonesia, telah menjalin kerjasama dengan Wahyoo untuk membuka outlet penjualan ayam goreng di mitra warung Wahyoo di Jabodetabek. 
 
 
Wahyoo merupakan perusahaan start up berbasis teknologi dengan ribuan anggota mitra warung di Jabotabek. Dengan akan dibangunnya 100 outlet awal di wilayah Jabodetabek pada tahap pertama, bisnis ayam goreng diharapkan memberi kontribusi signfikan terhadap pertumbuhan bisnis Sierad secara keseluruhan. TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain