Senin, 1 Juli 2019

Basmi Koksidiosis dengan Program Anti Koksidiosis

Basmi Koksidiosis dengan Program Anti Koksidiosis

Foto: 
Salah satu farm PT Prada Makmur Sejahtera

Selama 3 tahun terakhir menerapkan program anti koksidiosis dalam manajemen pemeliharaan ayam sehingga tidak terdampak koksidiosis
 
 
Berdiri sejak 2000, PT Prada Makmur Sejahtera merupakan salah satu perusahaan peternakan broiler (ayam pedaging) yang berkembang pesat di Pekanbaru, Riau. Awalnya, PT Prada Makmur Sejahtera merupakan sebuah Poultry Shop (PS) yang dibangun pada era 1990-an. 
 
 
Dalam perkembangannya, PT Prada Makmur Sejahtera membuat sistem kemitraan dengan peternak hingga kini populasi secara keseluruhan ratusan ribu ekor dengan wilayah pemasaran di Pekanbaru dan sekitarnya. “Pemilik perusahaan kami melihat potensi dan peluang yang masih sangat terbuka untuk bisnis peternakan broiler di Pekanbaru sehingga melakukan ekspansi dari PS ke peternakan broiler,” ungkap Manajer Produksi PT Prada Makmur Sejahtera, Budi Syaheri Saragih. 
 
 
Menurut Budi, kunci bisnis broiler PT Prada Makmur Sejahtera bisa bertahan hingga saat ini adalah dengan memperbaiki manajemen pemeliharaan semaksimal mungkin, terutama dalam pencapaian FCR (rasio konversi pakan) demi menekan biaya. Salah satu tantangan yang dihadapi terutama adalah penyakit, dan yang termasuk paling sering dihadapi adalah koksidiosis. “Untuk penyakit yang 1 ini kami sudah menerapkan program anti koksidiosis dalam manajemen pemeliharaan,” jelasnya. 
 
 
Program Anti Koksidiosis 
Lingkungan yang tidak nyaman kerap menjadi penyebab munculnya penyakit koksidiosis. Budi menceritakan, di peternakan yang dikelolanya sempat sering terjadi kasus koksidiosis setiap 2 siklus sekali. Dampaknya terlihat dari performa yang menurun drastis, FCR yang bengkak, bahkan deplesi hingga 22-25 % serta ditandai kotoran ayam yang berwarna seperti pepaya busuk. 
 
 
Sejak akhir 2017, PT Prada Makmur Sejahtera mulai menggunakan produk anti koksidiosis dari Medion yaitu Toltradex yang informasi produknya di dapat dari tim promosi Medion. 
 
 
Semenjak menggunakan Toltradex, pada ayam yang sudah terkena koksidiosis, reaksinya sangat cepat terlihat, kotoran lebih baik dan warnanya normal sehingga performa ayam menjadi lebih sehat. “Yang paling terasa, Toltradex sangat efektif dan efisien dengan pola pemberian yang sangat gampang. Hanya 2 hari pemberian untuk ayam yang terkena serangan koksidiosis dengan dosis 0,14 ml per kg berat badan. 
 
 
Budi menyatakan, dengan memasukkan program anti koksi ke dalam manajemen pemeliharaannya, selama 3 tahun terakhir mulai jarang ditemukan kasus koksidiosis di peternakannya. “Sejak perbaikan sistem di peternakan seperti kelembaban juga melakukan pemberian Toltradex di fase pemeliharaan kasus koksidiosis bisa dicegah,” jelasnya. 
 
 
Selain merasa sangat puas dengan produk Toltradex, ia juga merasa terbantu dengan dukungan dari tim Medion di Lapangan. Harapannya harga produk Toltradex lebih kompetitif, sementara dari sisi kemasan yang tersedia saat ini dirasa sudah sangat tepat karena cukup variatif. TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain