Sabtu, 6 Juli 2019

Promosi UMKM dan Produk Ekspor Peternakan

Promosi UMKM dan Produk Ekspor Peternakan

Foto: dok.DitjenPKH


Surabaya (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pelaku usaha besar dan UMKM/UPH peternakan didorong agar dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produk peternakan mereka untuk bersaing di pasar internasional.

 

Untuk itu Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian memfasilitasi pelaku usaha peternakan UMKM atau Unit Pengolahan Hasil (UPH) Peternakan di pameran peternakan Indo Livestock Expo & Forum 2019 untuk promosi ekspor, sebagaimana disampaikan Dirjen PKH, I ketut Diarmita dalam rilis tertulisnya (5/7).

 

Disebutkannya, Kementan memfasilitasi pelaku usaha peternakan pada 2 (dua) Paviliun yakni Pavilliun Livestock Export dan Pavilliun UMKM/UPH. Ajang ini dapat menjadi wadah komunikasi pelaku usaha besar maupun UMKM/UPH peternakan yang mungkin kedepan dapat menjalin kerjasama dalam mengembangkan usaha mereka.

 

"Pavilliun UMKM/UPH Peternakan ini diharapkan dapat memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas dan memperluas jangkauan serta jaringan pemasaran sehingga siap bersaing di dunia internasional," kata Ketut.

 

Fini Murfiani, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan menyampaikan, terdapat 13 UPH Peternakan yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Riau yang berpartisipasi pada Pavillion UMKM/UPH.

 

Mereka produk olahan pangan dan non pangan seperti susu pasteurisasi, yogurt, susu kambing bubuk, rendang sapi, rendang domba, gulai domba, kornet sapi, kornet domba, bebek goreng, telur asin, telur organik, telur omega, tahu bakso, sabun susu, kerajinan tanduk, aksesoris sapi, dan pakan ternak.

 

"Paling tidak produk UMKM/UPH kita dapat meningkatkan kesejahteran peternak kecil sehingga kita perlu dorong mereka meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya," ujar Fini berharap.

 

Salah satu peserta yang ikut pada Stand Paviliun UMKM/UPH Peternakan Binaan Kementerian Pertanian, Heri mengungkapkan ajang ini sangat bermanfaat bagi usahanya kedepan. "Masyarakat Surabaya belum banyak mengenal kami, sehingga kami sangat berterima kasih kepada Kementan yang telah memfasilitasi kami untuk bisa memperkenalkan produk kami kepada masyarakat melalui pameran internasional ini,” ujarnya.

 

Ia menambahkan masyarakat sangat antusias menyambut dan membeli olahan susu yang diproduksi Kampung Susu Dynasty. “Produk kami sudah kami alokasikan buat 3 hari pameran, namun 1 hari kemarin sudah langsung menipis stoknya, hari ini akan masuk lagi stok tambahan,” tandasnya.

 

Peserta lainnya dari karya seni tanduk Cecep mengungkapkan melalui pameran ini dapat mempromosikan aneka kerajinan tanduk kepada masyarakat lokal dan mancanegara. “Selain masyarakat lokal, pengunjung juga berdatangan dari negara-negara lain seperti China, India, dan negara lainnya,” ungkapnya.

 

“Selama satu hari pameran kemarin kita mencatat transaksi yang nilainya cukup menggembirakan. Kita harapkan selain sebagai ajang promosi, melalui pameran ini dapat meningkatkan gairah UPH Peternakan dalam memproduksi produk olahan peternakan yang bermutu dan berkualitas sesuai dengan permintaan pasar, sehingga produk tersebut tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi,” tandasnya Fini.

 

Pavilliun Livestock Export

 

Pavilliun Livestock Export pada Indo Livestock 2019 menjadi etalase promosi bagi produk-produk peternakan yang telah diekspor ke berbagai negara. Para pelaku usaha tersebut berkesempatan menampilkan produk dan berbagai informasinya di Pavilliun tersebut untuk menarik calon partner bisnis yang berkunjung selama event berlangsung baik dari dalam maupun luar negeri.

 

Pavilliun Export diisi oleh BBIB Singosari dan BIB Lembang yang telah melakukan ekspor semen beku ke Malaysia, Madagaskar, Kyrgyztan, dan Timor Leste. Juga PT Santosa Agrindo (Santori) yang telah melakukan ekspor daging wagyu dengan brand ‘Tokusen’ ke Myanmar. Tak ketinggalan PT Charoen Phokpand Indonesia dan PT Japfa Comfeed Indonesia.

 

Benyamin Limi, Regional Head CPI Jawa Timur menuturkan, perjalanan menuju ekspor perdana produk olahan ayam ke Jepang pada 2018 bukanlah hal yang mudah. Apalagi Jepang terkenal di dunia sangat ketat dalam seleksi makanannya ke negaranya. "Kalau produk kita sudah masuk ke Jepang, sudah pasti kita akan mudah masuk ke negara-negera lain" ujarnya

 

Pusat Veteriner Farma (PUSVETMA) juga memperkenalkan produk vaksin dan bahan diagnosa (antigen, kit elisa dan antisera) kepada stakeholder Peternakan. Beberapa produk unggulan Pusvetma yang dipromosikan yakni Antravet (vaksin Anthrax), Septivet (Vaksin Septichaemia epizootica), Neo Rabivet (Vaksin Rabies), JD Vet (Vaksin Jembrana), Brucivet (Vaksin Brucella), Afluvet (Vaksin AI), Antigen Brucella RBT, Antigen untuk penyakit unggas (AI/ND/Salmonela Pullorum/Mycoplasma), Kit Elisa Rabies serta Kit Elisa Jembrana.

 

Saat ini vaksin Septivet untuk penyakit SE dan Brucivet untuk penyakit Brucella sudah di ekspor ke Timor Leste. Kedepan Pusvetma berupaya untuk dapat mengekspor produknya ke negara mitra Asia lainnya. ist/ramdan

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain