Rabu, 10 Juli 2019

Tingkatkan Kualitas Ternak Melalui Kontes

Tingkatkan Kualitas Ternak Melalui Kontes

Foto: dok.bella


Bandung (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar Kontes Ternak di Burangrang - Cisarua pada (7-8/7) dan Ketangkasan Domba Garut pada 6-7/7.

 

Komoditas ternak yang dikonteskan antara lain sapi perah umur 7 – 9 bulan, 10 – 11 bulan, 12 – 13 bulan dan sapi perah laktasi ke-2. Kemudian, sapi potong PO (peranakan ongol) jantan umur 24 – 36 bulan, PO betina umur 18 – 24 bulan dan penggemukan jantan potensial.

 

Selanjutnya yaitu domba garut dengan kategori ratu bibit (ganti gigi 1 – 2 pasang), raja pedaging (ganti gigi maksimum 2 pasang), petet jantan (ganti gigi maksimum 1 pasang), raja kasep calon pejantan serta domba garut penggemukan. Ada pula kambing PE (peranakan etawa) dengan kategori jantan (ganti gigi 1 – 2 pasang), ratu bibit (ganti gigi 1 – 2 pasang), petet jantan (ganti gigi maksimum 1 pasang) dan petet betina (ganti gigi maksimum 1 pasang) serta komoditas ayam pelung.

 

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan bahwa Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi besar pada hewan ternak serta dari IKM (Industri Kecil Menengah) dan UKM (Usaha Kecil Menengah). “Maka itu, jargon kita ditambah lagi. Pertama yaitu Bandung Barat Lumpat (Lumampah Mawa Mangpaat), ditambah lagi dengan Sagal Boga Sagala Aya,” interuksinya kepada perangkat masyarakat yang menghadiri acara tersebut.

 

Aa Umbara mengaku langsung terinspirasi setelah menghadiri acara kontes ternak ini. Rencananya, dari 10 destinasi wisata yang telah dianggarkan oleh Pemerintah Daerah akan dikolaborasikan dengan hewan ternak yang berpotensi di Kabupaten Bandung Barat. Karena, menurutnya kontes ternak ini merupakan ternak-ternak pilihan dan kesayangan.

 

“Hewan ternak di sini nantinya tidak hanya dipamerkan saja di 10 destinasi wisata, tetapi bisa juga untuk dijual. Karena memang banyak hewannya banyak yang unik. Sehingga sekarang ada jargon baru, Kabupaten Bandung Barat Lumpat Sagala Boga Sagala Aya sebab memang kita punya semuanya,” ujarnya.

 

Pun Aa Umbara mengatakan bahwa produk UKM Kabupaten Bandung Barat bervariasi serta inovatif, mulai dari produk abon ayam, yogurt dan lain sebagainya. Sehingga, Pemerintah Daerah akan mempersembahkan produk UKM asli Kabupaten Bandung Barat di 10 destinasi wisata tersebut. Aa Umbara pun berharap dua tahun lagi akan membangun destinasi wisata Kampung Ternak di Kabupaten Bandung Barat.

 

KBB Sumbang 40 Persen Susu Segar

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Unang Husni Tamrin menuturkan kondisi lahan di wilayah Kabupaten Bandung Barat terbatas. Menurutnya, minimnya lahan untuk sapi perah adalah kendala nasional. Unang menghimbau untuk mempertahankan dan menambah kualitas dan kuantitas produksi susu.

 

“Produksi susu Kabupaten Bandung Barat secara nasional menyumbang sebesar 12 %. Sedangkan secara regional, Kabupaten Bandung Barat berkontribusi sebanayak 40 % susu segar. Sehingga per harinya bisa menghasilkan susu segar kurang lebih 240 ton susu yang diperoleh dari anggota KPSBU Lembang serta industri-industri rumahan,” jelasnya.

 

Unang berharap supaya masyarakat, khususnya peternak berdaya tidak dari hulunya saja, tetapi sampai hilir. Maka itu, kami dengan Bupati membuat program yang mendorong destinasi agrowisata. Sehingga, para peternak tidak hanya melulu beternak, tapi juga bisa mengolah produknya.

 

“Karena budidaya sapi perah pertama di Indonesia itu di Lembang. Oleh itu, minimal kita harus  melestasrikan dan mempertahankannya. Mungkin nanti dari sektor lainnya bisa menunjang dan dengan kombinasi wisata ini, maka penghasilan peternak bisa lebih meningkat,” harap Unang. bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain