Sabtu, 13 Juli 2019

‘Pertempuran’ di Balik Program #Bekerja 2019

‘Pertempuran’ di Balik Program #Bekerja 2019

Foto: dok.Kementan


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Memasuki bulan Juli 2019, kegiatan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) 2019 untuk lingkung Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dimulai.

 

Ade M Zulkarnaen, Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) merilis sebuah ulasan tentang itu. Dikatakannya, program Bekerja tahun ini diawali dengan tayang lelang LPSE untuk pengadaan 10 juta ekor ayam berikut pakan dan obat-obatan. Lelang konsolidasi ini melibatkan 10 satuan kerja (Satker) senilai Rp 364,2 miliar.

 

Bagi sejumlah peternak pembibit, dia melanjutkan, khususnya di Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur pengumuman lelang tersebut ibarat oase di tengah padang pasir. Bagaimana tidak. Mereka sudah menunggu hampir enam bulan, sejak awal tahun ini.

 

Bahkan, ujar dia, sejumlah peternak sudah ambil ancang-ancang dengan menyiapkan DOC, terutama ayam persilangan/Joper. Karena tertundanya pelaksanaan lelang, kabarnya tidak sedikit dari mereka yang rugi. Juga ada yang kemudian mundur tidak mau lagi ikut lelang.

 

Menurut Ade, patut disimak pelaksanaan Bekerja lingkup PKH tahun ini. Dengan mundurnya jadwal lelang maka besar kemungkinan pelaksanaan mulai dari IB, setting telur HE, pembesaran umur empat minggu sampai distribusi ke titik bagi di Rumah Tangga Miskin (RTM) yang terdaftar, efektif cuma tiga bulan. Mau tidak mau itu harus dilakukan. Misalnya, jika kontrak pemenang lelang pada 16 Agustus maka perlu waktu untuk pemesanan DOC serta pembesaran sampai umur empat minggu. Perlu waktu sekitar 52 hari.

 

Kendati hanya tersedia waktu yang sangat terbatas, lanjut dia, tidak menyurutkan perusahaan untuk mendaftar lelang. Begitu pula dengan peternak calon penyedia DOC maupun ayam umur empat minggu. Mereka saling mengintip kekuatan dan kelemahan rivalnya. Satu sama lain pasang kuda-kuda. Maklum nilai proyek ini cukup menggiurkan.  

 

Pertanyaan yang muncul, tulis Ade, mungkinkah Bekerja 2019 di lingkup PKH ini akan berhasil seperti tahun lalu? Lantas kenapa muncul pertanyaan itu?

 

Dia menguraikan, selain soal waktu yang sangat terbatas, juga soal kesiapan perusahaan peserta lelang. Dengan nilai proyek sebesar itu tentu memerlukan pendanaan yang besar pula. Apakah peserta lelang tahun ini mempunyai dana yang cukup karena kriterianya untuk perusahaan non kecil.

 

Membumbui keterangan, dia menyitir kabar adanya pengusaha peternakan yang tahun ini tidak ikut lagi karena kesibukannya dan faktor lain. Boleh jadi perusahaan yang tahun lalu telah menang sekarang ikut lagi. Tapi apakah yakin bisa lancar setelah sang pengusaha itu mundur.

 

Selain itu, ada pula pengusaha peternakan yang sejak empat bulan lalu tegas menyatakan tidak mau ikut. Alasannya karena jadwal lelang dan pelaksanaan yang molor.

 

Tetapi terlepas dari sikap dan keputusan kedua pengusaha itu, menurut Ade, program Bekerja tetap menarik. Banyak pendatang baru yang akan mencoba peruntungan nasib dalam proyek tersebut.

 

Dia menyebut, beberapa pembiak calon penyedia mencoba meraba-raba peta. Ada yang melakukan konsolidasi dengan cara bergabung supaya bisa memenuhi target pengadaan. Juga ada yang pasang posisi siap tempur di beberapa lokasi.

 

Terlepas dari ‘pertempuran’ itu, dia menandaskan, program Bekerja yang dimulai tahun lalu telah memberikan paradigma baru terhadap usaha unggas lokal. Pro kontra pasti ada. Tetapi setidaknya ada beberapa pihak yang bisa mendapat keuntungan.

 

Pertama, RTM bisa punya usaha skala rumah tangga yang mungkin bisa untuk menambah pendapatan. Kedua, adanya penambahan populasi ayam lokal atau persilangannya yang bisa memotivasi usaha peternakan unggas lokal secara umum.

 

Ketiga, penambahan pendapatan yang sangat signifikan bagi usaha pembiakan maupun pembibitan ayam lokal asli dan yang persilangan. Hal ini dapat berimbas pada munculnya usaha-usaha baru di kemudian hari. Keempat, memperkuat pengusaha supplier karena semakin berpengalaman dalam pengadaan ternak, khususnya ayam lokal.

 

Memungkasi ulasannya, Ade menegaskan, bagian terpenting program Bekerja ini adalah kelancaran pelaksanaan serta transparansi karena program tersebut pendanaannya berasal dari APBN yang juga uang rakyat. Silakan mereka bertempur tetapi tetap patuh pada rambu-rambu. Selamat bertempur. Selamat untuk membantu rakyat miskin. yops

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain