Selasa, 16 Juli 2019

Teknik Budidaya Stingless Bee Diperkenalkan di Kuningan

Teknik Budidaya Stingless Bee Diperkenalkan di Kuningan

Foto: dok.IPB


Kuningan (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University memperkenalkan teknik budidaya stingless bee (lebah tak bersengat) bagi masyarakat desa Sagarahiang, Kuningan (13/7).

 

IPB merilis, kegiatan ini hasil kerjasama dengan Pemerintahan Desa Sagarahiang dan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC).

 

Menurut Arzyana, pengajar dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB University, merujuk kepada kebijakan penataan ruang Kabupaten Kuningan 2011-2031 yakni menjadi Kabupaten Konservasi Berbasis Pertanian dan Pariwisata, dirasa penting untuk mengembangkan nilai-nilai jasa lingkungan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) sebagai jantung hutan konservasi di kabupaten ini.

 

Dia menyatakan budidaya stingless bee dapat menjawab tantangan tersebut. Alasannya adalah stingless bee mudah dibudidayakan, mudah beradaptasi dan bersahabat dengan manusia (tak bersengat), ketersediaan pakan lebah yang banyak, ketersediaan bambu sebagai media budidaya cukup banyak, polinator tanaman hortikultur bawang daun, cabe dan kubis (komoditi unggulan Desa Sagarahiang)

 

“Tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Sagarahiang pada klasifikasi pra-sejahtera masih berada pada angka 33,20% dan selaras dengan program pertanian sehat yang dikembangkan oleh TNGC di desa-desa penyangganya,” ujarnya.

 

Dijelaskannya, peserta mendapatkan materi budidaya dan praktik langsung di lapangan. Materi pelatihan yang diberikan yaitu pemberdayaan masyarakat desa penyangga melalui budidaya lebah, pembelajaran pengembangan bisnis lebah madu oleh Dadan, Polisi Kehutanan (Polhut) TNGC dan  materi kunci mengenai Teknik Budidaya Stingless Bee oleh Septiantina Dyah Riendriasari, Peneliti Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

Arzyana memaparkan target utama kegiatan ini adalah masyarakat Desa Sagarahiang dapat mempraktikkan ilmu budidaya lebah stingless yang tepat guna, sehingga tercipta peluang usaha yang bernilai ekonomi tinggi.

 

“Luaran kegiatan adalah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar TNGC dan terwujudnya peran TNGC sebagai role model dalam pengembangan pertanian sehat. Kedua luaran ini merupakan suatu integrasi dari fungsi kawasan konservasi yang sesungguhnya,” imbuhnya.

 

Pada acara ini Septiantina Dyah Riendriasari optimis program ini akan berhasil karena potensi pakan dan media budidaya cukup banyak tersedia di lingkungan Desa Sagarahiang. ist/yops

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain