Jumat, 26 Juli 2019

JAPFA Miliki Pusat Penelitian Unggas Terbesar di Asia

JAPFA Miliki Pusat Penelitian Unggas Terbesar di Asia

Foto: yopi


Jawa Timur (TROBOSLIVESTOCK.COM). PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melakukan terobosan dengan mendirikan pusat riset unggas bernama JAPFA Poultry Research Farm (JPRF) Jawa Timur. Pusat riset yang didirikan sejak 2012 dan operasional di 2014 ini menelan biaya sekitar Rp 37 miliar dengan memiliki dua fasilitas utama yakni kandang riset yang berlokasi di Mojokerto dan fasilitas riset pakan (feedmill) yang berlokasi di Sidoarjo.
 
 
Di fasilitas kandang penelitian seluas 7 hektar ini terdapat 18 unit kandang dengan yang terdiri atas tiga tipe kandang yang lazim digunakan oleh para peternak yakni kandang terbuka broiler )ayam pedaging) (open house), kandang tertutup (close house), dan pullet – layer house facility yang mampu menampung hingga 60 ribu ayam. Fasilitas ini dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan dan kandungan gizi broiler, tingkat stres ayam akan suhu panas, kesesuaian pakan dan serapan nutrisi, hingga efektivitas dan produktivitas pemeliharaan ayam di masing-masing tipe kandang.
 
 
Bahkan yang terbaru di awal tahun ini, JAPFA menggelontorkan dana sekitar Rp 1,7 miliar untuk membuat tambahan 1 kandang khusus. Kandang khusus ini ditujukan untuk riset ayam yang diberi perlakuan dikontaminasi bibit penyakit yang kemudian diobati dengan metode yang tepat. “Kandang khusus ini untuk riset mencari solusi terkait dengan dampak kebijakan pemerintah mengenai pelarangan penggunaan AGP (Antibiotic Growth Promoter) yang telah diberlakukan sejak tahun lalu,” terang Senior Vice President Head of Technology and Nutrition JAPFA, Ferry Poernama dalam kegiatan kunjungan media ke JPRF pada (25/7).
 
 
Sementara itu, fasilitas penelitian pakan ditujukan untuk melakukan rangkaian penelitian guna menciptakan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ayam, sehingga lebih banyak nutrisi yang diserap oleh ayam serta meminimalisir kotoran ayam agar menjadi lebih ramah lingkungan. “Di pusat penelitian ini, kami melakukan berbagai penelitian dasar dan terapan untuk memajukan industri peternakan unggas di tanah air. Melalui rangkaian penelitian yang dilakukan, kami ingin menghadirkan teknologi peternakan terkini untuk mendukung terwujudnya kemandirian pangan Indonesia,” tegasnya. 
 
 
Melalui keberadaan JPRF ini, JAPFA juga berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi  baik di dalam maupun luar negeri untuk terus berinovasi demi terciptanya kesejahteraan bersama. Kolaborasi ini bersifat saling melengkapi untuk mengembangkan penelitian perunggasan, sehingga dapat menjembatani kesenjangan antara dunia akademis dan kebutuhan industri. Hingga saat ini, JAPFA telah berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Lampung, dan Universitas Syiah Kuala untuk memfasilitasi dunia pendidikan dengan sarana dan prasarana yang dapat menunjang ilmu dan teknologi seputar peternakan modern. 
 
 
Ia mengatakan, guna mewujudkan kemandirian pangan tidak hanya menjadi tugas pemerintah semata, namun sudah seyogyanya pihak swasta turut aktif terlibat. “Kami berharap, dengan adanya berbagai kolaborasi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan ilmu di bidang peternakan yang akan memberikan dampak besar bagi industri peternakan di Indonesia terutama untuk menjamin pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat,” jelas Ferry.
 
 
Corp. Affairs Director JAPFA, Rachmat Indrajaya menyatakan JAPFA sebagai perusahaan agribisnis terintegrasi bertaraf internasional berkomitmen untuk terus membantu pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan serta terus memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyediakan pasokan protein hewani yang berkualitas dengan harga terjangkau. “Fasilitas ini bertujuan untuk menyediakan pangan yang lebih sehat dan berkualitas khususnya bagi masyarakat Indonesia,” tegasnya.
 
 
Sedangkan Group Vice President Global Technical Operations Aviagen Group, Bryan I. FrancHer – salah satu mitra JAPFA yang telah bekerjasama lebih dari 25 tahun menyambut baik keberadaan JPRF ini. “Tujuan kolektif kami adalah untuk menyediakan protein yang sehat dan ekonomis bagi dunia secara berkelanjutan dan manusiawi. Baik Japfa dan Aviagen memiliki banyak pakar ilmiah dan fasilitas penelitian. Kami mendapatkan sinergi dengan bekerja sama secara kolaboratif untuk lebih memahami cara mengelola dan memberi makan produk-produk Aviagen terbaik di Indonesia dan wilayah dunia lainnya,” paparnya.
 
 
Ia berpendapat fasilitas penelitian terapan ini benar-benar canggih dan dilengkapi dengan baik untuk menghasilkan hasil penelitian yang andal dan akurat. “Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bisa berkolaborasi dengan tim JAPFA Poultry Research Farm untuk meningkatkan kinerja produk kami sendiri. JAPFA Poultry Research Farm benar-benar mitra yang luar biasa untuk kolaborasi penelitian, dan kami berharap kerjasama ini bisa berkelanjutan,” urainya. TROBOS/yopi

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain