Selasa, 6 Agustus 2019

Festival Ayam dan Telur 2019 Digelar di Bogor

Festival Ayam dan Telur 2019 Digelar di Bogor

Foto: dok.ramdan


Bogor (TROBOS.COM). Festival Ayam dan Telur (FAT) kembali digelar, kegiatan tahunan tersebut kali ini diadakan di Lapangan Sempur Bogor (4/8). 
 
Acara FAT 2019 itu dihadiri oleh Wali Kota Bogor, perwakilan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat,perwakilan Rektor Institut Pertanian Bogor, Kepala Dinas Pertanian Kota Bogor, Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia, perwakilan Asosiasi-asosiasi (GPMT, GOPAN, GPPUI, PINSAR), dan Civitas Akademika IPB serta warga. 
 
Kegiatan dimulai pukul 06.00 wib dengan senam bersama, ceremoni makan dan telur, talkshow tentang kandungan gizi ayam dan telur serta terakhir pembagian doorprize. Sebanyak 3.000 paket ayam dan telur dibagikan secara gratis bagi warga Bogor yang datang ke Taman Sempur. Dalam waktu 60 menit, ribuan paket dari kegiatan Festival Ayam dan Telur 2019 ludes tanpa tersisa lantaran antusiasme masyarakat yang cukup tinggi untuk bisa makan telur dan ayam.
 
Suhadi Purnomo Ketua Panitia FAT 2019 mengatakan kegiatan FAT ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengonsumsi ayam dan telur sebagai salah satu protein hewani yang cukup penting bagi tubuh. Kemudian, dengan kesadaran tersebut dapat meningkatkan konsumsi ayam masyarakat Indonesia yang maisih rendah dibandingkan negara- negara tetangga.
 
Wali Kota Bogor, Bima Arya menuturkan masih banyak masyarakat, terutama di Kota Bogor yang belum memahami jika ayam dan telur itu penting dikonsumsi. Masyarakat pun bukan tidak mampu membeli telur dan ayam melainkan karena belum mengetahui kandungan gizinya.
 
"Tantangan kita disitu, karena telur dan ayam tidak terlalu mahal namun kandungan proteinnya luar biasa. Jangan sampai warga Kota Bogor kurang gizi disebabkan lebih memilih membeli beli pulsa atau rokok," ungkapnya. Dengan kegiatan tersebut, Bima pun berharap masyarakat mengetahui pentingnya konsumsi ayam dan telur. Terutama orang tua yang menyediakan makanan bagi anak-anaknya setiap hari.
 
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Fini Murfiani yang mewakili Dirjen PKh dalam sambuutannya menyebutkan upaya peningkatan konsumsi daging ayam dan telur harus dilakukan oleh semua pihak secara massif, terstruktur, dan terpadu, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. 
 
Hal itu dilakukan melalui KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) berupa sosialisasi, kampanye maupun promosi konsumsi protein. Baik secara langsung maupun melalui media sosial. 
 
Salah satu peran penting yang diharapkan dapat dilakukan oleh pelaku usaha terutama skala besar adalah melalui kemitraan berupa kampanye peningkatan konsumsi protein. "Festival Ayam dan Telur 2019 ini sejatinya dilaksanakan sebagai upaya dalam meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia,"ungkapnya.
 
Kementan mengapresiasi kegiatan FAT yang dilaksanakan oleh Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) bekerjasama dengan pemerintah Daerah Kota Bogor, IPB, dan Asosiasi lingkup peternakan. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian bersama untuk meningkatkan konsumsi protein hewani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat  dengan mengusung tema “Ayam dan Telur Meningkatkan Gizi dan Prestasi Anak Bangsa”. ramdan
 
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain