Kamis, 8 Agustus 2019

Ekspor Bersama Komoditas Pertanian Bali

Ekspor Bersama Komoditas Pertanian Bali

Foto: dok.ning_bali


Denpasar (TROBOSLIVESTOCK.COM). Ekspor bersama komoditas pertanian yang digenjot melalui program Ayo Galakkan Ekspor Generasi Milenial Bangsa (Agrogemilang 2019) Kementrian Pertanian digelar di Bali pada Rabu (07/08).

 

Komoditas pertanian dari Bali itu dikirim ke Rusia, Ceko, Belanda, Perancis, Spanyol, Afrika Selatan, Barbados, Bahrain, Irael, Dubai, Cina, Korea Selatan, Timor Leste, Australia, New Zealand, Amerika Serikat, Kanada, Chile, dll.  Diekspor pula bibit unggas / DOC (day old chick, anak ayam umur sehari) ke Timor Leste.

 

Melepas ekspor itu, Mentri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ekspor kali ini menjadi  momen penting karena untuk pertama kalinya, komoditas mangga varietas  arum manis, mampu menembus pasar Rusia dengan harga yang cukup fantastis. Per kilo mencapai  lima ratus ribu rupiah.

 

“Hari ini, kita ekspor perdana mangga arum manis yang tembus pasar Rusia yang harganya mencapai lima ratus ribu untuk satu kilo. Ini adalah bukan pekerjaan ringan. Dan kami mengapresiasi Badan Karantina, seluruh jajaran hortikultura perkebunan, teman-teman eksportir dan semua pihak,” ujar Amran.

 

Ia juga menambahkan jika kenaikan nilai ekspor, dari tahun ke rahun semakin meningkat. “Dibanding dengan lima tahun pemerintahan sebelumnya, angka ekspor naik 100%. Neraca produksi pertanian selama lima tahun terakhir selalu surplus. Tahun 2013, untuk sektor pertanian, kita start di 33 juta ton. Di 2018,  sudah mencapai 42,5 juta ton di 2018. Dan Target di 2019, 45 juta ton,” imbuh Amran.

 

Menurut Amran, kenaikan angka-angka ini tak luput dari lahirnya kebijakan-kebijakan seperti Permentan yang membuat peta komoditas strategis di seluruh Indonesia (Indonesian Map of Agriculture Commodites Export/ IMACE), melakukan edukasi kepada petani-petani dan langsung memonitor packagingnya. Langkah-langkah tersebut dinilai Amran dapat mengurangi kerugian eksportir juga petani.

 

“Kita tetapkan standardisasi semua komoditas ekspor yang akan dikirim ke negara tujuan. Apakah memenuhi semua syarat semua, supaya tidak direject. Kemudian. Kita juga buka pasar baru seluas-luasnya”, terang Amran.

 

Selain itu, guna mendukung upaya peningkatan ekspor tersebut, diberlakukan elektronik sertifikat phytosanitary (e-Cert) yang bisa diunduh secara online. Melalui e-Cert ini, barang yang akan dikirim, dipastikan diterima oleh negara pengimpor terlebih dulu. Barang yang akan dikirim ini, sudah diterima dulu, baru fisiknya diberangkatkan. Kini, sudah ada empat negara yang telah menerapkan e-Cert  yaitu Australia, Belanda, New Zealand, Vietnam.

 

“Saya berharap, bila perlu, satu dua tahun ke depan, e-Cert sudah mendunia. Kita berkompetisi dengan teknologi. Hari ini adalah hasil pertanian 4.0,” pungkas Amran.

 

Acara yang dilaksanakan di Bali Logistic Park PT Angkasa Pura Logistic Bandara I Gusti Ngurah Rai itu juga dihadiri oleh para eksportir, kepala Balai Karantinan dan jajarannya,  Kepalas Dinas Pertanian dan jajarannya, kepolisian dan jajarannya, praktisi, peneliti-dosen-mahasiswa pertanian dari berberapa Universitas yang ada di Bali. Adapun jenis-jenis komoditas pertaninan Bali yang diekspor antara lain; mangga arum manis ke Rusia, buah naga ke Dubai, vanili ke Perancis-Kanada-Amerika Serikat-Australia, benih paprika ke Belanda, salak ke Dubai, DOC ke Timor Leste, Nuri Merah ke Ceko.  Ning

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain