Kamis, 29 Agustus 2019

Permohonan Rekomendasi Ekspor PKH Mendapat Prioritas

Permohonan Rekomendasi Ekspor PKH Mendapat Prioritas

Foto: dok.DitjenPKH


Depok (TROBOSLIVESTOCK.COM). Melalui aplikasi online, pelayanan rekomendasi ekspor bidang peternakan dan kesehatan hewan mendapatkan prioritas.

 

"Khusus untuk pelaku usaha bidang ekspor, pemerintah akan sepenuhnya mendorong dan berupaya memberikan prioritas kepada pelaku usaha bidang ekspor untuk kemudahan dan kecepatan proses permohonan rekomendasinya," ungkap Sekretaris Ditjen PKH, Nasrullah pada Sosialisasi Layanan Rekomenasi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sistem Pelaporan Realisasi Pemasukan dan Pengeluaran Benih dan/atau Bibit Ternak, serta Pelaporan Realisasi Pengeluaran Ruminansia Kecil dan Babi di Depok, Selasa (27/8/2019).

 

Sosialisasi dihadiri oleh aparat birokrasi terkait juga pelaku usaha pemohon jasa perizinan/ rekomendasi bidang PKH. Nasrullah menyampaikan sejak 2017 sebanyak 23 jenis layanan di Ditjen PKH sudah diproses secara online, 20 (dua puluh) jenis layanan diantaranya melalui sistem yang dibangun yaitu aplikasi Simrek PKH dan 3 (tiga) jenis layanan melalui aplikasi Simpel Kementerian Pertanian.

 

Lebih lanjut Nasrullah mengingatkan bahwa efisiensi dan kecepatan proses pelayanan rekomendasi baik ekspor maupun impor ditentukan juga oleh kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan, baik adminsitrasi maupun teknis.

 

"Saya meminta pengguna jasa layanan memastikan pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan, misalnya data yang diisikan pada sistem aplikasi sesuai dengan dokumen yang dipersyaratkan," pungkasnya.

 

Pelayanan Online

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan membuka layanan permohonan rekomendasi melalui aplikasi online untuk meningkatkan kualitas, kecepatan, efisiensi, efektivitas, dan transparansi pelayanan publik.

 

Nasrullah manyatakan, melalui sistem itu pelayanan publik di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dapat diberikan dengan cepat, tepat, akurat, akuntabel, dan aman.

 

"Sesuai kesepakatan, surat persetujuan/ sertifikasi/ rekomendasi yang semula diambil secara langsung melalui loket layanan rekomendasi, mulai tanggal 1 Maret 2018 sudah dapat dicetak langsung (paperless) oleh pelaku usaha melalui aplikasi Simrek PKH," jelas Nasrullah.

 

Dia menyebutkan proses permohonan pemasukan dan pengeluaran benih dan/atau bibit ternak serta pengeluaran ruminansia kecil dan babi yang pada awalnya dilakukan secara semi online melalui aplikasi Simpel Kementan, selanjutnya mulai tanggal 1 November 2018 diproses secara full online melalui aplikasi Simrek PKH.

 

"Komoditas yang sudah berjalan sistem pelaporannya adalah komoditas bahan pakan asal hewan serta komoditas karkas, daging, jeroan dan olahannya, sementara komoditas lainnya akan segera diluncurkan karena masih dalam proses pengembangan," ujar Nasrullah.

 

Menurutnya, sistem pelaporan ini diperlukan untuk menyusun data realisasi pemasukan, penyimpanan dan pemutasian secara realtime dengan akurasi yang tinggi. Data realisasi ekspor impor yang valid dari rekomendasi yang telah diterbitkan merupakan bahan untuk pengambilan kebijakan. ist/ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain