Jumat, 6 September 2019

Promosi Konsumsi Protein Hewani untuk Tumbuh Kembang Anak

Promosi Konsumsi Protein Hewani untuk Tumbuh Kembang Anak

Foto: ist/pixabay


Yogyakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Fakultas Peternakan UGM bekerja sama dengan Indonesian Children Care Community (IC3) menyelenggarakan Seminar Promosi Konsumsi Protein Hewani dan Nabati Demi Anak Sehat, Tumbuh, dan Cerdas, Sabtu, (7/9) di Auditorium Fakultas Peternakan UGM.

 

IC3 didirikan oleh EV Heru Prasanta Wijaya (Direktur Utama PT HRL Internasional) dan diketuai oleh Prof Ali Agus yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Peternakan UGM. IC3 berperan secara aktif meningkatkan kualitas kesejahteraan ibu dan anak Indonesia melalui penyediaan produk nutrisi yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak.

 

Sektor peternakan berperan besar dalam penyediaan pangan hewani seperti daging, telur, dan susu yang sangat penting bagi pertumbuhan kecerdasan anak. Global Nutrition Report 2018 dari UNICEF memperlihatkan Indonesia berada di peringkat bawah gizi buruk bersama dengan negara-negara lain di Afrika, India, dan sekitarnya. Gizi buruk menjadi penyebab utama anak stunting, fisiknya tumbuh tidak normal, otaknya mengecil, dan kecerdasannya berkurang.

 

Kejadian balita stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi selama 2015—2017, stunting memiliki prevalensi tertinggi dibandingkan dengan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan gemuk. Prevalensi balita stunting mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% pada 2017.

 

Fakultas Peternakan UGM dalam hal ini berperan melakukan riset penggalian pangan berprotein hewani tinggi karena protein hewani dapat diserap hingga 98% oleh tubuh. Salah satu pangan berprotein tinggi yang telah dikembangkan oleh Fakultas Peternakan UGM adalah telur fungsional. Telur fungsional adalah telur yang dihasilkan oleh induk ayam dengan sistem pemeliharaan dan pemberian pakan khusus sehingga jika telur tersebut dikonsumsi sehat dan menyehatkan konsumen.

 

Dari hasil penelitian, telur fungsional memiliki kadar kolesterol 1/3 (30%) lebih rendah dan protein albumin 10% lebih tinggi dibandingkan dengan telur konvensional. Disamping itu, telur fungsional juga bebas residu antibiotin dan bakteri-bakteri patogen.

 

Telur fungsional adalah telur ayam yang mengandung energi dan unsur kehidupan. Selain telur, daging juga merupakan sumber protein yang tidak tergantikan karena mengandung zat besi tinggi.

 

Seminar ini akan diisi oleh tiga narasumber, yaitu Emy Huriyati (pakar gizi Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM), Arida Oetami (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Provinsi DIY), dan  Mohammad Juffrie (dokter spesialis anak Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM). Seminar ini mengundang tenaga pendidik PAUD dan TK se-DIY dan ibu-ibu penggerak PKK. ist/ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain