Jumat, 6 September 2019

Pemerintah Akui Suplai Ayam Broiler Surplus, Namun Masih Wajar

Pemerintah Akui Suplai Ayam Broiler Surplus, Namun Masih Wajar

Foto: dok.ntr


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Terkait terpuruknya kembali harga livebird broiler , pemerintah mengakui ada potensi surplus 577.918 ton atau 17.77% tahun ini, namun realisasinya tercatat hanya 7,29% sampai dengan Agustus 2019.

 

Subbag Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Pebi Purwo Suseno melalui keterangan tertulis, Kamis (5/9), menyebutkan terkait harga livebird di tingkat peternak (farm gate), Ditjen PKH terlebih dahulu memastikan data-data potensi dan realisasi produksi ayam broiler.

 

Tercatat, potensi kebutuhan daging ayam broiler pada 2019 (Januari-Desember) sebesar 3.251.745 ton atau rata-rata 270.979 ton/bulan, sedangkan potensi produksi daging ayam ras tahun 2019 (Januari - Desember) sebesar 3.829.663 ton atau rata-rata 319.139 ton/bulan.

Dari data tersebut, terdapat potensi surplus sebanyak 577.918 ton atau 17.77% selama
periode 2019. Namun demikian, dari data potensi di atas realisasi sesungguhnya sampai Agustus 2019 sebesar 2.334.042 ton atau 291.755 ton per bulan. Artinya terdapat surplus sampai saat ini sebesar 7.29% dari kebutuhan nasional. Dari surplus sebanyak 7.29%, sebenarnya ideal untuk cadangan pangan asal unggas dalam skala nasional.

Langkah cutting HE (hatching egg, telur tetas) umur 19 hari dan tunda setting berdasarkan Surat Edaran Ditjen PKH Nomor: 095009/SE/PK.010/F/09/2019 tanggal 2 September 2019 tentang Pengurangan day old chick (DOC) final stock (FS) tahun 2019 dilakukan untuk mempercepat berkurangnya produksi DOC FS dengan harapan peternak mandiri menikmati harga HPP yang stabil sesuai Permendag No 96 tahun 2018.

 

Anomali Harga
Terjadinya anomali harga livebird di tingkat farm gate (peternak) dengan harga Rp 11.000-17.000, dibandingkan dengan harga di pasar yang masih stabil tinggi sebesar Rp 30.0000 - Rp35.000 sangat jelas menunjukan adanya disparitas harga yang sangat tinggi.

Untuk hal tersebut dalam rangka percepatan kembali normalnya harga livebird di tingkat farm gate (peternak) ke HPP, Dirjen PKH menghimbau kepada seluruh pelaku usaha peternakan baik integrator maupun peternak mandiri, sebagai berikut:

Pertama, agar peternak mandiri tidak melakukan aksi demo yang dapat menyebabkan situasi tidak kondusif. Kedua, agar pelaku usaha atau integrator memaksimalkan kapasitas pemotongan ayam di rumah potong hewan unggas (RPHU) dan selanjutnya disimpan di cold storage minimal 30% dari produksi;

Ketiga, agar pelaku usaha/integrator membuat perencanaan produksi DOC FS secara baik dan benar dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar (keseimbangan supply demand). Keempat, agar SE No 095009/SE/PK.010/F/09/2019 tanggal 2 September 2019 tentang Pengurangan Day Old Chick (DOC) Final Stock (FS) tahun 2019 dilaksanakan dengan tertib dan penuh tanggungjawab;

Kelima, agar seluruh Integrator berempati kepada peternak mandiri untuk mendorong stabiltas harga Permendag No 96 tahun 2018.

 

Keenam, agar seluruh pelaku usaha dan integrator dapat mengirimkan data yang benar dan transparan ke sistem pelaporan online pada tautan http://bitpro.ditjenpkh.pertanian.go.id/unggas. Pelaporan online ini penting, karena Ditjen PKH hanya menggunakan data yg dilaporkan via online dalam menganalisis produksi dan supply demand yang dilakukan oleh tim analisa penyediaan dan kebutuhan ayam ras dan telur konsumsi.

Ketujuh, sebagai bentuk transparansi, hasil pelaporan populasi, produksi dan distribusi GPS, PS, dan FS per propinsi per bulan dapat dilihat oleh masyarakat melalui website, pada tautan http://bitpro.ditjenpkh.pertanian.go.id/unggas/Publik.html. ist/ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain