Selasa, 24 September 2019

Persepsi Bahas Problematika Harga Broiler

Persepsi Bahas Problematika Harga Broiler

Foto: dok.Persepsi


Malang (TROBOSLIVESTOCK.COM). Perhimpunan Ilmuwan Sosial Ekonomi Peternakan Indonesia (Persepsi) Komisi Daerah Jawa Timur menggelar focus group discussion “Problematika Harga Daging Broiler di Tingkat Peternak”, di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) pada Senin (23/9).

 

Anie Eka Kusumastuti, panitia acara ini menjelaskan FGD diikuti oleh anggota Persepsi, peternak, pedagang ayam, dan akademisi Perguruan Tinggi di wilayah Jawa Timur mengenai permasalahan perunggasan saat ini. Tujuannya memberikan gambaran serta bantuan pemikiran mengenai kondisi perunggasan, diharapkan mampu menjadi solusi masalah perunggasan di Indonesia dan membuat Path kontribusi Sarjana Sosial Ekonomi Peternakan dalam Bidang Riset dan Pengabdian.  

 

Pada bulan Juni 2019 lalu mereka pernah menyampaikan keluhan serupa. Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi mengungkapkan ayam di tingkat peternak menyentuh harga terendahnya di level Rp 8.000 per kilogram (Kg) pada Agustus 2019. Selama kurun waktu 9 bulan pada 2019, usaha perunggasan mengalami dua kali gelombang tsunami anjloknya harga ayam hidup, sehingga peternak merugi.

 

Dari diskusi ini terungkap harga ayam jatuh diduga karena kelebihan pasokan ayam di lapangan, begitu pula situasi pada bulan Juni 2019. Berbagai upaya dilakukan dan disuarakan peternak kepada pemerintah, termasuk upaya antisipasi untuk menjaga kestabilan harga ayam hidup. Namun tak pernah ada solusi yang jitu dan berkepanjangan.

 

Harga ayam terpaut jauh dengan harga pokok produksi (HPP) yang diklaim mencapai Rp18 ribu per kg. Tingginya HPP dipicu tingginya harga komponen sarana produksi ternak meliputi pakan, obat-obatan, vaksin dan day old chick (DOC).

 

Sayangnya, saat harga ayam di tingkat peternak turun, harga sarana produksi ternak tetap tinggi.  Harga pakan, berada pada kisaran di harga Rp6.800-Rp7.400 per kg. Padahal pakan merupakan komponen terbesar dalam usaha budidaya ayam. Harga DOC tercatat sejak Agustus 2018 sebesar Rp6.600-Rp6.100 per ekor. Harganya baru turun pada periode Juni-Agustus 2019 ke posisi Rp4.000 per ekor. Kejatuhan harga ayam di tingkat peternak tak disertai dengan penurunan harga daging ayam potong di tingkat konsumen.  ist/ramdan

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain