Selasa, 8 Oktober 2019

JAPFA Resmikan Unit Baru Hatchery

JAPFA Resmikan Unit Baru Hatchery

Foto: dok.yand


Aceh Besar (TROBOSLIVESTOCK.COM). PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk (JAPFA) melalui anak usahanya, PT Indojaya Agrinusa rambah pasar Aceh dengan meresmikan 1 unit hatchery di Desa Jawie, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar (8/10).
 
Pembangunan hatchery tersebut merupakan salah satu upaya JAPFA untuk mengembangkan dan mendekatkan usaha dengan para pelanggannya di Aceh.
 
Menurut Head of Feed Operation Unit Medan dan Padang PT Indojaya Agrinusa, Anwar Tandiono bahwa hatchery dibangun di lahan seluas  6.2 hektar. Pembangunan hatchery ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus meningkat di wilayah Aceh dan sekitarnya. “Hal ini juga merupakan salah satu wujud komitmen JAPFA untuk dapat membantu peternak lokal dalam menyediakan anak ayam broiler (ayam pedaging) yang berkualitas dan mendukung kemandirian pangan khususnya dalam penyediaan pasokan protein hewani bagi masyarakat,” ujarnya.
 
Sementara Syamsir Siregar mengaku bahwa selama ini untuk memenuhi kebutuhan Aceh, DOC (ayam umur sehari) didatangkan dari Medan, namun tidak menjamin kualitasnya akan bagus karena perjalanan Medan - Aceh yang cukup panjang. “Ini salah satu alasan kami mendirikan hatchery di sini. Selain pun, dalam rangka memenuhi permintaan yang terus berkembang,” terang Presiden Komisaris PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk ini.
 
Sebenarnya, Syamsir menyampaikan, sudah lama sekali JAPFA ingin berinvestasi di Aceh karena perkembangannya yang cukup menjanjikan. Seperti diketahui, penduduk dunia semakin banyak termasuk Indonesia dengan populasi 270 juta jiwa. Kabupaten Aceh Besar sendiri penduduknya sekitar 400 ribu jiwa dan mungkin akan bertambah menjadi 1 juta jiwa tahun depan. “Generasi mudanya pun sudah mulai beternak, tidak seperti puluhan tahun yang lalu, yang hanya dikelola oleh orang tua. Dan adanya pembinaan dari perguruan tinggi kepada peternak, cukup memberikan daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di sini,” ungkapnya.
 
Pun demikian, tambahnya, hadirnya hatchery di Aceh dapat membawa hasil yang lebih baik untuk masyarakat sekitar dan harapannya JAPFA bisa berinvestasi lagi di bidang lain, sehingga bisa memajukan peternakan di Aceh. 
 
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali yang turut hadir pada peresmian hatchery, memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada JAPFA. 
 
Mawardi mengharapkan bahwa dengan berdirinya hatchery di Aceh Besar bisa memancing para investor lain untuk berinvestasi di daerahnya. “Aceh bukan lagi aman, tapi sudah sangat nyaman. Siapa saja yang berinvestasi di sini, kami berikan kemudahan,” cetusnya.
 
Aceh atau Aceh Besar khususnya, sekarang ini adalah daerah yang masyarakatnya termiskin di Sumatera. Masyarakat miskin ini harus bisa dikurangi dengan pemberdayaan ekonomi yang lebih baik. “Jangan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Oleh karenanya, investasi adalah suatu keniscayaan untuk menekan angka kemiskinan, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sangat mendukung terhadap investasi yang ada,” ucapnya.
 
Dan tidak menutup kemungkinan, Mawardi menambahkan, JAPFA bisa berinvestasi di bidang lain tidak hanya hatchery. “Kan baru penetasan saja yang ada di sini. Siapa tahu nanti induk ayamnya juga ada. Begitu pula dengan pakan, karena jagung sebagai bahan baku utama tersedia banyak di sini. Dan dengan lahan yang sangat luas, bisa dimanfaatkan untuk peternakan sapi,” pungkasnya. yand

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain