Sabtu, 26 Oktober 2019

ISPI Bahas Desa Mandiri di Kalimantan barat

ISPI Bahas Desa Mandiri di Kalimantan barat

Foto: istimewa


Kalimantan Barat (TROBOSLIVESTOCK.COM). Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) menggelar seminar “Peran ISPI dalam Menghadapi Industri Peternakan 4.0 untuk Membangun Desa Mandiri”  di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura  (UNTAN)  tanggal 22 Oktober 2019.

 

Seminar yang dihadiri oleh 306 peserta ini dibuka oleh Asisten Daerah II Syarif  Kamaruzaman. Dia mengungkapkan,  untuk menyukseskan visi provinsi Kalbar untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, produktif dan inovatif, perlu didukung asupan protein hewani kecerdasan dan kekuatan fisik.

 

“Disinilah sektor peternakan penting berperan dalam memenuhi kebutuhan daging, telur dan susu masyarakat. Misi ke-4 juga berkaitan erat dengan sektor peternakan yaitu Mewujudkan masyarakat sejahtera. Sebagian besar masyarakat Kalbar hidup diperdesaan sehingga perlu disinergikan dengan program peternakan sehingga perekonomian masyarakat meningka,” tutur dia.

 

Syarif optimis, ISPI bersama pemerintah Kalbar dan pemangku kepentingan lainnya mampu bekerjasama untuk membangun peternakan untuk mendorong pencapaian status desa menjadi Desa Mandiri di propinsi Kalimantan Barat. Menurut dia, pada 2018 berdasarkan status indek desa membangun hanya ada 1 desa mandiri. Tetapi pada tahun ini desa mandiri sudah meningkat menjadi 83 dan diharapkan pada 2023 menjadi 425 desa mandiri.

 

Seminar berlangsung dalam 2 Sesi, sesi pertama diisi oleh Siti Nur Aini dari MLA (Meat and Livestock Australia) dan Samto Sulah dari Sabah Malaysia. Samto Sulah menuturkan, intergrasi sapi-sawit bisa menjadi salah satu solusi untuk mengembangkan peternakan dan ada simbiosis mutualisme. Kalimantan Barat tidak jauh berbeda dengan Sabah Malaysia.

 

“Jumlah penduduk Sabah 4,8 juta jiwa sedangkan Kalbar 5,4 Juta jiwa serta memiliki kesamaan budaya. Kerjasama-kerjasama bidang peternakan bisa dilakukan antar dua daerah ini,” ungkap dia.

 

Sesi Kedua diisi oleh Kepala dinas Kesehatan hewan, Pangan dan Peternakan Provinsi Kalbar yaitu Muhammad Munsif, Didiek Purwanto selaku ketua ISPI Pusat dan Audy Joinaldy dari Perkasa dan Lintas Agro Group. 

 

Didiek Purwanto memaparkan, peternakan dalam menopang ekonomi untuk menciptakan desa mandiri harus lebih digali lagi potensinya, “Anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa beternak adalah untuk digunakan sebagai tabungan harus diubah, beternak harus menjadi industri, ujar didiek. Beternak dengan memanfaatkan potensi lokal untuk pakan bisa menjadi solusi untuk membangkitkan perekonomian agar menjadi desa mandiri,” ujarnya. ist/ramdan

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain