Jumat, 1 Nopember 2019

Rintisan Pembiakan Sapi Nelore

Rintisan Pembiakan Sapi Nelore

Foto: ramdan


Sapi Nelore mempunyai keunggulan mampu bertahan di iklim Indonesia yang tropis, memiliki rasio keberhasilan reproduksi tinggi, tahan terhadap penyakit dan parasit serta sifat keibuan lebih baik dibanding sapi brahman cross
 
 
Masalah pangan merupakan prioritas utama pemerintah, dimana sudah cukup lama pemerintah berupaya untuk menyasar swasembada daging nasional melalui pembenahan dari hulu – hilir salah satunya dengan cara peningkatan produksi melalui penambahan jumlah populasi bibit indukan yang unggul. 
 
 
Dalam upaya mendukung pemerintah untuk mewujudkan swasembada daging tersebut,  PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JAPFA) melalui anak perusahaannya PT Santosa Agrindo (Santori) mencoba mengembangbiakkan sapi asal Amerika – Brazil yaitu jenis F1 Nelore. Diungkapkan Safuan Kasno, Head of Cattle Fattening PT Santori tahap awal Santori telah mengimpor semen 5.000 pcs pada 2017 yang dikawinkan dengan sapi ex impor brahman cross dan ternyata hasilnya cukup menggembirakan. “Jumlah per 1 Oktober 2019, populasi sapi F1 Nelore di kandang berjumlah 760 ekor yang terdiri berbagai umur,” jelasnya.
 
 
Sambungnya, Santori terus melakukan research dan pengembangan bagaimana memajukan industri pembibitan sapi indukan untuk menghasilkan jenis sapi produktif, performa baik dan tentunya yang dapat mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada daging nasional. “Dengan sapi F1 Nelore ini, kami optimis jika peternak lokal dapat berperan aktif dalam mendukung swasembada daging  nasional,” jelasnya. 
 
 
Ia kemukakan dalam mewujudkan kemandirian pangan tidak hanya menjadi tugas pemerintah semata, namun sudah seyogyanya pihak swasta turut aktif terlibat. “Kami berharap makin banyak mitra peternak yang ikut berperan dalam mengembangbiakan sapi F1 Nelore sehingga dapat membantu mendongkrak jumlah produksi sapi nasional untuk menjamin pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat,” pungkas Safuan.
 
 
Keunggulan Sapi Nelore
Keunggulan sapi F1 Nelore ini, dipaparkan Safuan mampu bertahan di iklim Indonesia yang tropis, memiliki rasio keberhasilan reproduksi tinggi serta sifat keibuan lebih baik dibanding brahman cross. “F1 Nelore memiliki rangka tulang 35 % lebih besar, sehingga membuat sapi ini memiliki bobot daging yang lebih banyak. Saat ini sudah diseminasikan kepada beberapa mitra peternak PT Santori dan mereka cukup puas atas keberadaan sapi F1 Nelor ini,” tuturnya.
 
 
Ditambahkan Amir, Manager Breeding PT Santori saat ini baru Santori yang mengembangkan sapi Nelore. Alasannya memilih sapi Nelore yaitu selain memiliki tingkap adaptasi yang baik di iklim tropis, juga tahan terhadap penyakit dan parasit dibandingkan dengan sapi-sapi yang biasa dikembangbiakan di Indonesia. Sehingga tingkat mortalitas yang sangat rendah hanya 2,9 persen. “Jika dibandingkan brahman cross yang mencapai angka 6 persen (Dilihat Gambar 1),” cetusnya.
 
 
Tantangan dalam pengembangbiakan sapi nelore ini dikemukakan Amir dengan hyper replacement-nya untuk indukan, karena selama ini yang dimiliki indukan BCS (Body Condition Score) terlalu tinggi sehingga untuk replacement agak sulit buntingnya. Dengan diturunkan BCS membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang cukup lama. Maka itu, membuat suatu formula untuk maintance BCS sejak awal sehingga sudah masuk dalam kelompok indukan yang siap di inseminasi buatan. “BCS kita maksimal 3,5 dari 5, jika lebih dari nilai itu akan kegemukan dan berpengaruh terhadap organ reproduksi yang banyak lemaknya,” urainya.
 
 
Dia berharap sapi nelore ini bisa berkembang terus dan peternak lain dapat mendapatkan keuntungan yang optimal dengan memelihara sapi F1 nelore ini.
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 242/November 2019
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain