Jumat, 1 Nopember 2019

drh. Ignatia Tiksa Nurindra: Tidak Hanya Melindungi Ayam dari IBD, namun juga Mampu Mengontrol Penya

drh. Ignatia Tiksa Nurindra: Tidak Hanya Melindungi Ayam dari IBD, namun juga Mampu Mengontrol Penya

Foto: 
Perbandingan titer antibodi sebelum dan sesudah ditantang (pengujian titer dilakukan dengan menggunakan ELISA Biochek) dan jumlah titer yang positif/jumlah sampel yang diuji.

Bagi industri perunggasan broiler, Infectious Bursal Disease (IBD) atau gumboro merupakan penyakit viral yang tidak asing lagi. Oleh sebab itu diperlukan pencegahan yang tepat, tidak hanya melindungi ayam, namun juga yang dapat menghentikan siklus penyakit gumboro supaya tidak terus berulang di farm. Selain memperketat biosecurity dan sanitasi, pencegahan lain yang tidak kalah penting adalah penggunaan vaksin yang tepat. Berbagai jenis vaksin IBD beredar di pasaran, mulai dari vaksin live konvensional, vaksin IBD immune complex dan vaksin HVT IBD. Kedua vaksin yang disebut terakhir dapat diaplikasikan di hatchery, namun apa bedanya? 
 
 
VAKSIN IBD IMMUNE COMPLEX 
merupakan vaksin IBD live yang dilemahkan dan menggunakan teknologi immune complex. Immune complex yang dibentuk oleh vaksin dan antibodi IBD akan melindungi virus vaksin dari netralisasi kekebalan asal induk. Vaksin ini akan menuju bursa setelah kekebalan asal induk di dalam darah rendah dan mulai bereplikasi di bursa sehingga dapat memblokir bursa dari infeksi virus lapangan dan menim¬bulkan kekebalan. Akibatnya, bursa ayam yang divaksin dengan vaksin IBD immune complex (Transmune) tidak melakukan shedding virus lapangan. Hal ini sangat penting karena cara ini mampu mengurangi jumlah virus lapangan dan mencegah munculnya virus IBD strain baru. 
 
 
VAKSIN HVT IBD 
merupakan produk rekayasa genetika yaitu vaksin Marek yang disisipi vaksin IBD. Vaksin ini akan membentuk kekebalan humoral setelah vaksin Marek bereplikasi. Vaksin ini juga tidak akan dinetralisasi oleh kekebalan asal induk. Berbeda dengan vaksin IBD immune complex, vaksin ini tidak dapat bereplikasi di bursa sehingga apabila tantangan terhadap virus lapangan tinggi, virus lapangan masih dapat menduduki bursa, bereplikasi di bursa dan shedding virus lapangan yang dapat menginfeksi. 
 
 
PERLINDUNGAN YANG DITIMBULKAN VAKSIN IBD IMMUNE COMPLEX DIBANDINGKAN DENGAN VAKSIN HVT IBD 
 
 
Materi dan Metode 
DOC dengan titer MAb IBD (kekebalan asal induk) Virus Neutralisasi rata-rata 3394 dan ELISA Biochek rata-rata 5420 dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: 
Divaksin dengan vaksin IBD immune complex (Transmune) 
Divaksin dengan vaksin IBD rekombinan rHVT-VP2 
Tidak divaksin 
 
 
Ketiga kelompok tersebut ditantang dengan virus IBD 104 DIE50 yang berasal dari beberapa negara dengan patotipe atau genotipe yang berbeda. Evaluasi perlindungan terhadap infeksi IBD atau terhadap lesi bursa diperiksa pada 4 hari dan 14 hari setelah ditantang. 
 
 
Hasil 
Perbandingan titer antibodi sebelum dan sesudah ditantang (pengujian titer dilakukan dengan meng¬gunakan ELISA Biochek) dan jumlah titer yang positif/jumlah sampel yang diuji.
 
Titer ayam yang divaksin dengan vaksin IBD immune complex (Transmune) tidak berubah secara signifikan, sedangkan titer ayam yang divaksin dengan vaksin HVT IBD dan jumlah titer yang positif meningkat secara signifikan.
 
 
Perbandingan perlindungan bursa setelah 4 haridan 14 hari ditantang dengan virus IBD
 
Setelah ditantang, lesi akut dapat ditemukan pada kelompok ayam yang divaksin dengan vaksin HVT IBD. Hal tersebut menunjukkan adanya infeksi, replikasi virus tantang dan akhirnya akan terjadi shedding virus tantang. Sementara pada ayam yang divaksin dengan Transmune memiliki tingkat perlindungan yang optimal.
 
 
Menariknya perlindungan terbaik adalah terhadap tantangan dari virus Turkish Strain (TR) yang secara genetic dekat dengan donor virus vaksin.
 
 
Ayam yang divaksin dengan vaksin IBD immune complex (Transmune) memberikan perlindungan bursa yang lebih baik setelah 4 hari maupun 14 hari ditantang dengan virus IBD daripada ayam yang divaksin dengan vaksin HVT IBD. 
 
 
Kesimpulan: 
Vaksin IBD immune complex (Transmune) mampu memberikan perlindungan yang menyeluruh terhadap berbagai strain virus gumboro. 
Vaksin IBD immune complex (Transmune) tidak hanya melindungi ayam, namun juga mampu mengontrol penyakit IBD. Vaksin ini memberi perlindungan terhadap gejala klinis juga terhadap replikasi virus lapangan dan shedding. 
Vaksin HVT memiliki efikasi yang baik terhadap virus gumboro lapangan yang homolog terhadap strain virus yang menjadi donor vaksin, namun lemah terhadap strain virus lainnya. TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain