Jumat, 1 Nopember 2019

Novogen Rambah Pasar Sumatera

Novogen Rambah Pasar Sumatera

Foto: 
Foto bersama usai seminar

Sukses memasarkan produknya ke beberapa daerah di Indonesia, perusahaan asal Perancis ini kembali memperluas pasarnya di wilayah Sumatera Barat
 
 
Salah satu cabang usaha dari Grup Grimaud, Novogen melakukan ekspansi di berbagai negara. Di Indonesia sendiri, Novogen sudah cukup dikenal di beberapa daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. 
 
 
Tidak sampai di situ, pada 19 Oktober lalu, Novogen kembali memperkenalkan produknya kepada peternak layer (ayam petelur) di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Perkenalan Novogen dikemas dalam bentuk seminar yang dihadiri sekitar 50 peternak, yang diadakan di Restoran Sambal Lado. Sebelumnya di hari yang sama, Novogen melakukan kunjungan ke beberapa peternak layer di Kabupaten Padang Pariaman yang sudah menggunakan ayamnya. Meski baru, peternak sangat senang karena ada strain lain yang menjadi pilihan mereka dalam beternak. 
 
 
Menurut Country Manager of Novogen Indonesia, Paulus Sukartono, seminar dapat terlaksana atas dukungan dari Lubuk Buaya (LB) Poultry Shop dan LG JAYA Farm. “Kehadiran kami di sini, dibantu dengan dua rekan tersebut ingin memperkenalkan produk kami. Di samping silaturahmi, kami ingin berbagi pengalaman, berbagai informasi, saling belajar dan mengajar mengenai ayam,” ungkap Paulus. 
 
 
Pun demikian, sambung Paulus, ingin mengekpos peternakan ayam di Pariaman agar semua orang tahu bahwa peternakan ayam di sini cukup berkembang. “Tidak menutup kemungkinan, Pariaman bisa menjadi sentra layer terbesar di Indonesia,” ujarnya. 
 
 
Paulus menerangkan, Novogen tergolong pemain baru di bidang genetik layer. Meski begitu, ia yakin strain yang dihasilkan perusahaannya tidak kalah dengan strain-strain yang sudah lebih dulu ada. Para genetis Novogen berpendapat bahwa untuk menciptakan ayam yang baik tidak hanya menyeleksi berdasarkan keunggulan produksi atau produktivitasnya, tetapi kemampuan ayam untuk beradaptasi dengan lingkungan, mikroklimat, sistem pemeliharaan maupun sistem manajemen di Indonesia atau di seluruh dunia, dari yang sangat modern sampai yang sangat sederhana sekalipun. “Novogen menawarkan ayam dengan genetik seperti itu. Ayam yang kalem, tahan panas, juga tahan kelembapan,” tukasnya. 
 
 
Novogen tidak mempunyai varian, sehingga yang beredar di seluruh dunia karakter atau kualitas genetiknya sama, dengan faktor adaptabilitas menjadi prioritas. Filosofinya dengan semakin bagus adaptabilitas suatu ayam maka akan semakin mudah menampilkan potensi genetiknya. “Tahapan seleksi genetik yang dilakukan sudah meliputi semua karakter atau sifat-sifat yang dibutuhkan ayam untuk bisa dipelihara dengan semua sistem, baik sistem free range, sistem barn, sistem aviary maupun sistem baterai. Inilah yang menjadi keunggulan ayam Novogen,” klaim Paulus. 
 
 
Novogen telah membangun jaringan pemasaran, penjualan, dan logistik dengan jangkauan pengiriman ke semua benua. Saat ini, ayam Novogen sudah tersebar di 50 negara. 
 
 
Novogen di Indonesia 
Di Indonesia, ayam-ayam Novogen secara eksklusif didistribusikan oleh PT Wonokoyo Jaya Corporindo. Diakui Public Relations Manager PT Wonokoyo Jaya Corporindo, Heri Setiawan bahwa untuk memasukkan Novogen ke Indonesia membutuhkan perjuangan yang luar biasa, karena di Indonesia sudah banyak strain ayam petelur. “Novogen termasuk strain ayam yang relatif baru. Namun perkembangannya begitu cepat, di mana sudah digunakan negara-negara di Amerika, Eropa, Australia bahkan negara-negara di kawasan Asia, seperti Jepang, Korea, Bangladesh, Pakistan, India, Malaysia juga Thailand, terutama negara-negara yang beriklim panas,” papar Heri. 
 
 
Heri mengatakan, proses masuknya Novogen di Indonesia berawal pada 2011 dengan melakukan permohonan ijin kepada pemerintah Cq Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH). “Dalam tahap ini, tentu kami harus meyakinkan agar Ditjen PKH dapat memberikan rekomendasi impor Grand Parent Stock (GPS) Novogen. Akhirnya, dengan berbagai perjuangan dan berbagai usaha, pada akhir 2012 kita berhasil mengimpor GPS Novogen untuk pertama kalinya, dan impor terus dilakukan setiap tahun hingga saat ini,” terangnya. 
 
 
Kesuksesan penjualan ayam Novogen bukan tanpa alasan. Hasil pengujian menunjukkan, ayam Parent Stock (PS) dan layer komersial mampu beradaptasi dengan baik. Menurut Heri, semua peternak layer menginginkan produktivitas yang tinggi. Untuk mewujudkannya, tentu harus dimulai dari genetik ayamnya. “Sifat dan perilaku ayam menentukan daya hidup ayam itu sendiri. Kalau sifat bagus, konsumsi bagus, daya tahan tubuh bagus, kekuatan ayam untuk melawan infeksi penyakit juga akan baik. Tentunya kualitas hidup ayam semakin bagus,” ujarnya.
 
 
Strain Unggul 
Paulus menyampaikan, semua produk Novogen telah melalui seleksi yang ketat. Arah program seleksi ditujukan untuk mendapat standar kualitas telur yang tinggi, produktivitasnya tinggi, nafsu makan tinggi dan efisien, serta mampu beradaptasi terhadap lingkungan dan sistem pemeliharaan. Sejauh ini, Novogen telah menghasilkan lima strain ayam, yaitu Novogen Brown, Novogen Brown Light, Novogen White Light, Novogen White, dan Novogen Tinted. 
 
 
“Di Indonesia, Novogen memasarkan produk Novogen Brown. Ayam Novogen Brown ini punya nafsu makan baik, daya hidupnya sangat tinggi, tingkah laku tenang, tidak kanibal, dan daya adaptasi terhadap panas, kelembapan, serta sistem pemeliharaan tinggi,” papar Paulus. 
 
 
Perkembangan Novogen Brown petelur komersial sangat bagus. Hal ini diindikasikan dengan kualitas telur yang dihasilkan sangat bagus. Warnanya lebih cokelat dengan kerabang yang kuat. Konversi pakan (FCR) per butir telur ayam berumur 18-90 minggu mencapai 134-137 gram. Performa Novogen Brown petelur komersial umur 90 minggu di Indonesia mampu menghasilkan 427 butir telur dengan FCR pada umur 18 - 90 minggu sebesar 2,07 dan FCR per butir telur sebesar 134 gram. 
 
 
Seperti yang diutarakan Heri, ayam Novogen Brown telah terbukti keunggulannya di wilayah Tmur Indonesia. Pengiriman DOC (ayam umur sehari) dari Jawa Timur ke Papua sampai dengan selamat. “Kondisi DOC-nya sehat, semuanya bagus,” terang Heri. 
 
 
Heri menceritakan bahwa, ayam Novogen digunakan oleh salah satu peternakan layer terbesar di Papua. Peternakan tersebut dipelihara dalam closed house (kandang tertutup). Di kandang, ayam Novogen tidak terpengaruh dengan segala macam musik. Entah itu jenis musik jazz, rock, pop, dangdut, dan lainnya.
 
 
Ia pun mengatakan bahwa di Papua, pasar telur hasil ayam Novogen lebih spesifik. Telur-telur yang dihasilkan, dipisahkan sesuai bobotnya menggunakan egg grader. “Menariknya, telur ditandai dengan stiker, di mana beda bobot, beda pula harganya,” imbuhnya. Oleh karenanya, Heri meyakinkan, ayam Novogen unggul untuk daerah tropis karena bisa beradaptasi terhadap stres. 
 
 
Pulet Berkualitas 
Ingin berbagi pengalaman langsung dari ahlinya, Novogen menghadirkan pembicara dari negaranya berasal, Perancis. Ialah Andrea Beneventi, Senior Technical Specialist Novogen yang membahas mengenai cara menghasilkan pulet yang berkualitas. 
 
 
Menurut Andrea, pulet yang bagus bertujuan untuk mendapatkan layer yang bagus yaitu perkembangan kerangka yang sangat bagus, berat badan yang bagus dan dewasa kelamin tepat waktu. Tujuan lainnya adalah untuk mendapatkan telur yang maksimal. 
 
 
Ia menerangkan bahwa ada beberapa persyaratan teknis yang harus dipenuhi untuk mendapatkan masa pertumbuhan yang bagus, antara lain: kepadatan ayam, peralatan, kualitas potong paruh, kontrol lingkungan yang bagus, juga evaluasi dari berat badan di mana fokus pada sebelum umur 7-8 minggu. Pun demikian, program penyinaran menjadi penting. “Program penyinaran membantu dalam mencapai bobot awal dan kesegaraman. Program pencahayaan selain secara regular yang lazim digunakan, dapat juga digunakan selama umur 10 – 14 hari pertama (siklus cahaya 4 jam + 2 jam malam). Kemudian gunakan program pencahayaan normal,” ujarnya. 
 
 
Untuk mendapatkan penampilan terbaik, sambung Andrea, adalah berat badan dan keseragaman. Targetnya, mencapai berat yang sesuai tetapi masuk ke dalam standar. Berat badan jangan naik turun, sehingga terbentuk keseragaman yang baik yaitu di atas 80%. “Harus diingat, waktu mengambil sampel untuk mengukur berat badan, harus dilakukan pada hari yang sama, jam yang sama, setiap minggu. Tapi ada baiknya penimbangan dilakukan pada sore hari,” terangnya. 
 
 
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas air. Suhu ideal air untuk ayam antara 20 – 22 °C. “Kadang terlewat oleh peternak adalah membersihkan saluran air. Sehingga perlu dilakukan pengontrolan pipa air secara teratur seminggu sekali, kemudian cek aliran air, terlebih jika menggunakan nipple. Pun perlu dilakukan analisis mikrobiologis setidaknya setahun sekali,” saran Andrea. 
 
 
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa semua pulet harus bisa makan pada waktu bersamaan. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada siang hari yang berguna untuk menyimpan kalsium karena pakan masih tersedia di saluran pencernaan pada malam hari. Namun harus dihindari akumulasi partikel halus di dalam tempat pakan. Program pemberian pakan, contohnya, 6 atau 7 jam sebelum lampu dima¬tikan (1 atau 2 kali pemberian pakan), 3 atau 4 jam sebelum lampu dimatikan (1 atau 2 kali pemberian pakan), dan 1 kali pemberian 30 menit setelah lampu menyala (jika diperlukan). 
 
 
Kalsium sangat dibutuhkan oleh ayam. Andrea menuturkan, berdasarkan ukuran partikelnya, ada tiga tipe kalsium yang diberikan pada ayam yaitu, kasar, halus dan medium. Menurutnya, ketika ayam diberikan sumber kalsium yang ukurannya besar (ukuran antara 2-4 mm), masih akan tersimpan di dalam tembolok, rempela dan usus hingga pagi hari, sehingga saat pembentukan kerabang telur kalsium tersedia. Sementara jika halus berupa tepung, akan dicerna langsung masuk ke dalam usus, kemudian yang masuk ke dalam darah terlalu sedikit dan sisanya terbuang ke dalam kotoran. Sehingga hanya sebagian kecil yang tersimpan di tulang medular, padahal dari sinilah pembentukan kerabang terjadi. Karena proses pembentukan kerabang berjalan pada malam hingga pagi hari, maka pemberian kalsium lebih banyak sebaiknya diberikan pada sore hari,” jelasnya. TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain