Selasa, 5 Nopember 2019

Industri Pangan dan Pertanian Di Bawah Bayang Perdagangan Global

Industri Pangan dan Pertanian Di Bawah Bayang Perdagangan Global

Foto: dok.bella


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sistem perdagangan pangan dunia yang semakin terbuka akibat pasar bebas menyebabkan harga produk pangan dalam negeri ikut terpengaruh oleh situasi dan kondisi internasional.

 

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O Widjaja pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kadin Indonesia bertema "Produktivitas dan Daya Saing Pertanian dan Industri Pangan" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada Selasa (5/11) menyatakan, kondisi tersebut, berikut pengaruh ketersediaan dan distribusi di dalam negeri, menyebabkan harga pangan pangan strategis menjadi berfluktuasi. Pangan strategis yang dia maksud antara lain beras, kedelai, daging sapi, cabai dan bawang merah.

 

Tercantum pada factsheet Rakornas Kadin kali ini, keadaan itu turut mempengaruhi nilai Indeks Daya Saing Global atau Global Competitiveness Index 4.0 yang disusun dengan metodologi baru edisi 2018 oleh World Economic Forum (WEF) di Jenewa - Swiss,  menempatkan Indonesia di peringkat ke-45 dari 140 negara yang dinilai.

 

Pelemahan ekonomi global dituding menjadi penyebab utama terpuruknya ekspor Indonesia. Negara-negara tujuan utama ekspor Indonesia secara tradisional seperti China, lepang, AS, dan negara-negara Eropa tengah mengalami perlambatan ekonomi. Akibatnya permintaan barang dari Indonesia menurun.

 

Produksi Pangan Harus Berkelanjutan

Kadin menilai, agar produksi pangan dapat berkelanjutan, pemerintah harus melindungi masyarakat dan petani dari gejolak harga. Demikian pula konsumen dipastikan mampu mernbeli bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

 

Untuk itu pemerintah diharapkan menciptakan iklim investasi berbasis agroindustri, yang selain dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional, juga mampu memasok kebutuhan pangan dunia secara berkelanjutanmelalui produksi komoditas pangan yang berdaya saing. Keadaan itu juga berarti menyediakan lapangan kerja dalam skala besar.

 

Iklim investasi dipengaruhi pula oleh inovasi keuangan. Hambatan akses pembiayaan kepada petani masih menjadi masalah utama untuk mewujudkan program-program ketahanan pangan oleh pemerintah. Hambatan terutama dialami oleh petani yang berada di daerah terpencil dengan keterbatasan akses ke layanan keuangan.

 

Walaupun telah ada model pembiayaan yang cukup berhasil pada komoditas kelapa sawit, kendala geografis menyebabkan penerapannya pada komoditas pertanian maupun perkebunan lainnya cukup sulit. Bank maupun pembiayaan konvensional lainnya membutuhkan dukungan inovasi infrastruktur pembiayaan dan creative financing berbasis teknologi finansial yang inklusif, terbuka, namun legal.

 

Financial technology (Fintech) ditawarkan oleh Kadin sebagai teknologi dan inovasi untuk menciptakan lanskap keuangan yang lebih baik bagr konsumen dan pelaku bisnis pangan. Inovasi baru ini juga mampu menjadi solusi bagi keterbatasan jangkauan layanan keuangan tradisional selama ini karena mampu menaklukan keterbatasan topografi, dan menjangkau wilayah yang lebih terpencil.

 

Saat ini sudah ada lebih dan 150 startup fintech ditemukan di Indonesia, dengan angka pertumbuhan 78% sejak 2015. Perkembangan fintech beberapa tahun terakhir ini juga terbilang pesat, terbukti dengan nilai transaksi yang terus melonjak, terutarna yang berjenis peer to peer (2P) lendingist/bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain