Selasa, 5 Nopember 2019

Kiprah LIPI untuk NTB

Kiprah LIPI untuk NTB

Foto: yopi


(TROBOSLIVESTOCK.COM). Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menggelar kegiatan expo 5 tahun kiprah LIPI di NTB (Nusa Tenggara Timur) dan pemecahan rekor MURI di Science Technology Industrial Park (STIP) Banyumulek, Kediri, Lombok Barat, NTB pada (5/11). Kegiatan dihadiri Gubernur Provinsi NTB, Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB.
 
 
Kegiatan dimeriahkan berbagai acara yaitu pentas seni budaya oleh Dinas Pariwisata NTB serta peluncuran buku 5 tahun kiprah LIPI di NTB dan peluncuran buku paket teknologi (pakan dan pupuk organik hayati). Juga seremoni penandatanganan kerjasama PKS dengan SPR Ridho Illahi dan Kelompok Tani Bunga Mekar sekaligus penyampaian profil dan testimoni dari peternak dan petani yang sukses menerapkan teknologi dari LIPI. 
 
 
Tidak ketinggalan pemutaran film dokumenter kiprah 5 tahun LIPI di NTB dan pameran ternak hasil recording yang memenuhi kriteria SNI yang menampilkan sapi bali pejantan sebanyak 5 ekor dan betina sebanyak 5 ekor (di IB sexing serempak di lokasi) dari hasil recording memenuhi kriteria SNI. Juga pameran produk-produk unggulan LIPI dan NTB, perlombaan di bidang peternakan, serta kuliner khas NTB.
 
 
Yang menarik pada kegiatan yang bertema “Edukasi, Industrialisasi, dan Rekreasi” ini dilakukan pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) oleh LIPI dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB. Adapun rekor yang dipecahkan yaitu recording 2019 ekor sapi menggunakan aplikasi berbasis android oleh peternak (pelaksanaan dalam waktu 3 bulan); IB (Inseminasi Buatan) sperma sexing jantan pertama pada 219 ekor sapi bali betina yang memenuhi kriteria SNI (pelaksanaan dalam waktu 1 bulan); serta produksi 2019 kg pakan silase menggunakan inoculum LIPI oleh 120 peternak secara serentak.
 
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menyampaikan, NTB sangat potensial untuk pengembangan sektor peternakan yang didukung pasca panennya. Apalagi pemerintah daerah NTB memiliki kebijakan sejuta sapi.
 
 
LIPI selama 5 tahun berkiprah di NTB telah meraih beberapa pencapaian seperti diseminasi teknologi pengolahan pakan telah melahirkan beberapa UKM (Usaha Kecil Menengah), teknologi pengolahan limbah ternak dengan digester karya LIPI, kegiatan pembibitan sapi di STIP Banyumulek dengan GBP (Good Breeding Practice) menggunakan bibit unggul sapi bali, sexing sapi, aplikasi recording sapi berbasis android yang telah berhasil mencatat sebanyak 2.040 ekor sapi. “Ini beberapa terobosan baru yang telah dilakukan LIPI,” tandasnya. 
 
 
Selama LIPI berkiprah di NTB telah dihasilkan 9 perjanjian kerjasama dengan para mitra. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan di NTB seperti potensi wisata halal, pemanfaatan energi terbarukan, serta partisipasi dalam mengembangkan STIP Banyumulek. “Hari ini STIP Banyumulek kami serahterimakan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi NTB,” jelas Enny. 
 
 
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dalam pidatonya menyatakan, jika kemakmuran ingin diraih masyarakat NTB maka industrialisasi menjadi jawabannya. “STIP Banyumulek bisa menjadi contoh penerapan teknologi yang terbaik di Indonesia. STIP Banyumulek harus menjadi tempat menciptakan inspirasi dan menghasilkan teknologi baru,” tegasnya.
 
 
Ia melanjutkan, masyarakat NTB harus berani menciptakan kreasi dan inovasi teknologi sendiri seperti untuk sektor pertanian. “Ke depan masyarakat NTB harus mampu belajar teknologi inovasi dan menghasilkan karya yang tidak kalah dengan produk negara lain dan bisa diekspor,” pinta Zulkieflimansyah.
 
 
Menurut Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Puspita Lisdiyanti, kegiatan ini untuk memperluas informasi tentang teknologi peternakan dan pertanian kepada masyarakat dan memperkenalkan keberhasilan LIPI selama 5 tahun di NTB. “Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memotivasi kelompok tani ternak, peternak, pelaku usaha dan petugas teknis dalam mengelola dan mengembangkan usaha peternakan dan pertanian. Juga mempertemukan para stakeholder yang dapat bekerja sama dalam mengembangkan usaha peternakan dan pertanian dari hulu ke hilir,” ujarnya.
 
 
Ia menerangkan, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI bekerja sama dengan Pemprov NTB membangun Technopark Banyumulek sejak 2014. Pembangunan STIP Banyumulek diharapkan menjadi satu kawasan terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan showcase inovasi iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) berbasis peternakan, pertanian terpadu dan pengolahan pascapanen bagi akademisi, pebisnis, pemerintah, inovator, mahasiswa/pelajar, UKM (Usaha Kecil Menengah), dan masyarakat secara umum. “STIP Banyumulek diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan di NTB,” kata Puspita. TROBOS/yopi 
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain