Rabu, 6 Nopember 2019

Alih Teknologi LIPI Bagi Peternak NTB

Alih Teknologi LIPI Bagi Peternak NTB

Foto: yopi


Banyumulek (TROBOSLIVESTOCK.COM). Selama lima tahun kiprah LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di NTB (Nusa Tenggara Barat) telah dilaksanakan alih teknologi kepada petugas lapang, pemerintah daerah, dan peternak. Potensi besar NTB di bidang peternakan mendorong LIPI melalui Pusat Penelitian Bioteknologi mengembangkan potensi tersebut melalui Tekno Park Banyumulek NTB. Kegiatan Tekno Park Banyumulek telah dilaksanakan sejak 2015 melalui klaster peternakan dan sejak 2018 diperkuat oleh Pusat Unggulan Iptek (PUI). 
 
 
LIPI telah berhasil mengembangkan konsep GBP (Good Breeding Practice) yaitu konsep pemuliaan ternak berbasis recording yang baik. “Kami menitikberatkan pada sapi bali karena jenis ini merupakan sumber daya genetik asli Indonesia dan berdasarkan hasil analisis yang kami lakukan didapatkan keunggulan kualitas genetik pada sapi bali jantan,” jelas Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati disela kegiatan Expo 5 Tahun Kiprah LIPI di NTB bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB pada (5/11) di Banyumulek, NTB.  
 
 
Upaya lain yang dilakukan LIPI adalah pengembangan pakan yang memegang peranan penting pada penggemukan ruminansia melalui penyusunan ransum pakan pada penggemukan sapi bali jantan dengan memperhatikan kualitas pakan dari bahan baku lokal yang tersedia di NTB. “Kami telah mengembangkan probiotik yang dapat meningkatkan jumlah bakteri pada saluran pencernaan agar dapat meningkatkan penyerapan zat gizi agar sapi lebih cepat gemuk,” tutur Enny.  
 
 
LIPI juga memberikan pendampingan pada pengolahan pasca panen produk akhir yaitu olahan daging sapi melalui PT Gerbang NTB Emas untuk tercapainya standar GMP (Good Manufacturing Practice) dan memiliki izin merek dalam negeri (MD). “Target untuk membentuk UKM juga telah terwujud yaitu di Sentra Peternakan Rakyat Ridho Ilahi di Lombok Timur dan Ngiring Datu di Lombok Utara,” terang Enny.
 
 
Melalui pendampingan dan pelatihan yang diberikan LIPI, para peternak telah mampu memecahkan tiga rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Adapun rekor yang diraih yakni recording 2019 ekor sapi menggunakan aplikasi berbasis android selama 3 bulan, inseminasi buatan sperma sexing pejantan yang pertama pada 2019 sapi dengan kriteria SNI, dan produksi silase sebanyak 2019 kg oleh 120 peternak.TROBOS/yopi
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain