Sabtu, 9 Nopember 2019

Ayam Petelur Komersil Umur 80 Minggu Wajib Diafkir

Ayam Petelur Komersil Umur 80 Minggu Wajib Diafkir

Foto: dok.ilustrasi


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Kementerian Pertanian menginstruksikan pengurangan produksi telur konsumsi dengan cara afkir final stock (FS) layer yang berumur Iebih dari 80 minggu pada peternak layer komersial berpopulasi Iebih dari 50.000 ekor

 

Instruksi itu disampaikan melalui Surat Edaran Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 12141/SE/PK.230/F/11/2019 tertanggal 10 November 2019. Pelaksanaan afkir FS layer yang berumur lebih dari 80 minggu dilaksanakan bertahap mulai tanggal 10 November sampai dengan 31 Desember 2019.

 

“Untuk hal tersebut diatas, diperintahkan kepada saudara pimpinan perusahaan dan peternak layer komersial melaksanakan point-point tersebut diatas. Pelaksanaan kegiatan afkir FS layer yang berumur Iebih dari 80 minggu dilakukan pengawasan oleh Tim Pengawas Pusat dan/atau Dinas yang Melaksanakan Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi/Kabupaten/Kota,” demikian  ditegaskan dalam surat itu.

 

Pelaksanaan afkir layer komersil ini kemudian dilaporkan kepada Ditjen PKH melalui Kepala Dinas yang Melaksanakan Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi.

 

Mengendalikan Supply

Instruksi afkir ayam layer komersil berumur lebih dari 80 minggu ini dikeluarkan untuk menyeimbangkan ketersediaan (supply) dengan kebutuhan (demand) telur konsumsi, sesuai Peraturan Menteri Pertanian No. 32 / 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

 

Analisis keseimbangan supply - demand  dilakukan pada rapat tanggal 7 November 2019 di kantor Ditjen PKH yang dipimpin oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, dihadiri oleh Tim Analisis Penyediaan dan Kebutuhan Ayam Ras Pedaging dan Telur Konsumsi, perwakilan Kementerian Perdagangan, dan perwakilan Direktorat Pakan dan Staf Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak.

 

Sebagai informasi, tim analisis perunggasan beranggotakan Trioso Purnawarman, Asep Anang, Prof.  Muladno, Rahmat Pambudy, Heru Sasongko, Saidi Sigit Prabowo, Musbar Mesdi, dan Yeka Hendra Fatika. ist/yops

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain