Senin, 25 Nopember 2019

Ekspor Pertanian dan Peternakan Dipatok Naik Tiga Kali Lipat

Ekspor Pertanian dan Peternakan Dipatok Naik Tiga Kali Lipat

Foto: dok.Kementan


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mematok target kenaikan 3 kali lipat untuk ekspor produk pertanian termasuk peternakan Indonesia.

 

“Saya bersama dengan seluruh pihak akan berupaya untuk bersama - sama meningkatkan ekspor pertanian termasuk sektor peternakan didalamnya, targetnya bisa menjadi tiga kali lipat lewat program GRATIKS, Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor, kita harus optimis,” tegas Syahrul optimis, saat melepas ekspor produk peternakan ke-200 kontainer PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) di kantor pusat CPI - Ancol, Jakarta pada 24/10.

 

Mentan meyakini peluang produk peternakan terutama unggas di pasar global cukup terbuka, selama aspek kesehatan hewan menjadi perhatian dari pelaku usaha. Ia berharap kedepan ekspor pertanian Indonesia termasuk sub sektor peternakan bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

 

Aktivitas ekspor, Syahrul mengungkapkan, dapat menjadi solusi perluasan pasar produk olahan unggas dan pakan ternak di Indonesia. Ekspor menjadi penyangga pasar hilir perunggasan untuk mencegah dan menangani over supply, misalnya. Data statistik peternakan 2018 menunjukkan populasi ayam ras pedaging (broiler) mencapai 3,14 miliar ekor, ayam ras petelur (layer) mencapai 261,93 juta ekor dan ayam bukan ras (buras) mencapai 399,98 juta ekor.

 

“Oleh karena itu hari ini kita semua menjadi bagian untuk melakukan langkah ekspor kita baik ke Jepang maupun ke Timor Leste, ini pertanda kita Indonesia memiliki berbagai potensi yang juga dibutuhkan oleh negara lain,” tambah Syahrul.

 

Subsektor peternakan akan berperan penting bagi proses pembangunan. Selain itu, peluang pemasarannya juga makin terbuka luas terutama untuk ekspor unggas. Hal tersebut didukung melalui nilai ekspor komoditas subsektor peternakan yang mengalami peningakatan, tercatat di tahun 2018 sebesar USD 640,17 juta atau setara Rp 9,05 triliun. Angka ini meningkat 2,42% dibanding tahun 2017 yang sebesar USD 625,14 juta atau setara 8,83 triliun.

 

“Yang terpenting bukan hanya angkanya, tetapi lebih bagaimana negara mendapatkan manfaat dari ekspor pertanian kita. Bagaimana peternak mendapatkan manfaat dari upaya ekspor yg kita lakukan. Bagaimana pelaku usaha dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia,” ungkap Syahrul.

 

Pada kesempatan yang sama, Presiden Komisaris PT CPI, T Hadi Gunawan, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kinerja ekspor produk peternakan di Indonesia.

 

“Sejak dilakukan ekspor pada 2018 hingga Oktober 2019 lalu, kami telah mencapai nilai ekspor Rp 26,04 miliar, sehingga dengan pelepasan ekspor 16 kontainer hari ini total ekspor kami ke luar negeri sebanyak 203 container dengan nilai mencapai Rp 28,54 miliar,” ungkap Hadi.

 

"Sesudah beternak, diujung sana memang harus ada yang order. Ada yang harus masuk pusat produksi karena di sana ada industri seperti naget. Saya merasa inilah tugas saya yang harus melibatkan semua pihak dalam membangun peternakan Indonesia," ujar Mentan SYL

Visi Global

Syahrul mengatakan, pengembangan peternakan harus dikerjakan serius demi memenuhi kebutuhan pangan hewani dalam negeri dan pasar global. Keseriusan tersebut harus dibangun melalui kerja sama pemerintah dan semua pihak yang terlibat di sektor peternakan. 

 

"Kalau kita tidak serius bagaimana dengan kebutuhan makan 267 juta orang. Bagaimana dengan kehidupan mereka. Kalau kita tidak serius pertumbuhan penduduk yang 3 juta satu tahun itu mampu tidak kita kejar. Inilah yang harus memicu adrenalin kita, memicu pejabat kita untuk bersama-sama membangun pertanian dan peternakan kita," tandas Mentan SYL.

 

Syahrul menekankan perkembangan peternakan dan pertanian Indonesia tidak boleh kalah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Sebab hal itu merupakan langkah kemunduran.

 

"Kami tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah butuh saudara untuk membangun pertanian ini. Masa kita kalah sama Malaysia atau Thailand. Kita harus lebih maju dari mereka," pungkasnya. ist/yops

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain