Rabu, 27 Nopember 2019

Peternak Unggas Mandiri dan UMKM Kembali Geruduk Kemendag dan DPR RI

Peternak Unggas Mandiri dan UMKM Kembali Geruduk Kemendag dan DPR RI

Foto: dok.ajeng


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Peternak unggas rakyat / mandiri kembali menggeruduk kantor Kementerian Perdagangan pada Rabu pagi (27/11). Usai menggeruduk Kemendag, mereka melanjutkan aksi ke Gedung DPR RI.

 

Massa peternak berbendera Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) masih dibuat gusar dengan kondisi usaha perunggasan yang tidak berpihak pada peternak rakyat kecil. Merena menyatakan sangat terlihat bahwa pemerintah tidak mengerti apa yang harus dilakukan menanggapi derasnya arus protes yang dilayangkan oleh para peternak.

 

Muchlis, salah satu peternak yang menyampaikan orasinya menyerukan bahwa para peternak harus sejahtera di negeri sendiri. “Nasib kami masih nyungsep hingga saat ini. Kami mencari dan menuntut keadilan,”  kata Muchlis dengan penuh semangat.

             

Permasalahan yang sangat kompleks dari sektor hulu hingga hilir dirasakan masih jauh dari solusi yang diharapkan. Pardjuni, peternak ayam broiler (ras pedaging) asal Solo, Jawa Tengah memberikan pernyataan bahwa peternak tidak merasakan keuntungan yang signifikan. “Saat ini harga ayam hidup (livebird) memang setara dengan Harga Pokok Produksi (HPP), yakni Rp 18.500 per kg. Namun, harga ayam umur sehari (DOC ) juga naik sebesar Rp 2.000 per ekor. Jadi, sama saja,” sambungnya.

 

Dia menerangkan, peternak sudah menyambangi beberapa institusi pemerintahan, seperti Kementrian Pertanian, Badan Intelejen Negara (BIN), Satgas Pangan, dan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Namun, hasilnya nihil. Tidak ada jawaban yang pasti dari pemerintah.

 

Pardjuni menjelaskan, peternak rakyat mandiri sudah semestinya mendapatkan prioritas perlindungan dari pemerintah. Seperti yang disebutkan dalam Undang-undang (UU) No. 18 Tahun 2009 pada pada pasal 29 ayat 5 yang berbunyi: pemerintah berkewajiban untuk melindungi usaha peternakan dalam negeri dari persaingan tidak sehat diantara pelaku pasar.

 

Selanjutnya, kata dia, pasal 38 memberikan ketentuan lebih lanjut mengenai pasca panen, pemasaran, dan industri pengolahan hasil peternakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 34 sampai dengan pasal 37l, kecuali yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang industri, diatur dengan peraturan menteri.

 

Tuntutan Peternak

Diwakili Alvino Antonio, massa peternak PPRN yang terdiri dari peternak unggas mandiri dan skala UMKM menyuarakan 12 butir tuntutan kepada pemerintah. Diantaranya adalah, pertama, menuntut pemerintah serius menjaga harga ayam (broiler) hidup sebagaimana diatur Permendag 96/2018.

 

Kedua, menuntut agar produksi DOC (anak ayam umur sehari) dikurangi hingga 10 juta ekor per pekan untuk mendukung stabilisasi harga ayam hidup. Ketiga, menuntut stabilisasi harga DOC dan harga pakan. Keempat, menuntut adanya harga acuan yang mengatur harga DOC dan pakan. Kelima, menuntut revisi UU no 18/2009 agar ada keberpihakan pada peternak unggas mandiri / UMKM.

 

Keeenam, PPRN menuntut regulasi tentang perlindungan, penataan dan pengaturan pasar sesuai UU No 18/2009. Ketujuh, menuntut ketersediaan jagung yang menguntungkan bagi petani dan terjangkau bagi peternak.  Kedelapan, revisi Permentan No 32/2017, dan ganti dengan Peraturan Presiden tentang Perlindungan Peternak Mandiri / UMKM untuk penatan iklim usaha perunggasan nasional yang berkeadilan dan melindungi peternak mandiri/UMKM.

 

Poin kesebelas PPRN menuntut agar pemerintah menaikkan harga ayam kampung dan harga ayam pejantan (pejantan ayam ras petelur final stock) di atas harga pokok produksi dan mencegah turut sertanya investor korporasi integrator untuk turut berbudidaya ayam kampung  dan unggas lokal. Ayam kampung dan unggas lokal adalah ranahusaha peternak mandiri / UMKM.

 

Keduabelas, mendorong pemerintah untuk menjalankan amanat UU 18/2009 pasal 10, untuk menciptakan iklm usaha unggas lokal yang kondusif dari hulu hingga hilir, dan agar pemerintah segera menyiapkan blue print pengembangan unggas lokal. ed/ajeng

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain