Rabu, 1 Januari 2020

Prof. I Wayan Teguh Wibawan: Pemaknaan Ayam Unggul, Kajian Ilmiah Populer dan Aplikasinya

Prof. I Wayan Teguh Wibawan: Pemaknaan Ayam Unggul, Kajian Ilmiah Populer dan Aplikasinya

Foto: trobos
Prof. I Wayan Teguh Wibawan

Ayam unggul memiliki makna pertumbuhan berat badan yang cepat, misalnya pada broiler (ayam pedaging), atau memiliki potensi produksi telur yang tinggi pada layer (ayam petelur). Pertambahan berat badan disebabkan karena ada perbanyakan jumlah (proliferasi dan hiperplasia) sel somatik (sel tubuh) yang membelah secara mitosis, dari satu sel menjadi miliaran sel dalam waktu yang relatif singkat. 
 
 
Perbanyakan sel ini kemudian disusul dengan penambahan ukuran sel (hipertrofi, increase in size). Hiperplasia dan hipertrofi sel ini memerlukan bahan dasar berupa protein, lemak, karbohidrat ditopang oleh media reaksi (air) dan api metabolisme (oksigen). Sudah tentu dalam metabolisme ini melibatkan semua organ-organ tubuh yang menyusun sistem, misalnya sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi dan lainnya. Salah satu pusat pengolahan dan resintesa bahan-bahan yang diperlukan itu adalah hati.
 
 
Satu ilustrasi dalam pembelahan sel, wajib harus ada asam-asam amino, asam lemak, gliserol serta gula sederhana di dalam sitoplasma sel, yang semua bahan ini didistribusikan oleh darah, setelah darah menyerapnya dari saluran pencernaan. Jantung berfungsi sebagai pompa darah agar darah bisa mengalir ke seluruh tubuh. 
 
 
Api pemantik dalam metabolisme adalah oksigen (O2) yang diangkut juga oleh darah (dalam bentuk oxy-hemoglobin). Oksigen diperlukan sebagai akseptor hidrogen di akhir reaksi pernapasan di dalam sel (mitokondria). Kekurangan oksigen atau hambatan kerja terhadap oksigen akan dapat menyebabkan pemanfaatan nutrisi dalam metabolisme tidak sempurna. Apa saja yang dapat mengganggu kerja oksigen di lapangan?
 
 
Alur Pengangkutan Nutrien
Mari kita urai satu per satu runutan pemanfaatan pakan dengan lebih mudah :
1. Nutrien baru bisa diserap tubuh bila pakan bisa dicerna oleh enzim pencernaan di sepanjang saluran cerna. Enzim ini dihasilkan oleh kelenjar pencernaan terutama hati, pankreas, dan kelenjar pencernaan kecil lainnya yang menghasilkan enzim untuk memecah karbohidrat, protein dan lemak. Nutrien tercerna ini diserap melalui villi-villi usus, semakin banyak villi usus semakin efektif penyerapan. Artinya kesehatan saluran cerna, hati, pankreas sebagai kelenjar pencernaan besar sangat penting. 
 
 
2. Penyerapan nutrien berlangsung di permukaan usus halus, melalui villi-villi usus, sehingga kemulusan (intak) mukosa usus sangat penting dalam penyerapan. Beberapa preparat diketahui mampu menopang pembentukan villi usus, misalnya asam butirat yang dihasilkan oleh “bakteri baik” yang ada secara normal di dalam saluran cerna. Jika dipandang perlu pemberian asam butirat pada pakan bisa dilakukan. Perlu juga diketahui bahwa di samping asam butirat metabolit lain (asam propionate, asam laktat, asam sitrat dan asam organik rantai pendek lainnya) dapat berfungsi sebagai penjaga keseimbangan “microbiome” dalam saluran cerna, sebagai indikator kesehatan saluran cerna. Adanya gangguan pada saluran cerna dapat menghambat kerja enzim pencernaan, menghambat penyerapan atau bahkan membuang nutrien penting ke luar tubuh melalui mekanisme diare, kotoran basah sebagai akibat peningkatan peristaltik usus.
 
 
3. Nutrien yang diserap masuk ke dalam darah dan didistribusikan ke semua sel yang  membutuhkannya. Bahan-bahan inilah yang digunakan oleh sel-sel yang membelah untuk penyusun struktur sel-sel yang baru. Proses pembelahan sel secara mitosis terjadi secara bertahap, hingga di satu tahap dimana terjadi re-sintesa protein baru (protein ayam), yang bahan dasarnya adalah asam-asam amino hasil pencernaan yang semula terkandung dalam pakan. Reaksi ini melibat peran air sebagai media reaksi (cairan tubuh) dan oksigen dalam respirasi intraselular penghasil Adenosin Tri Phospate (ATP) sebagai energi biologis.
 
 
4. Supaya ada pertumbuhan haruslah ada energi yang teretensi (tersimpan dan diubah menjadi wujud, menjadi sel-sel baru). Jika kurang energi akan terjadi perombakan wujud untuk menghasilkan energi. Itulah pentingnya kecukupan energi yang terkandung dalam pakan.
 
 
5. Dalam melaksanakan metabolisme sel yang tinggi, sebagai stres oksidatif, ada kecenderungan dihasilkannya radikal bebas. Efek radikal bebas ini bisa dieliminasi dengan pemberian antioksidan seperti vitamin E, Se, vitamin C, bisa lewat pakan atau ekstra. Carnitine sebagai carrier asam lemak akan membantu kerja hati, agar hati tidak mudah rapuh. 
 
 
6. Kebutuhan oksigen juga sangat penting, sehingga ketersediaannya di alveoli paru-paru, kemampuan angkut hemoglobin, kekuatan jantung menjadi penting. Gangguan penyakit respirasi akan menghambat pemanfaatan oksigen, hal ini perlu diperhatikan sekecil apapun gejala pernapasan yang muncul. Iritasi amonia, debu dapat mengganggu. Ventilasi dan aliran udara dalam kandang perlu diperhatikan dalam rangka menjaga kecukupan oksigen. 
 
 
7. Oksigen di dalam sel akan dibawa oleh enzim respirasi a.l. NAD, FAD dan sitokhrom secara bertahap (cascade) dalam organel mitokondria. Adanya mikotoksin dapat mengganggu kerja enzim respirasi ini sehingga pemanfaatan O2 di dalam sel tidak sempurna. Mikotoksin (misalnya afla-toxin) sangat mengganggu metabolisme sel yang muaranya akan berefek pada performa produksi. Efek mikotoksin dapat dilihat pada organ hati, atau kadang-kadang lebih awal dapat dideteksi pada organ ginjal secara histopatologis. Meskipun hati dan ginjal tersusun oleh jaringan parenkhim yang padat dan memiliki kemampuan meregenerasi sel-selnya (meristematik) tetapi paparan mikotoksin secara terus menerus dapat memicu kematian sel dan sel mati diganti oleh jaringan ikat (sirosis) dan mengurangi fungsi hati dan ginjal secara keseluruhan. Banyak dampak ikutan yang ditimbulkan oleh mikotoksin ini, termasuk sifatnya yang imunosupresif. 
 
 
8. Air sebagai media reaksi sangat memegang peran penting. Persyaratan air minum harus dipenuhi, bebas beberapa bakteri. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian hydrogen-peroxida yang telah distabilkan (biasanya menggunakan perak-nitrat). Preparat seperti ini bekerja cukup cepat membunuh bakteri dan pada waktu tertentu air kembali normal dan dapat digunakan untuk aplikasi vaksin aktif lewat air minum.
 
 
Pertumbuhan Sel Somatik (Sel Tubuh)
Pertumbuhan atau pertambahan berat badan adalah manifestasi dari pembelahan sel somatik secara biner (1 sel menjadi 2 sel, demikian seterusnya terjadi pembelahan sel secara mitosis). Pertambahan berat badan pada broiler terjadi pada 1 minggu pertama, yakni dapat mencapai 5 kali berat badan awal atau bahkan lebih. 
 
 
Pada tahap pertumbuhan awal minggu pertama ini sangat menentukan capaian target berat badan pada minggu-minggu berikutnya. Pada masa pertumbuhan minggu pertama ini sangat penting, diharapkan terjadi penyerapan kuning telur (sebagai nutrien cadangan dan juga kekebalan maternal) dapat terserap secara sempurna, sehingga tidak ada cadangan energi yang tersia-siakan. Selanjutnya, penyerapan kuning telur menyebabkan pemanfaatan IgY (antibodi dalam kuning telur) akan terserap secara baik ke dalam darah anak ayam dan membuat ayam lebih kebal terhadap berbagai penyakit, hingga umur 12-14 hari.
 
 
Gangguan penyerapan kuning telur sebagai akibat hambatan pertumbuhan, mengakibatkan sisa kuning telur bisa dimanfaatkan oleh bakteri opportunist (Escherichia coli, Salmonella sp., Clostridium sp.) berkembang dan dapat menimbulkan omphalitis atau bakteri menyebar dalam rongga abdomen menyebabkan peritonitis. Predikleksi bakteri bisa terjadi pada kantung hawa (saccus pneumaticus) yang miskin vaskularisasi sehingga obat-obatan sulit mencapai bakteri yang ada di jaringan ini. Pengobatan dengan antibiotik menjadi tidak efektif karena antibiotik tidak sampai pada sasarannya.
 
 
Pertumbuhan Sel Gamet
Pada ayam petelur komersial dan ayam bibit (breeder) perkembangan sel gamet sangat penting dan ini terjadi pada awal-awal kehidupan. Sel telur dan spermatozoa (khusus pejantan pada ayam breeder) dibentuk melalui pembelahan sel primordial secara meiosis, pada ayam betina membentuk sel telur dan pejantan membentuk sel spermatozoa. 
 
 
Perkembangan sel gamet ini sangat ditentukan oleh kecukupan dan keseimbangan asupan nutrien yang diberikan. Pertumbuhan sel gamet yang terjadi pada ovarium atau testis, diikuti oleh kesempurnaan perkembangan organ kelamin primer tersebut. Saat perkembangan menuju dewasa kelamin ayam tersebut akan menghasilkan hormon-hormon reproduksi yang menyebabkan perkembangan tanda-tanda kelamin sekunder, misalnya perkembangan pial dan jengger, pada ayam betina tungkai (kaki) dan paruh yang semula berwarna kekuningan mulai memucat, terbentuk frame khas sesuai jenis kelamin. Frame yang ideal (biasanya ada indikatornya, a.l. panjang tungkai, berat badan, pembentukan otot dada, berat badan, dan lain-lain) akan menentukan ekspresi potensi performa produksi, keseragaman frame perlu mendapat perhatian. Ada baiknya dilakukan grading pada masa-masa growing hingga umur 14-15 minggu sesaat sebelum dipelihara di kandang baterai. Jika teramati tungkai belum memucat pada umur produksi, maka pemberian vit E dan Se untuk memacu pertumbuhan organ reproduksi primer dapat diberikan, baik lewat suntik atau pakan.   
 
 
Stres Panas 
Masalah yang sering dihadapi di lapangan (pada kandang terbuka khususnya) adalah stres panas. Stres panas akan mengakibatkan feed intake (asupan pakan) menurun dan jika ini berlangsung lama dapat menimbulkan penurunan produksi telur. 
 
 
Banyak hal yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, dengan menambah kipas angin misalnya, tetapi hasilnya belum konsisten. Ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan, contohnya pengaturan ventilasi, pemberian asam salisilat, mendinginkan air minum, pemberian soda kue. Respon yang dilaporkan peternak bervariasi, ada yang berhasil dan ada yang kurang berhasil. 
 
 
Pendekatan baru dilakukan untuk menangani stres panas ini, yaitu dengan aplikasi minyak atsiri (seperti mint) yang menyebabkan melebarnya otot polos bronchi, brochioli, dan alveoli sehingga bernapas terasa lebih mudah dan pertukaran gas dapat berlangsung dengan efektif.  
 
 
Kesimpulan
Hal-hal yang disampaikan di atas dapat digunakan sebagai pegangan dalam memahami metabolisme pembelahan sel yang merupakan dasar tercapainya performa yang baik. Sudah tentu dapat dimodifikasi sesuai dengan kondisi di lapangan tanpa menyalahi prinsip-prinsip dasar suatu metabolime itu terjadi. Pada akhirnya, semua sistem tubuh harus berfungsi, hanya dalam hal tertentu sistem mana yang lebih dominan sebagai penentu, dan mana sebagai penopang diharapkan dapat dipahami dengan mudah. TROBOS
 
 
 
*Guru Besar FKH IPB 
Ketua Komite Kesehatan Unggas
Anggota Komisi Ahli Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian 
Konsultan Industri Peternakan Unggas 
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain