Senin, 13 Januari 2020

HKTI Yogyakarta Sosialisasikan Bertani dengan 4M

HKTI Yogyakarta Sosialisasikan Bertani dengan 4M

Foto: dok.ntr


Gunungkidul (TROBOSLIVESTOCK.COM). Dewan Pimpinan Provinsi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DI Yogyakarta menyosialisasilan visi bertani dengan 4M, pada ajang pelantikan DPD HKTI Gunungkidul periode 2020-2025 di Joglo Bakmi Jawa Semanu, Sabtu (11/1).

 

“Bertani, harus mencerdaskan, menyehatkan, menyenangkan dan menyejahterakan,” ungkap Prof Ali Agus ketua DPP HKTI DIY setelah mengucapkan selamat kepada pengurus DPD HKTI terlantik. Bertani harus mencerdaskan, bagi masyarakat, petani dan keluarga petani. Produk pertanian yang dihasilkan juga harus menyehatkan bagi petani sendiri dan konsumen.

 

Bertani pun harus menyenangkan, bukan hanya senang karena finansial namun juga prosesnya menyenangkan sehingga terasa ringan untuk ditekuni. “Senang karena berbagai hal. Bisa jadi karena ada teknologi baru, karena hasil panen, dan karena pertemanan sesama petani,” terang dia.

 

M yang terakhir adalah menyejahterakan petani, masyarakat, lingkungan dan alam. Bertani, menyejahterakan makhuk hidup berupa tanaman dan hewan melalui proses bertani yang baik dan lestari. Memberi pupuk , memberi pakan, memelihara dll. Sehingga nantinya petani, masyarakat, dan alam akan mendapatkan imbal balik berupa hasil panen, produk pangan, kesuburan, dan lingkungan yang lestari. “Di Jawa, dikenal dengan istilah hamemayu hayuning bawana,” ujar Ali Agus.

 

Untuk melaksanakan kaidah 4M itu pula, Ali Agus menyatakan DPP HKTI DIY sedang menyusun pembentukan Pemuda Tani HKTI DIY. “Agar tumbuh petani-petani muda era milenial, bertani dengan teknologi, bertani secara digital, namun tak lupa menggali kembali kearifan pertanian lokal untuk dikembangkan dengan cara yang lebih baik,” dia mengungkapkan.

 

Sugeng, salah satu pengurus terlantik memberikan contoh, sebagai petani hutan dia mengembangkan lebah trigona (lebah klanceng) untuk diambil madunya. Budidaya lebah menuntut dia untuk menanam berbagai tanaman bunga dan buah, sebagai sumber pakan.

 

“Tanaman bunga dan buah memerlukan pupuk, maka sekarang saya pelihara 20 ekor sapi. Teknologinya saya dapat dari bengkel sapi Prof Ali Agus,” tuturnya. Peternakan lebahnya pun kini menjadi rujukan bagi banyak petani dan calon petani lebah dari berbagai daerah. Dia pun tidak hanya memproduksi madu, namun juga memproduksi koloni yang ditempatkan pada periuk tanah liat untuk pengunjung datang, belajar dan tertarik untuk langsung memelihara trigona.

 

 

Ketua terlantik DPD HKTI Gunungkidul Rahmat Basuki menjelaskan, HKTI merupakan sarana untuk berjuang, karena bukan merupakan organisasi yang memiliki sumber dana besar. “Saat ini DPD HKTI Gunungkidul belum punya program. Akhir Januari nanti kita baru akan gelar rapat kerja untuk menyusun program kerja,” kata dia. Secara garis besar, upaya promosi produk pertanian dan mencerdaskan petani menjadi fokus program DPD HKTI ke depan.

 

Acara pelantikan ditutup dengan pembacaan sambutan tertulis Bupati Gunungkidul oleh Asisten Sekretaris Daerah Pemkab Gunungkidul Azman Latif. ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain