Sabtu, 1 Pebruari 2020

Darurat Bibit

Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2019 yang dirilis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian menampilkan populasi domba dalam 5 tahun terakhir mengalami peningkatan terkecuali di 2016. Populasi domba di 2019 mencapai 17.794.344 ekor atau meningkat dibandingkan di 2018 dan 2017 yang mencapai 17.611.000 ekor dan 17.142.000 ekor. Sementara populasi domba di 2016 sebanyak 15.717.000 ekor atau turun dibandingkan di 2015 yang mencapai 17.025.000 ekor.
 
 
Sedangkan untuk populasi kambing dalam 5 tahun terakhir justru di 2015 populasinya paling tinggi yaitu sebanyak 19.013.000 ekor. Lalu turun di 2016 menjadi 17.862.000 ekor, naik lagi di 2017 menjadi 18.208.000 ekor, naik di 2018 menjadi 18.306.000 ekor, dan naik di 2019 menjadi 18.976.000 ekor. 
 
 
Jika diperinci lagi 10 besar provinsi dengan populasi domba terbanyak di 2019 secara berurutan yaitu Jawa Barat sebanyak 12.014.083 ekor, Jawa Tengah sebanyak 2.390.115 ekor, Jawa Timur 1.405.547 ekor, Sumatera Utara sebanyak 701.999 ekor, Banten sebanyak 696.358 ekor, DI Yogyakarta sebanyak 150.746 ekor, Aceh sebanyak 96.088 ekor, Lampung sebanyak 77.270 ekor, Jambi sebanyak 75.582 ekor, serta Nusa Tenggara Timur sebanyak 65.589 ekor. Sementara 10 besar provinsi dengan populasi kambing terbanyak di 2019 secara berurutan yaitu Jawa Tengah sebanyak 4.084.301 ekor, Jawa Timur sebanyak 3.567.005 ekor, Lampung 1.453.529 ekor, Jawa Barat sebanyak 1.309.754 ekor, Sumatera Utara sebanyak 888.596 ekor, Sulawesi Selatan sebanyak 859.927 ekor, Nusa Tenggara Timur sebanyak 818.650 ekor, Banten sebanyak 809.194 ekor, Nusa Tenggara Barat sebanyak 701.427 ekor, serta Aceh sebanyak 636.069 ekor.
 
 
Di atas kertas, populasi domba dan kambing di Indonesia cukup banyak. Namun permintaan yang terus meningkat membuat pasokan komoditas ruminansia kecil ini keteteran. Permintaan datang tidak hanya dari horeka (hotel, restoran, katering) tetapi juga dari kegiatan keagamaan seperti akikah dan kurban.
 
 
Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pelantikan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) dan DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Aspaqin (Asosiasi Pengusaha Aqiqah Indonesia) periode 2019-2021 di Lembang Jawa Barat tahun lalu terungkap dari bisnis jasa akikah saja memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Jika mengacu pada angka kelahiran sekitar 2,9 juta anak dari orang tua muslim dan mampu melakukan akikah misalnya sekitar 87 % saja maka ada potensi kebutuhan sekitar 2,6 – 2,7 juta ekor domba atau kambing untuk jasa akikah dengan nilai transaksi sekitar Rp 5 triliun. Sementara pangsa pasar dan omzet dari anggota Aspaqin baru mencapai Rp 860 miliar yang berarti masih banyak potensi yang belum digarap.
 
 
Tingginya permintaan membuat harga domba dan kambing hidup per kg merangkak naik. Hal ini sebagai dampak dari penurunan pasokan di wilayah utama sumber domba atau kambing yaitu Jawa Timur dan Jawa Barat. Data Aspaqin menyebut, di awal tahun lalu saja harga domba betina yang sebelumnya Rp 29.000 – 30.000 per kg bobot hidup, sekarang Rp 33.000 – 35.000 per kg bobot hidup belum termasuk biaya kirim. Lalu, untuk domba jantan mencapai Rp 43.000 per kg bobot hidup, yang biasanya hanya Rp 37.000 – 40.000 per kg bobot hidup. 
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 245/Februari 2020
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain