Sabtu, 1 Pebruari 2020

Audy Joinaldy: Peran Alumni dalam Mengembangkan Industri Peternakan

Audy Joinaldy: Peran Alumni dalam Mengembangkan Industri Peternakan

Foto: trobos
Audy Joinaldy

Fakultas peternakan sudah tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari ujung barat sampai timur Indonesia yaitu dari provinsi Aceh sampai provinsi Papua. Seperti Universitas Syiah Kuala Aceh dan di universitas Manokwari, papua. Dengan jenjang Pendidikan dari Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Peternakan, Diploma 3 (D3) sampai S3. Hanya memang stigma yang masih menempel di masyarakat ataupun mahasiswa bahwa peternakan bukan fakultas atau jurusan favorit dibandingkan jurusan  - jurusan yang ada di sebuah universitas. Walaupun ada di beberapa universitas tertentu, ada jurusan peternakan yang sekarang sudah masuk jurusan favorit.
 
 
Mengapa fakultas peternakan sedikit termajinalkan? Karena, masyarakat mengganggap peternakan identik dengan jorok, kotor dan prospeknya kedepan tidak lebih baik misalnya dengan bidang informasi teknologi, desain ataupun ekonomi.
 
 
Hanya faktanya, kalau dilihat sekarang komoditas peternakan salah satu penyumbang terbesar kecerdasan suatu bangsa. Melalui produksi sumber protein hewani seperti dari ayam, sapi dan susu. Apalagi beberapa tahun terakhir isu stanting menjadi isu global yang sedang hangat dibicarakan. Perlu diketahui bahwa stunting diakibatkan salah satunya kurang asupan gizi terutama protein hewani.
 
 
Di Tanah Air sendiri, stanting dan gizi buruk masih menjadi pekerjaan rumah semua pihak. Meskipun selalu dibahas dalam rapat para menteri bahwa stanting di Indonesia cukup tinggi, sehingga tidak heran jika ada anggapan bahwa anak – anak Indonesia mudah sakit, kurang kreatif dan lambat menerima suatu perubahan yang baru. Walaupun biasanya kondisi tersebut di daerah – daerah yang memang kurang kesadaran Sumber Daya Manusia dan tidak terlalu memperhatikan konsumsi akan gizi dan nutrisinya dari makanannya, karena keterbatasan biaya dll.
 
 
Saat ini saja, konsumsi protein hewani Indonesia masih tertinggal cukup jauh dari beberapa negara tetangga. Misalnya, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) konsumsi ayam di dalam negeri masih 12 – 14 kg perkapita dan telur hanya 120 – 125 butir per kapita, sementara Malaysia disaat bersamaan sudah mengonsumsi ayam sebanyak 40 kg perkapita dan telur sudah sebanyak 360 butir per kapita. Maka ada beberapa ketimpangan dalam hal SDM dengan Malaysia. Buktinya, tidak sedikit mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Malaysia, padahal beberapa tahun yang lalu sebaliknya.
 
 
Oleh karena itu, peternakan merupakan salah satu bidang yang cukup strategis dalam kecerdasan suatu bangsa dan membangun kemandirian pangan. Serta kalau dilihat dari segi bisnis dengan kondisi konsumsi sumber protein hewani masih rendah merupakan suatu peluang yang cukup besar untuk usaha yang ditekuni. 
 
 
Peran Strategis Alumni
Peternakan kurang mendapat perhatian sebagai salah satu komoditas penting dan bukan menjadi jurusan favorit di sebuah universitas atau perguruan tinggi salah satunya karena informasi yang kurang tentang prospeknya dunia peternakan. Padahal peternakan dari sisi industrinya pun cukup luas, mulai dari hulu sampai hilir. Hulunya seperti dari pembibitan, lalu bahan baku pakan, feed additive,  obat – obatan, sarana produksi seperti kandang sampai hilirnya yaitu pengolahan.
 
 
Maka itu, peran alumni sangat dibutuhkan untuk menyuarakan informasi tentang prospek dunia peternakan. Mulai dari yang paling kecil dengan memberikan semangat kepada mahasiswa – mahasiswa peternakan untuk menuntut ilmu secara optimal dan sungguh – sungguh. Lalu, mereka jangan berkecil hati sudah masuk jurusan peternakan, serta alumni dapat memberikan gambaran dan pengalamannya bahwa bekerja di industri peternakan mempunyai masa depan yang cerah. Selain itu, profesi – profesi yang berkaitan dengan bidang peternakan cukup banyak, bahkan tidak sedikit para politikus yang mempunyai latar belakang pendidikan peternakan. Juga nilai ekonomis dari suatu produk peternakan cukup tinggi. Belum angka tenaga kerja di Indonesia sebanyak 34 persen bekerja di sektor pertanian dalam arti luas, termasuk peternakan. 
 
 
Di IPB, sudah melakukan keterlibatan alumni dalam penyambutan mahasiswa baru, agar mereka yang baru lulus SMA lalu masuk perguruan tinggi akan terbuka tentang komoditas peternakan khususnya dan umumnya pertanian. Generasi mahasiswa sekarang tentu berbeda tipikalnya dan biasa disebut generasi millenial. 
 
 
Sekarang memasuki industri 4.0 dimana semua sudah mulai berubah, terutama perkembangan teknologi. Tidak terkecuali di industri peternakan, misalnya penggunaan kandang tertutup (closed house), pengoperasian manajemen kandang melalui gadget dll. Tentunya membutuhkan SDM yang siap juga dalam hal keahliannya. Sebagai alumni harus bisa terus menjadi sumber informasi juga, karena sudah berpengalaman atau terlebih dahulu berkecimpung dalam teknologi kekinian dibandingkan mahasiswa. Baik yang kompeten di peternakan sendiri, ataupun alumni yang bekerja di luar komoditas peternakan. 
 
 
Peran alumni juga sangat berkaitan dengan peran kampus, sehingga ada sinergi diantara alumni dan pihak kampus. Misalnya dengan mengadakan kuliah, narasumbernya dari alumni yang sudah bekerja di industri peternakan atau bidang yang berkaitan dengan komoditas peternakan. Maka pihak kampus pun harus siap dengan era industrialisasi 4.0 ini, karena sekarang sumber informasi sudah mudah didapat dan cepat beredar. Bisa jadi, ketika dosen masuk kelas mahasiswa akan lebih mengetahui dulu informasi terkini terhadap suatu mata kuliah. Berbeda dibanding 10 – 15 tahun lalu yang informasi lebih banyak didapat dari perpustakaan.
 
 
Wadah perkumpulan alumni di setiap daerah pun menjadi krusial juga agar setiap alumni dapat bersilaturahmi dan bisa mengembangkan potensi peternakan didaerah tersebut. Seperti saat ini, Hanter (Himpunan Alumni Fakultas Peternakan) IPB University yang sudah melantik 12 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) di seluruh Indonesia. Walaupun, sebenarnya sudah tersebar di seluruh provinsi di tanah air. Jadi sekali lagi, bahwa peran alumni dalam mengembangkan industrim peternakan cukup strategis.
 
 
 
*Mahasiswa Doktor Sekolah Manajemen Bisnis IPB University
Ketua Himpunan Alumni Fakultas Peternakan (Hanter) IPB University
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain