Sabtu, 15 Pebruari 2020

Akselerasikan Program Prioritas Pertanian

Akselerasikan Program Prioritas Pertanian

Foto: ist/dok.DitjenPKH


Surabaya (TROBOSLIVESTOCK.COM). Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dan pemerintah provinsi Jawa Timur bersinergi mengakselerasi pelaksanaan program prioritas Kementerian Pertanian.


Dirjen PKH I Ketut Diarmita selaku Penanggungjawab Program/Kegiatan Kementan di provinsi Jawa Timur dalam sambutan yang dibacakan oleh Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa pada pembukaan Rapat Koordinasi Supervisi Pelaksanaan Program Pembangunan Pertanian Provinsi Jawa Timur di Surabaya, 13/2/2020.

Di depan perwakilan Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian, kepala dinas yang membidangi fungsi pertanian kab/kota se-Jawa Timur, Kepala UPT dan Direktur lingkup Ditjen PKH beserta jajarannya, Ketut menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi ini akan menjadi faktor kunci dalam mencapai keberhasilan program unggulan Kementerian Pertanian.

"Pembangunan pertanian merupakan agregasi dari seluruh stakeholder, dalam arti ada sinergisme antar para pelaku pembangunan pertanian yakni Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta," tambahnya.

Oleh karenanya, lanjut Ketut, pertemuan koordinasi supervisi tersebut merupakan langkah awal tercapainya kinerja pembangunan pertanian nasional, yang dimulai dengan adanya kepastian dan komitmen bersama agar target pembangunan pertanian dapat tercapai.

Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu sentra basis pengembangan pertanian, baik komoditas tanaman pangan (padi dan jagung), komoditas peternakan (sapi potong, sapi perah, kambing / domba, dan unggas), komoditas perkebunan (kopi, tebu, jambu mete, dan kelapa) serta komoditas hortikultura (mangga, pisang, cabe, bawang merah, dan bawang putih).

“Melalui kegiatan koordinasi ini, semua komponen di Subsektor Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Prasarana dan Sarana Pertanian, Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Pertanian, dan Ketahanan Pangan dapat terlibat dalam membangun pertanian khususnya di provinsi Jawa Timur.” terangnya.
 

Program Sikomandan
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menyampaikan bahwa khusus untuk Ditjen PKH, program utamanya adalah percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau yang diberi nama Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri).

"Melalui program Sikomandan, kita akan terus lakukan gerakan inseminasi buatan yang intensif," ucapnya. Menurut Nasrullah, pada tahun 2020, akseptor SIKOMANDAN ditargetkan sebanyak 5.862.500 ekor, dan diharapkan pada tahun 2021, jumlah populasi sapi kerbau akan mencapai 23 juta ekor.

Dalam pertemuan itu, Nasrullah juga menyampaikan apresiasinya kepada provinsi Jawa Timur untuk keberhasilannya dalam pelaksanaan inseminasi buatan (IB), selain itu Jatim merupakan provinsi yang memiliki populasi sapi tertinggi di Indonesia. “Dukungan dan kontribusi provinsi Jawa Timur untuk subsektor peternakan memang luar biasa,” pujinya.

Lebih lanjut, Nasrullah menyampaikan bahwa untuk memantau perkembangan data populasi ternak dalam negeri serta kemampuan terlusur, pada tahun 2020 ini sedang dirintis penggunaan “microchip” pada ternak, yang akan dimulai digunakan pada sentra-sentra peternakan. ist/ed/ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain