Minggu, 1 Maret 2020

Upaya Menggenjot Populasi Doka Banten

Upaya Menggenjot Populasi Doka Banten

Foto: ramdan


Program klasterisasi pembiakkan diharapkan dapat meningkatkan populasi ternak domba dan kambing di Banten
 
 
Tidak kurang sebanyak 100 orang peternak domba dan kambing (doka) yang berasal dari wilayah provinsi Banten berkumpul di Villa Ternak Cikerai, Kota Cilegon, Banten. Mereka begitu antusias untuk mengikuti kegiatan sosialisasi program klasterisasi pembiakkan untuk restocking nasional domba kambing tanah air yang merupakan inisiasi dari HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia) (11/2). Materi dalam sosialisasi tersebut diantaranya pemberian kualitas pakan, pengembangan usaha dan klasterisasi pembiakkan.
 
 
Ilham Mustofa Ketua HPDKI Banten menuturkan kepada TROBOS Livestock, ada pekerjaan rumah yang cukup berat dihadapi peternak domba dan kambing di wilayah Banten yaitu jumlah populasi ternak dan jumlah peternaknya. Maka itu, HPDKI akan fokus menyelesaikan di dua permasalahan tersebut. Ia mencoba memaparkan, jumlah populasi ternak domba dan kambing di daerah ujung barat pulau Jawa ini masih sedikit, bila dibandingkan provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. “Kondisi tersebut, diakibatkan bibit domba masih sedikit, bisnis domba dan kambing masih dilihat sebelah mata oleh generasi millenial di Banten karena dinilai belum menjanjikan. Sehingga, jika dilihat ketahanan pangannya kurang,” jelasnya pemilik Jawara Farm ini.
 
 
Lanjutnya, hanya menjelang momen Idul Adha populasi ternak domba dan kambingnya meningkat cukup signifikan. Kebutuhan kurban domba dan kambing di wilayah Banten kurang lebih sebanyak 16.000 ekor per tahun. Tetapi, hampir 80 persennya disuplai dari luar daerah Banten. “Banyak pedagang domba dan kambing yang berasal dari luar daerah mensuplai kebutuhan kurban masyarakat Banten,” tegas Ilham.
 
 
Oleh itu,  menurut Ilham program klasterisasi pembiakkan domba garut dengan cross dorper diharapkan dapat meningkatkan populasi ternak domba dan kambing di Banten. Selain adanya pelatihan – pelatihan dan pendampingan bisnis yang dilakukan anggota HPDKI Banten. Kapasitas kandang anggota HPDKI Banten yang terdiri dari 8 Kabupaten/Kota berjumlah 11.000 ekor, namun baru terisi hanya 3.000 ekor saja. “Kita sedang menargetkan kandang kosong untuk jumlah 8.000 ekor diisi indukan, sehingga dalam dua tahun populasinya akan bertambah cukup besar. Maka konsep klasterisasi pembiakkan ini bertujuan untuk mengaktifkan kandang – kandang kosong di peternak,” terangnya.
 
 
Restocking Nasional
Asep Barli, Direktur PT Agro Investama (perusahaan peternakan yang ditunjuk HPDKI untuk melakukan sharing program klasteriasasi pembiakkan kepada wilayah lain) dalam kesempatan yang sama memaparkan sistem dan peran pelaksana dalam klaster pembiakan yang terdiri dari off taker, perbankan dan peternak mitra. Pertama, untuk peran off taker diantaranya melakukan assessment kelayakan sarana dan prasarana,menyedikan program pelatihan untuk peternak, melakukan pendampingan, pembinaan dan kontrol secara berkala. 
 
 
Kedua, peran perbankan adalah mengadakan perjanjian kerjasama dengan off taker dan debitur peternak, penyedia fasilitas pembiayaan bagi peternak yang telah direkomendasikan off taker, dan verifikator calon penerima fasilitas pembiayaan. Terakhir, peran peternak mitra penerima manfaat program yaitu melakukan perjanjian kerjasama program kepada off taker, melakukan perjanjian kerjasama program kepada perbankan, melaksanakan program budidaya sesuai dengan SOP yang telah diberikan off taker, menjaga pejantan F1 dan dilarang mengawinkannya kepada betina yang tidak teregister oleh offtaker dan tidak dikuasi oleh peternak mitra. “Dilarang menjual hasil produksi kepada pihak lain danengembalikan seluruh fasilitas program jika terjadi pelanggaran ketentuan yang telah disepakati,” tukasnya.
 
 
Untuk ternaknya, Asep menjelaskan menggunakan domba persilangan F1 ( jantan dorper x betina garut). “Rencana wilayah pengembangan klaster pembiakan sebanyak 22 ribu ekor indukan dengan meliputi wilayah persebaran yaitu Jabar, Jatim, Jateng, Yogyakarta, Banten, Sumatera Utara, Kep. Riau, Lampung dan Sumatera Barat,” ujarnya.
 
 
 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 246/Maret 2020

 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain