Jumat, 1 Mei 2020

Terobosan Pasokan Protein Hewani

Terobosan Pasokan Protein Hewani

Foto: dok. ditjen pkh
Kerjasama Kementan dengan mitra perunggasan dan perusahaan e-commerce serta perusahaan transportasi online demi kemudahan distribusi pangan

Penyedia transportasi berbasis daring selama wabah Covid-19 diandalkan sebagai sarana untuk mendistribusikan pangan protein hewani kepada masyarakat 
 
 
Menjelang HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional), yakni Ramadan dan Idul Fitri atau Lebaran 2020, pemerintah menjamin ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat, seperti telur dan daging ayam serta daging sapi dalam kondisi yang aman. Pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus melakukan evaluasi dalam menyediakan kebutuhan daging ayam dan telur saat ini Indonesia tengah dilanda virus corona atau Covid-19.
 
 
Komitmen pemerintah dalam menyediakan dan mendistribusikan pangan protein hewani kepada masyarakat diimplementasikan dalam suatu bentuk kerjasama dengan perusahaan transportasi berbasis dalam jaringan (online/daring), yakni PT Grab Teknologi Indonesia, 6 mitra perusahaan penyedia protein pangan hewani, dan 3 perusahaan start up berbasis e-commerce pada Selasa (14/4).  
 
 
Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan penyediaan pangan produk peternakan, para peternak masih dihadapkan pada permasalahan rantai distribusi. “Terlebih lagi, dengan adanya kebijakan social distancing saat ini. Konsumen pasti akan lebih memilih melakukan kegiatan belanja dari rumah,” katanya.  
 
 
Sebelumnya, Kementerian Pertanian pun telah melakukan peluncuran Pasar Mitra Tani Bekasi pada (11/4). Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah distribusi pangan bagi masyarakat terutama di masa pandemi ini. “Pasar tani atau toko tani yang tadinya hanya ada di beberapa daerah, saat ini telah diperluas. Saya berharap jalur distribusi pangan tidak ada yang ditutup. Sehingga, kami bisa dengan leluasa melakukan pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia,” ujar Syahrul saat memberikan arahan. 
 
 
Kerjasama dengan perusahaan transportasi daring juga dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Menggandeng PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau GO-JEK, Kemendag akan memastikan bahwa kebutuhan pangan pokok, terutama daging sapi bisa sampai kepada masyarakat di tengah masa sulit seperti ini. “Penandatanganan yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan skema perjanjian kerja sama business to business antara GO-JEK dengan Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) ini diharapkan dapat membantu mempercepat alur transportasi dan distribusi. Dengan begitu, dapat membantu keterjangkauan masyarakat dan kita bisa efektif menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini,” jelas Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto. 
 
 
Dalam skema kerjasama yang dilakukan oleh GO-JEK dan Aspidi, harga penjualan daging sapi oleh anggota Aspidi akan tetap mengedepankan keterjangkauan, sesuai dengan apa yang telah diatur di Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 7 Tahun 2020. Apalagi berdasarkan ketetapan Peraturan Presiden 71 Tahun 2015, daging sapi merupakan barang kebutuhan pokok masyarakat yang berperan sebagai sumber protein tinggi. 
 
 
Data Kementerian Perdagangan, stok daging sapi sebanyak 36.000 ton. Angka tersebut sudah termasuk stok yang ada di anggota Aspidi, yakni sebesar 3.800 ton. Sementara itu, stok daging sapi beku yang ada di Perum Bulog sebanyak 110 ton. Pemerintah telah menambah pasokan daging sapi impor melalui penugasan BUMN dan swasta, guna menghadapi wabah Covid-19, bulan puasa dan Idul Fitri 2020. 
 
 
Neraca Surplus
Kondisi neraca ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur yang dalam kondisi surplus sedikit banyak memangkas kekhawatiran masyarakat akan langkanya kebutuhan pangan pokok di tengah pandemi. “Daging lokal kita siap dan bisa dimanfaatkan, tentunya sambil menunggu daging dari luar negeri (impor) tiba di tanah air,” kilah Syahrul. 
 
 
Tetapi kendala yang saat ini dihadapi Kementerian Pertanian adalah kesiapan dalam menjalin kerjasama dengan mitra yang ada. Apabila tidak segera dilakukan, maka Covid-19 lambat laun akan melesukan bahkan menggerus roda ekonomi di bidang pertanian. 
 
 
 
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 248/Mei 2020
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain