Sabtu, 16 Mei 2020

Pandemi dan Dukungan Perbankan Terhadap Peternakan

Pandemi dan Dukungan Perbankan Terhadap Peternakan

Foto: ilustrasi/dok.istimewa


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) yang menekan industri peternakan menuntut penyesuaian terkait restrukturisasi kredit dan pengajuan kredit baru dari bank.

 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan, Juan Permata Adoe menyampaikan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia turun drastis, dari triwulan akhir 2019 sebesar 4,9 % menjadi 2,97 %.

 

Kontribusi sektor pertanian yaitu 0,02 %, adalah yang paling rendah dibandingkan dengan industri lain, seperti pertambangan, pengolahan, konstruksi dan lain-lain. Kemudian kontribusi pertanian di dalam PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) masih pulau Jawa yang paling besar pengaruhnya yaitu 59 %. Sehingga bukanlah hal yang mudah, dan ini memberikan gambaran bahwa dampak Covid-19 sangat besar terhadap sektor pertanian,” urai Juan pada diskusi Zoom, bertema Peran Perbankan & Lembaga Keuangan untuk Pembiayaan Sektor Peternakan di Masa Pandemi’ pada Kamis (14/5).

 

Pada diskusi yang digelar Yayasan CBC  Indonesia dan Indonesia Livestock Alliance (YCI-ILA) berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Partnership Indonesia Sustainable Agriculture (PISAgro) Juan menegaskan telah terjadi disrupsi besar-besaran pada sektor pertanian dan peternakan.

 

“Peternakan tidak bisa lagi dijalankan dengan model yang lama, kita harus masuk kepada model yang baru. Bisnis model baru memang butuh investasi, sehingga pemerintah harus membuat keputusan dan harus merubah peraturan-peraturan. Sebab, ribuan toko tutup dan bisnis merugi salah satunya karena peraturan pemerintah,” tandas dia.

 

Menurutnya, dengan adanya peraturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diberlakukan dalam waktu hampir 1,5 bulan dan akan diperpanjang jika belum ada kemajuan, akan berdampak pada pelaku peternakan dan akan terjadi perubahan-perubahan di dalamnya. Perbankan pun akan mengikuti tren, seperti kebutuhan konsumen di rumah untuk menunggu produk. Kebutuhan konsumen pun meningkat, karena berada di rumah tidak melakukan aktivitas di luar.

 

Pemerintah Beri Kelonggaran

Kepala Bidang Perbankan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Eni Widyanti memaparkan pada 27 April 2020 rapat terbatas (ratas) kabinet menghasikan kebijakan stimulus untuk pembiayaan kepada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di tengah pandemi Covid-19.

 

Stimulus pembiayaan tersebut meliputi program-program yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), Mekaar dan lain-lain.

 

“Dalam situasi pandemi seperti ini, pertama dilakukan adalah penyelamatan, kedua baru melihat mana bisnis yang masih berjalan. Bisnis tersebut diberi stimulus dengan kredit. Kredit baru ini tetap berjalan, tetapi yang utama adalah penyelamatan,” jelas Eni.

 

Eni menekankan bahwa UMKM, diantaranya adalah peternak, yang telah mendapat KUR diusahakan supaya bisa bertahan di situasi ini. Eni berharap usaha tersebut bisa tetap berjalan. Namun, jika tidak bisa berjalan, setidaknya peternak bisa tetap bertahan dan tidak langsung bangkrut.

 

Menurutnya, pada awal April Kemenko Perekonomian telah mengeluarkan kebijakan bahwa pelaku UMKM dibebaskan dari angsuran bunga. “Angsuran bunga KUR dibebaskan selama 6 bulan, kemudian angsuran pokoknya pun ditunda selama 6 bulan. Namun jika membutukan restrukturisasi, diperkenankan juga selama 6 bulan,” terangnya.

 

Eni pun menjelaskan, kebijakan khusus selama pandemi ini yaitu penyaluran kredit perbankan diberikan dilakukan melalui sistem daring menggunakan aplikasi. Dengan begitu, tatap muka dengan petugas bank dapat diminimalisir. Persyaratan dokumen seperti agunan dapat diberikan menyusul sampai kedaruratan kesehatan dan bencana nasional yang sudah ditetapkan oleh pemerintah ini dinyatakan selesai. bella

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain