Jumat, 22 Mei 2020

Bantuan Pakan Pelet Hijauan untuk Kusir Andong

Bantuan Pakan Pelet Hijauan untuk Kusir Andong

Foto: dok.ntr


Yogyakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Lumpuhnya sektor pariwisata di Yogyakarta mengakibatkan berhentinya kegiatan ekonomi pendukungnya, seperti andong wisata di area Malioboro. Kusir andong yang tinggal di kawasan perkotaan dan pinggiran kehilangan pemasukan kesulitan membeli pakan untuk kuda-kudanya sehingga harus mencari rumput sendiri hingga jauh ke pedesaan.

 

Dekan Fakultas Peternakan Prof Ali Agus menyampaikan, sebagai bentuk kepedulian terhadap eksistensi kuda andong ini, Fakultas Peternakan UGM memberikan bantuan pelet hijauan pakan berkualitas tinggi, hasil penelitian teknologi pakan ternak. Bantuan ini diberikan secara simbolis kepada Harsono – Sekretaris Jenderal Paguyuban Kusir Andong DI Yogyakarta di kompleks Kandang Kuda Fapet UGM pada Kamis (21/5).

 

“Saat covid-19 melanda, mereka mengalami kesulitan memberi pakan kuda. Pada situasi normal para kusir andong ini meski tinggal di perkotaan, tidak kesulitan untuk mendapatkan pakan karena ada yang menyetor pakan dan uang untuk membeli juga ada. Saat pandemi covid-19, penyetor pakan tidak ada, uang untuk membeli juga tidak ada,” dia mengungkapkan.

 

Menurut Ali Agus, persoalan kemudian menjadi kompleks karena kusir dokar (andong) tidak memiliki pendapatan, sementara harus tetap memberi makan keluarga dan juga kudanya. Kusir andong tidak mungkin menjual kuda miliknya, karena kuda menjadi mitra kerja. Pada kondisi normal menjadi partner untuk menyambung kehidupan dari hiruk-pikuknya para wisatawan yang berkunjung di Yogyakarta.

 

Aksi peduli ini diharapkannya dapat menolong kedaruratan bagi keluarga komunitas kusir andong Yogyakarta melalui pemenuhan pakan ternak kuda. Kepedulian ini adalah mandat perguruan tinggi melalui tri dharma-nya untuk menghasilkan terobosan riset yang produknya bermanfaaat bagi kemanusiaan

 

Harsono menyatakan bantuan pelet hijauan ini cukup membantu untuk sebagian anggota paguyuban. “Anggota kami ada 385 orang, dan masing-masing memiliki 2-3 ekor kuda. Sehingga populasi kuda paguyuban lebih dari 1.000 ekor,” ujar dia.

 

Selama masa pandemi Covid-19 dia dan kawan-kawan harus mencari rumput ke pelosok pedesaan, sehingga mengurangi waktu untuk pekerjaan sementara pengganti selama tidak bisa menjalankan andong. “Rata-rata kami dapat uang Rp 150 ribu perhari, pada kondisi normal. Untuk membayar pakan Rp 50 ribu. Sejak ada wabah samasekali tidak mendapat pemasukan dari andong,” ungkapnya.

 

Pelet Hijauan

Salah satu alternatif solusi bagi darurat pakan ternak kuda pada komunitas andong Yogyakarta adalah penerapan teknologi tepat guna (TTG) pelet hijauan pakan. Fapet UGM mendapatkan 3 unit pembiayaan riset dengan skema TTG tahun 2020. Salah satunya adalah aplikasi pelet hijauan pakan pada ternak kuda komunitas andong Yogyakarta yang di kordinatori oleh Bambang Suwignyo.

 

“Pakan yang diberikan sebanyak 20 drum, berisi 16 kg pakan pelet hijauan. Setiap tong setara dengan 48 kg hijauan segar,” jelas dia.

 

Bambang menjelaskan hijauan pakan ternak memiliki keunggulan diantaranya adalah bentuk pelet, sudah berupa campuran bahan pakan lengkap terdiri dari 70% hijauan berkualitas tinggi dan 30% konsentrat. Bentuk pelet ini akan memperkecil peluang ternak memilih, sehingga memperkecil peluang sisa pakan, pakan yang disediakan pun akan dimakan keseluruhannya oleh ternak. Bentuk pelet kering juga memudahkan manajemen penyimpanan, pengemasan maupun mobilisasi (tidak volumenous). Pelet ini pun awet, dapat disimpan lama dibanding dengan hijauan segar,

 

Pelet hijauan ini merupakan campuran berbagai macam rumput liar atau rumput lapangan yang di dalam dunia pertanian dikenal sebagai jenis gulma. Ada banyak gulma bernutrisi tinggi, kadar protein kasar antara 20%-29%. Pelet hijauan pakan yang diberikan kepada komunitas andong Yogyakarta ini memiliki kandungan protein kasar 15% dan serat kasar 20%, sedikit di atas kebutuhan ternak kuda yang membutuhkan protein pakan 14%. ist/ed/ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain