Rabu, 1 Juli 2020

Pemerintah Pastikan Hewan Kurban ASUH Bagi Masyarakat

Pemerintah Pastikan Hewan Kurban ASUH Bagi Masyarakat

Foto: ist/dok.DitjenPKH


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah meningkatkan pengawasan teknis kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner untuk memastikan agar penyembelihan hewan kurban pada  Idul Adha 1441 H (2020 M), memenuhi kaidah aman, sehat utuh dan halal (ASUH).

 

I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian menyatakan hal itu pada Program Bertani on Cloud Vol.22 dengan Topik Pelatihan Juru Sembelih Halal (30/06).

 

Menurutnya dalam proses penyembelihan hewan kurban harus memenuhi dua aspek sekaligus, yakni aspek kehalalan dan aspek kesejahteraan hewan (Kesrawan). Kedua aspek tersebut sejalan dengan persyaratan prinsip dasar penyembelihan sehingga peran juru sembelih menjadi sangat penting dalam memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban agar memenuhi persyaratan syariat Islam.

 

Untuk itu, Kementan telah melakukan serangkaian upaya mulai dari penyediaan regulasi, sosialisasi, pembinaan dan juga akan terlibat dalam pemeriksaan serta pengawasan daging dan hewan kurban.

 

Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha)

Ketut menambahkan berbagai pelatihan dan sosialisasi tentang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban kepada masyarakat ini sangat penting untuk dilakukan secara massif dalam mengedukasi masyarakat. Terlebih bagi panitia kurban terkait penanganan hewan kurban, penyembelihan halal, dan penanganan daging kurban yang higienis baik melalui berbagai media secara langsung maupun tidak langsung.

 

Ia menambahkan terlebih dengan adanya Pandemi Covid-19 saat dimana dilakukan pembatasan sosial (social distancing), pelatihan dan sosialisasi memanfaatkan beraneka ragam aplikasi dan sarana multimedia sehingga informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

 

Di Indonesia panduan tentang penyembelihan yang halal mengacu pada tiga regulasi utama, yaitu Halal Assurance System (HAS) 23103, Guideline of Halal Assurance System Criteria on Slaughterhouses.  Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 196 /2014 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Golongan Pokok Jasa Penunjang Peternakan Bidang Penyembelihan Hewan Halal. Standar Nasional Indonesia (SNI) 99002:2016 tentang Pemotongan Halal pada Unggas.

 

Direktur Kesehatan Masayarakat Veteriner, Syamsul Ma’arif menjelaskan titik kritis yang dapat menyebabkan daging menjadi tidak halal adalah cara penyembelihan hewan yang tidak sesuai dengan syariah agama Islam.  

 

“Proses penyembelihan harus cepat, sekali ayun dan memotong 3 saluran yaitu: hulqum, mar’i dan wadjadain atau saluran nafas (trachea), saluran makan (esofagus) dan  pembuluh darah kiri dan kanan yang ada dibagian leher (arteri carotis comunis),” papar dia.

 

Selain itu, Syamsul juga menambahkan persyaratan prinsip dasar penyembelihan harus dilakukan yakni penanganan ternak yang baik, penggunaan pisau yang tajam, teknik penyembelihan yang cepat dan tepat, satu kali penyembelihan sehingga tidak menginduksi kesakitan yang berlebihan, pengeluaran darah yang tuntas, serta kematian yang sempurna.

 

“Kecakapan Juru sembelih dapat berpengaruh terhadap kualitas daging dan kehalalan daging kurban” tegas Syamsul.

 

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementerian Pertanian, menyampaikan program Bertani on Cloud yang merupakan program hasil pengembangan pelatihan e-learning yang dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) untuk memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan, baik teori maupun praktek untuk SDM Pertanian khususnya pelatihan Juleha yang berkualitas dan profesional. ist/ed/ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain