Senin, 6 Juli 2020

Standarisasi Keselamatan Kerja di Pusvetma

Standarisasi Keselamatan Kerja di Pusvetma

Foto: ist/dok.DitjenPKH


Surabaya (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengoptimalkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan internal pegawai selama pandemi Covid-19 ini. Karena dalam menjalankan tugasnya, pegawai Pusvetma selalu berhubungan dengan bahan-bahan kimia dan biologis yang dapat menimbulkan bahaya jika terkontaminasi.

 

Begitu juga dengan peralatan dan mesin untuk produksi serta pengujian yang memiliki risiko bahaya apabila pengoperasiannya tidak sesuai. Keadaan ini diperparah dengan sudah tuanya bangunan kantor dan laboratorium serta jaringan listrik yang menyebabkan kondisi tidak aman (unsafe condition).

 

Kepala Pusvetma Agung Suganda mejelaskan, sejatinya persiapan fasilitas untuk mendukung K3 ini sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2018. Contohnya seperti penyediaan fasilitas klinik pegawai, penguatan fasilitas biosafety, APAR di semua lokasi kritis, peta evakuasi dan titik kumpul.

 

Penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanganan K3 juga terus dilakukan dengan membentuk tim K3 yang diikutkan dalam beberapa pelatihan baik internal maupun eksternal. Penyiapan fasilitas dan SDM ini merupakan bentuk tanggung jawab dari manajamen untuk selalu menyediakan lingkungan kerja yang aman bagi para pegawai.

 

Mengacu ISO 450001

Agar implementasi K3 di Pusvetma berjalan dengan baik dan benar sesuai peta risiko dan pengendaliannya, maka pada akhir tahun 2018 dimulai penyusunan Panduan K3 yang mengacu kepada ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3).

 

Setelah semua dokumen telah tersedia, kemudian Pusvetma mengajukan sertifikasi ISO 45001:2018 kepada Lembaga Sertifikasi, Garuda Sertifikasi Indonesia, yang merupakan salah satu lembaga sertifikasi K3 yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN)

 

"Audit eksternal dilakukan pada bulan Mei 2020. Meski masih ada temuan ketidaksesuaian pada saat audit, Pusvetma terus berkomitmen untuk melakukan tindakan perbaikan sehingga penerapan SMK3 di Pusvetma sesuai dengan standar yang telah ditetapkan," papar Agung.

 

Akhirnya pada tanggal 30 September 2019, Garuda Sertifikasi Indonesia menerbitkan Sertifikat ISO 45001:2018 dengan nomor G.06-ID0113-IX-2019 sebagai bentuk pengakuan bahwa Pusvetma telah menerapkan SMK3 dengan baik sesuai standar. Sertifikat tersebut berlaku sampai dengan tanggal 29 September 2022 dan akan dilakukan audit surveilans setiap tahun sekali.

 

Sekadar informasi, Pusvetma saat ini merupakan satu-satunya UPT dibawah Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan yang telah memiliki sertifikat ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). Dengan mengimplementasikan sistem ini, maka Pusvetma dapat menerapkan kondisi yang aman di lingkungan Pusvetma.

 

"Jika ada kondisi yang tidak diharapkan, para pegawai juga telah memiliki pengetahuan untuk melakukan pengendalian awal dan evakuasi dini dalam rangka penyelamatan," tambah Agung.

 

Sementara itu, untuk menjamin agar implementasi SMK3 ini tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, maka secara rutin dilakukan pelaksanaan audit internal. Audit Internal dilakukan oleh auditor internal yang dipilih dari masing-masing bagian dan melakukan audit di bagian yang berbeda.

 

Pada tahun 2020, audit Internal dilakukan pada tanggal 1 sampai 3 Juli 2020. Audit internal ini menghasilkan rekomendasi tindakan perbaikan apabila ada ketidaksesuaian antara standar dengan kondisi di lapangan.

 

"Hasil audit internal ini juga akan dijadikan sebagai bahan tinjauan manajemen dalam implementasi SMK3 di Pusvetma," jelas Agung.

 

Pada pembukaan Audit Internal ISO 45001:2018 hari Rabu 01 Juli 2020, Agung Suganda, Kapusvetma menekankan kembali pentingnya penerapan ISO 45001:2018.

 

“Adanya potensi bahaya yang sangat besar dapat terjadi dilingkungan Pusvetma karena banyaknya bahan-bahan kimiawi, bakteri, virus yang dapat menular kepada manusia maupun hewan seperti virus rabies, anthrax ” ujar Agung

 

Pusvetma sendiri adalah merupakan unit pelaksana teknis (UPT) bidang kesehatan hewan dibawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan. Pusvetma berdiri pada tanggal 12 September 1952 atau hampir 68 tahun yang lalu.

 

Dirjen PKH I Ketut Diarmita berpesan kepada peserta Audit Internal K3 Pusvetma, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, penerapan SMK3 juga bisa membantu untuk mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan Pusvetma. Maka menurutnya audit internal ini juga perlu melihat Panduan SMK3 yang telah dimiliki apakah sudah mengakomodir kejadian wabah penyakit seperti pandemi Covid-19 lengkap dengan upaya-upaya pencegahannya. ist/ed/ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain