Senin, 6 Juli 2020

Menghadapi Badai Disrupsi, Siapkan SDM Perunggasan !

Menghadapi Badai Disrupsi, Siapkan SDM Perunggasan !

Foto: ist/ilustrasi/dok.AliAgus


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Sumberdaya manusia (SDM) adalah penentu nasib industri perunggasan menghadapi badai disrupsi di era VUCA yang menghantam siapapun jika tak siap berubah.

 

Perunggasan adalah industri yang padat modal, padat teknologi, dinamis, hanya bisa dijalankan oleh SDM yang menguasai teknologi tinggi, mampu membangun akses pendanaan / modal investasi, menguasai sistem input, supply chain, sistem pasar, dan promosi. Era industri 4.0 memaksa pula SDM perunggasan untuk mengelola perunggasan dengan menggunakan internet of things, big data, integrasi dan konvergensi.

 

Hal itu dibahas dalam Indonesia Livestock Club (ILC) Edisi03 bertema Menggagas SDM Unggul Perunggasan pada 4 Juli 2020 lalu melalui aplikasi Zoom. ILC diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI) dengan bekerjasama dengan Indonesia Livestock Alliance (ILA), Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI) dan sebuah media perunggasan.

 

Hadir sebagai narasumber, Sekjen FPPTPI Prof Ir Suyadi IPU, Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Ir Ali Agus IPU Asean.Eng, dan Business Unit Human Capital (BUHC) Head for Poultry Business PT Charoen Pokphand Indonesia Syafri Afriansyah.

 

Suyadi menyoroti perspektif perunggasan yang akan mendominasi pasokan kebutuhan pangan asal ternak di Indonesia, bahkan di dunia hingga 70%. Untuk mencapainya, dibutuhkan pertumbuhan produksi yang cepat dan efisien , yang dibentuk oleh sistem produksi bibit, pakan, sistem industri / niaga dan daya dukung lingkungan.

 

Maka FPPTPI merumuskan kurikulum bagi mahasiswa perguruan tinggi peternakan tahun 2018 - 2020 yang adaptif dan kompatibel terhadap revolusi industri 4.0 melalui penguatan muatan IT pada pembelajaran dan memberikan muatan livestock engineering. Selain itu memasuki era entrepreneurship dan system industry, maka kurikulum diintegrasikan dengan pembentukan skill profesional.

 

Work Based Academy

Prof Ali Agus menjelaskan, bersadarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2018, jumlah tenaga kerja di bidang peternakan di Indonesia mencapai 4,8 juta orang. Hanya 1% yang bergelar sarjana atau diploma.

 

Dia pun mengungkapkan keprihatinannya atas fakta indeks inovasi Indonesia sangat rendah berada di peringkat 85, hanya 1 peringkat lebih baik dibandingkan Kamboja. Keterampilan SDM juga lemah dilihat dari minim tenaga ahli. Sebanyak 113 juta pekerja di Indonesia termasuk kategori non ahli. “Bagaimana SDM bidang peternakan,” tanya Ali retoris.

 

Senada dengan Suryadi, menurut Ali Agus paradigma Kampus Merdeka yang dibangun FPPTPI menjadi sarana bagi perguruan tinggi peternakan untuk menghasilkan SDM yang adaptif dan memiliki keterampilan unggulan, sehingga menghasilkan inovasi berkelanjutan.

 

Implementasi dari paradigma itu salahsatunya melalui work based academy atau kuliah berbasis kerja industri, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pemahaman business process industri perunggasan, mengasah complex problem solving, dan meningkatkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

 

Ali Agus menguraikan, WBA dilakukan melalui 2 segmen yaitu in class training dan magang industri selama 3-6 bulan. Selama di kelas, mahasiswa WBA diberikan Pembekalan teori oleh dosen dan praktisi industri perunggasan.

 

Selama periode magang, mahasiswa diberi keterampilan lapangan meliputi kemampuan teknis budidaya, pengoperasian perangkat keras dan softskills berupa manajement closed-house broiler.

 

Selain itu mahasiswa dibimbing pula untuk membangun profesionalisme melalui people management, kerja tim / coordinating with others, emotional intelligence, sistem penilaian, manajemen pengambilan keputusan, orientasi pelayanan (service orientation), negosiasi, dan fleksibilitas kognitif.

 

VUCA World

Syafri Afriansyah menegaskan perlunya SDM perunggasan untuk bergegas, membuat loncatan melampaui kecepatan disrupsi era industri 4.0 yang dipercepat dengan pandemi Covid-19. Dia menggambarkan VUCA world, yang bermakna volatility - dinamika sangat tinggi, uncertainty atau penuh ketidakpastian, complexity atau kerumitan, dan ambiguity atau informasi yang tidak lengkap dan kontradiktif.

 

Mengutip pendiri World Economic Forum Klaus Schwab, Syafri menegaskan, big match dunia kali ini bukan lagi ikan besar memakan ikan kecil. Namun ikan yang cepat memakan ikan yang lebih lambat. Maka, lanjut dia, kualitas dan kecakapan kelompok SDM yang menjalankan proses bisnis dengan menguasai teknologi / engineering perangkat keras, market, dan yang paling efisienlah yang akan bertahan dan berkembang.

 

Penguasaan akan people - proses dan teknologi, dijelaskannya, akan melahirkan model-model bisnis baru yang akan mempercepat dinamika perubahan perunggasan. Konsekuensinya adalah, akan ada bidang-bidang usaha yang menjadi potensial losers dan potensial winners. Agrikultur, termasuk peternakan-perunggasan dan e-commerce menduduki peringkat potensial winners tertinggi, yakni 12,7% dan 10,4%.

 

SDM industri perunggasan harus memahami karakteristik umum lingkungan kerjanya, yang juga turut berubah dan sangat mungkin akan mengalami disrupsi pula. Diantaranya adalah, industri perunggasan segmen budidaya berlokasi di desa – bahkan di daerah terpencil, berhubungan dengan mahluk hidup sehingga harus dijaga selama 24 jam. Termasuk penjagaan atas keamanan biologik-nya dengan biosekuriti tinggi agar terjaga dari gangguan penyakit hewan dan konsekuensi lanjutannya.

 

Menurut Syafri, budidaya unggas harus efisien, ditandai dengan biaya produksi rendah, produktivitas tinggi dan kualitas produk yang tinggi pula. Maka peternakan unggas menggunakan teknologi closed house yang lebih efisien dan produktif. Kandang jenis ini memungkinkan otomatisasi sistem kontrol manajemen budidaya, bahkan hanya selangkah dari digitalisasi. Secara umum, digitalisasi dipahami sebagai utilisasi internet of things, analisis big data dan artificial intelligence. ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain