Selasa, 28 Juli 2020

Meningkatkan Kualitas Hijauan Pakan

Meningkatkan Kualitas Hijauan Pakan

Foto: ist/dok.zoom-HITPI


Bogor (TROBOSLIVESTOCK.COM). Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) gelar seminar nasional ke-10 dengan mengangkat judul ‘Peningkatan Kapasitas Hijauan Pakan untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis Peternakan Selama Masa Pandemi Covid-19 dan Era New Normal’ pada Senin (27/7) yang diikuti oleh lebih dari 230 partisipan.

 

Pada konferensi persnya, Ketua Umum HITPI, Luki Abdullah mengungkapkan jika dilihat geliat hijauan pakan ternak (HPT) saat ini dari perspektif bisnis, pengembangan riset maupun ketersediaan dana riset, menunjukkan bahwa HITPI cukup berpengaruh dan berkontribusi dalam menciptakan HPT berkualitas di Indonesi.

 

“HPT bahkan menjadi salah satu buffer stok pakan di Indonesia, yang dilaporkan cukup signifikan membantu kelangsungan usaha peternakan. Oleh itu, HITPI berharap ke depannya peternak dapat terus menggenjot produktivitas hijauan pakannya,” harapnya.

 

Bank Pakan untuk Peternak

Direktur Pakan Ditjen PKH Kementan, Makmun Junaiddin dalam konferensi pers menyatakan bahwa Direktorat Pakan merupakan direktorat termuda di Ditjen PKH Kementan. Sementara pakan merupakan hal yang pokok di dalam produksi ternak. Data hasil survey dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang peternakan, menunjukkan bahwa pakan berperan lebih dari 50 % dalam produktivitas ternak. Artinya peran pakan ini sangat-sangat penting, sehingga hal tersebut menjadi perhatian utama  dari Direkorat Pakan.

 

Berbicara tentang ternak ruminansia, tentu banyak HPT di dalamnya. Kami telah menyelenggarakan beberapa kegiatan sebelumnya, seperti Gerbang Patas yaitu program gerakan menanam tanaman. Kemudian ada pula pengolahan HPT, seperti silase walaupun belum masif,” ungkap pria yang baru saja dilantik pada Juni lalu ini.

 

Ke depannya, Makmun telah menciptakan program bank pakan yaitu dengan menjadikan pakan sebagai komoditi usaha bagi para peternak. Tujuannya di samping memenuhi kebutuhan pakan bagi ternak-ternak mereka, peternak pun dapat memiliki pemasukan harian. Makmun mengklaim, jika menunggu ternak untuk berproduksi akan memakan waktu cukup lama, tetapi jika pakan bisa dijual setiap hari.

 

“Tidak ada ternak yang tidak makan setiap hari, maka ini yang ingin kami gaungkan secara masif yaitu dengan melakukan gerakan menanam HPT sehingga area-area yang terbengkalai tidak kosong. Jangan menunggu program pemerintah sekian hektar baru ditanami HPT, sebab pemerintah tidak akan mampu memfasilitasi seluruh lapisan peternak. Namun, bagaimana masing-masih diri kita bergerak bersama menyediakan pakan secara swadaya,” imbaunya.

 

Makmun pun menjelaskan output dari program bank pakan tersebut adalah peternak bisa mendapatkan keuntungan dari menjual pakan. Menurutnya, banyak dari peternak yang memiliki lahan atau para petani yang khusus memproduksi HPT. Pun banyak dari para peternak yang membutuhkan pakan untuk ternaknya, tetapi terkendala pada lahan. Tentu saja, keluaran jangka lamanya adalah peran pakan di dalam swasembada protein hewani.

 

“Yang menjadi target kami adalah swasembada benih bibit HPT berkualitas, sehingga para peternak dan petani betul-betul menanam HPT bernilai gizi sangat baik. Swasembada protein hewani tidak akan mungkin terwujud tanpa swasembada pakan terlebih dahulu. Mungkin itu yang menjadi kata kunci, bahwa pakan harus tersedia dengan cukup dengan kualitas sangat baik,” pungkas Makmun. ed/bella 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain