Kamis, 6 Agustus 2020

Nasrullah Nakhoda Baru Ditjen PKH

Nasrullah Nakhoda Baru Ditjen PKH

Foto: ramdan


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Menteri Pertanian, ‎Syahrul Yasin Limpo‎ melantik Nasrullah sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) pada (6/8). Nasrullah menggantikan I Ketut Diarmita yang telah menjabat sebagai Dirjen PKH selama 46 bulan.
 
 
Dalam acara ini turut pula dilantik Agus Susanto sebagai Kapuslitbangnak (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan) menggantikan Atien Priyanti Sudarjo Putri. Juga Maidaswar sebagai Kepala BBPMSOH (Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan) menggantikan Sri Mukartini. 
 
 
Menurut Syahrul, pergantian jabatan adalah hal yang biasa dan sebagai pejabat dalam menjalankan amanah negara bukan untuk berleha-leha. “Sebagai pejabat harus fokus dan tidak main-main, tulus ikhlas, mampu mengukur kinerja, dan tahu langkah-langkah untuk mencapai target akhir,” tegasnya.
 
 
Ia menambahkan, sebagai pejabat harus mampu mengambil keputusan yang cepat, mampu membagi tugas secara adil, memperhatikan prosedur dan kesejahteraan anak buah, serta tidak boleh korupsi. “Penting menjaga kekompakan, mempertajam arah, dan mengambil keputusan cepat apalagi kalau dalam kondisi darurat karena masalah pertanian adalah masalah pangan,” pesannya. 
 
 
Syahrul pun ingin melihat bidang peternakan tumbuh dengan baik. “Kita harus mampu memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mengerjar target pertanian yang pertumbuhannya saat ini 16,46 %. Saya berharap peternakan tumbuh semakin baik,” ujarnya.
 
 
Sedangkan Agus mengatakan, riset dan pengembangan sangat penting yang menentukan kemajuan sebuah peradaban. Penggunaan teknologi yang paling aktual harus dilakukan supaya tidak ketinggalan dan perkembangan teknologi 4.0 bisa dimanfaatkan untuk pembangunan peternakan. “Ini amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negara,” katanya.
 
 
Sementara itu, Maidaswar menyatakan, BPMSOH sebagi institusi pengujian dan sertifikasi obat hewan akan menjamin mutu obat hewan yang beredar di tanah air produksi dalam negeri yang harus didukung sehingga menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Juga obat hewan dari luar negeri yang harus diamankan dan dijamin mutunya agar benar-benar mendukung produksi pangan asal ternak dan aman bagi hewan dan manusia. “Kami akan mendorong ekspor komoditas obat hewan ke luar negeri dengan melakukan kerjasama internasional. Juga produksi obat hewan di dalam negeri harus didorong agar produksi pangan di dalam negeri semakin meningkat,” ucapnya. TROBOS/yopi

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain