Selasa, 1 September 2020

Integrator Diharapkan Menjual Panen Broiler Secara Bergiliran

Integrator Diharapkan Menjual Panen Broiler Secara Bergiliran

Foto: idt/dok.AgristreamTV


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah menetapkan salah satu upaya jangka pendek untuk mengendalikan pasokan dan harga livebird broiler dengan cara menjaga penjualan di antara perusahaan melalui mekanisme on off (bergiliran) yang dimulai sejak Senin (31/8) sampai Kamis (17/9).

 

Pengurangan produksi DOC melalui cutting telur tetas (hatching egg, HE) juga diperluas, pengurangan jumlah setting HE dan afkir dini parent stock (PS) akan diperluas ke luar Pulau Jawa.

 

"Berdasarkan data SHR periode mingguan, secara langsung akan diketahui potensi surplus livebird 8 minggu kedepan. Kami juga telah melakukan mitigasi risiko melalui cutting telur HE dan pengurangan jumlah setting telur HE," ujar Nasrullah, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

Surat Edaran

Ketetapan itu diatur pada Surat Edaran (SE) Dirjen PKH No. 09246T/SE/PK/230./F/08/2020 Tentang Pengurangan DOC FS Melalui Cutting HE Umur 18 Hari, Penyesuaian Setting HE dan Afkir Dini PS Tahun 2020.

 

"Seluruh perusahaan pembibit juga berkomitmen mematuhi pelaksanaan SE Dirjen PKH ini," ujar Nasrullah.

 

Selain itu, diatur juga pengendalian supply melalui cutting HE umur 18 hari dan pengurangan jumlah setting HE di mesin setter akan mengurangi supply DOC FS bulan September-Oktober 2020. Sementara dampak afkir dini PS secara bertahap akan mengurangi supply DOC FS mulai bulan November sampai Desember 2020.

 

"Di dalam SE tersebut juga disebutkan kewajiban penyerapan livebird dari internal dan eksternal perusahaan pembibit berdasarkan market share," jelas Nasrullah.

 

Lebih lanjut, Nasrullah menerangkan, implikasi diterbitkannya SE Dirjen PKH ini diharapkan secara langsung berdampak pada peningkatan pemotongan livebird di RPHU dan sekaligus penyimpanan di cold storage. Sehingga nantinya bisa mengurangi supply livebird di pasar becek dan secara bertahap membaiknya harga livebird di tingkat peternak.

 

"SE ini juga mewajibkan penyerapan livebird sekaligus diikuti pemotongan di RPHU dan penyimpanan di cold storage," ucapnya.

 

Ia menegaskan, penyerapan livebird juga akan terus dimaksimalkan terutama sumber DOC FS yang berasal dari perusahaan terintegrasi. Selain itu, akan di memaksimalkan penyerapan livebird yang sumber DOC berasal dari perusahaan non integrasi.

 

"Livebird yang berasal dari DOC FS perusahaan PS yang tidak memiliki RPHU dan feedmill (non breeding) juga akan ikut berpartisipasi sepenuhnya melakukan penyerapan LB dari pelanggan poduk pakannya," jelas Nasrullah.

 

Pengurangan DOC FS ini diyakini akan mengoreksi keseimbangan supply terhadap demand, sehingga secara bertahap harga livebird akan bergerak di atas HPP peternak dan mencapai harga acuan Permendag No. 7/2020.

 

Pemerintah juga berkomitmen mendesak kepada perusahaan pembibit agar tetap menjaga harga terjangkau sesuai harga acuan Permendag. Selain itu pembibit beserta feedmill harus menjamin supply juga menjaga kualitas pakan dan DOC FS.

 

"Sebetulnya kan aturan harga itu tupoksinya Kemendag. Kami di Kementan hanya terkait produksi saja," tegas Nasrullah.

 

Afkir Dini PS

Direktur Perbibitaan dan Produksi Ternak, Sugiono, menyampaikan pada perkembangan pelaksanaan afkir PS per tanggal 31 Agustus 2020 (periode 26 Agustus - 13 September 2020) masih terdapat beberapa perusahaan yang belum melaksanakan afkir dini PS.

 

Adapun perkembangan realisasi afkir betina sebanyak 102.863 ekor atau 2,54% dari target 4.056.646 ekor. Sedangkan realisasi afkir jantan sebanyak 18.688 ekor atau 5,41% dari target 344.814 ekor. Berdasarkan data inj diperkirakan mampu berkontribusi untuk mengurangi produksi DOC FS sebesar 1.270.358.

 

Sementara itu, para pengusaha mengaku sejauh ini Ditjen PKH Kementan sudah melakukan langkah-langkah yang strategis untuk menjaga stabilitas harga livebird di tingkat peternak.

 

"Kalau terkait harga itu merupakan kewenangan Kemendag, sesuai dengan Permendag no 07/2020. Tapi saya kira Ditjen PKH sudah melakukan langkah yang strategis seperti afkir parent stock dan cutting hatching egg," ujar Musbar, presiden Forum Peternak Layer Nusantara (PLN)

 

Dewan Pembina Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan), Tri Hardiyanto menilai seharusnya para peternak memberikan waktu dan kesempatan untuk Mentan periode saat ini dalam menjalanoan kebijakannya. Mengingat Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) belum menjabat selama satu tahun setelah dilantik.

 

Sedangkan Pimpinan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, Singgih juga berpendapat Kementah sudah cukup memperhatikan peternak rakyat. "Intinya kami di Pinsar mendukung kinerja Mentan SYL. Kami harap pemerintah dalam hal ini mentan dan dirjen dapat lebih tegas lagi dalam menindak para perusahaan yang nakal," tuturnya. ist/ed/ntr

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain