Selasa, 1 September 2020

Kasri: Ayam Lokal Sebagai Plasma Nutfah Terintegrasi

Kasri: Ayam Lokal Sebagai Plasma Nutfah Terintegrasi

Foto: dok. pribadi
Kasri

Selain negara maritim Indonesia juga merupakan negara agraris karena sebagian besar mata pencaharian penduduk Indonesia petani, bercocok tanam dan peternak. Namun, pekerjaan peternakan hanya dijadikan sebagai pekerjaan sampingan. Pengembangan subsektor peternakan merupakan suatu solusi rekonstruksi dalam pemulihan perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.
 
 
Pengembangan subsektor peternakan di Indonesia sebagai upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Salah satu potensi peternakan yang memiliki andil besar dalam pemenuhan protein hewani masyarakat yaitu industri perunggasan. Sampai saat ini protein hewani berasal dari perunggasan sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut FAO pada 2015 Indonesia sudah mampu swasembada protein hewani dari daging unggas dan telur.
 
 
Salah satu protein hewani yang dapat difasilitasi ketersediaannya yaitu melalu budidaya ayam lokal. Budidaya ayam lokal saat ini belum dikembangkan secara optimal dan belum mendapat dukungan penuh pengembangan berskala industri oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Ayam lokal memiliki tingkat penyerapan permintaan yang cukup tinggi dikalangan masyarakat. Bahkan setiap tahun permintaannya selalu meningkat seiring meningkatnya penghasilan dan kesadaran penduduk akan pentingnya mengonsumsi protein hewani. 
 
 
Budidaya ayam lokal di indonesia belum dikembangkan secara komersial dan hanya dijadikan sebagai ternak hias atau pekerjaan sampingan oleh peternak mandiri atau masyarakat umumnya. Untuk konsumsi daging ayam, Indonesia baru 12 kg per kapita, Malaysia (32) dan Brunei (40).
 
 
Potensi Ayam Lokal
Ayam lokal dikenal sebagai plasma nutfah dan ikon negara Indonesia yang patut dipertahankan keaslian dan kemurniannya. Pada dasarnya, negera maju dapat berkembang pesat karena negara tersebut memperdayaakan potensi lokal yang ada di negaranya serta tetap mempertahankan keaslian walaupun tersentuh teknologi. Justru dari itu Indonesia harus mengaabil peluang besar ini dalam mengembangkan industri perunggasan khususnya pengembangan budidaya ayam lokal.
 
 
Usaha ayam lokal berpotensi besar meningkatkan perekonomian masyarakat serta dapat menjadi pengungkit dalam memperbaharui kesejahterakan masyarakat serta sebagai ladang usaha baru yang lebih menjanjikan. Menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam acara Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 pada 2019 mengharapkan bahwa setiap pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan usaha perunggasan khususnya ayam lokal di desa masing-masing serta mengembangkan usaha ayam lokal terintegrasi yang dapat menjadi pijakan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat serta menciptakan lapangan kerja. 
 
 
Keunggulan dari ayam lokal yaitu bisa beradaptasi disegala kondisi serta memiliki daging dan telur yang organik yang kandungan nutrisinya lebih baik dari broiler (ayam pedaging). Ayam lokal pun memiliki beberapa kelebihan dan potensi, salah satunya memiliki daya tahan tubuh dan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan sehingga penggunaan obat atau bahan kimia relatif lebih sedikit. 
 
 
Tidak hanya itu telur ayam lokal lebih alami atau organik dibandingkan telur ayam ras, rasanya lebih gurih dan baunya tidak terlalu amis dibanding telur ayam ras serta kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Jadi tak heran kalau masyarakat mengkonsumsi telur ayam lokal dalam kondisi mentah sebagai pelengkap minum jamu, susu atau madu karena memiliki nutrisi yang sangat bagus sehingga harga jual telur ayam lokal cukup baik.
 
 
Usaha ternak ayam lokal, sebagian besar dilakukan secara sangat sederhana, sebagai hobi dan kegiatan sambilan. Peternak ayam lokal umumnya masih belum tersentuh teknologi dan belum menggunakan bibit unggul karena tidak memiliki pencatatan perkawinan dalam menciptakan bibit yang unggul. Padahal jika ditinjau dari pelanggan dan segmen pasar ayam lokal sangat luas dan terus tumbuh. Lalu untuk keahlian budidaya relatif dapat dipelajari dan cocok sebagai mata pencaharian bagi masyarakat Indonesia sebagai upaya memperbaiki peningkatan perekonomian masyarakat atau peternak mandiri. Usaha ayam lokal juga memiliki peluang besar dari sisi ketersediaan lahan dan bahan pakan, serta fasilitasi program percepatan pembangunan dari pemerintah. 
 
 
Pengembangan ayam lokal di Indonesia memerlukan sinergi stakeholder, baik antara pemerintah, swasta, masyarakat madani (LSM, perguruan tinggi, tokoh adat, dan sebagainya). Kerangka dialog dan kerjasama antar pemangku kepentingan perlu dilakukan dengan melibatkan institusi/lembaga yang teridentifikasi seperti melakukan kajian riset dalam menciptakan bibit unggul dari ayam lokal atau menciptakan teknologi penunjang dalam proses manajemen pemeliharaan ayam lokal. 
 
 
Tidak hanya itu kerjasama antara pemerintah daerah dengan institusi dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan tiada lain meningkatkan pengetahuan mengenai manajemen pemeliharaan ayam lokal. Tidak sampai disitu melainkan para cendekiawan lulusan peternakan punya tanggungjawab besar dalam memperdayakan masyarakat setempat serta mengedukasi pengembangan ayam lokal yang terintegrasi serta menjadikan masyarakat madani dan menjadikan negara Indonesia negara adidaya.
 
 
 
*Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan 
Universitas Hasanuddin Makassar
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain