Selasa, 1 September 2020

Vaksinasi Hasilkan Induk Sehat & DOC Kuat

Vaksinasi Hasilkan Induk Sehat & DOC Kuat

Foto: 
Medivac ND G7-IB V Emulsion dipilih karena mengandung virus yang homolog dengan isolat lokal

Pencegahan penyakit melalui program vaksinasi tepat dan biosekuriti ketat adalah langkah utama menghasilkan DOC berkualitas
 
 
PT Berau Unggas Sejahtera (BUS) merupakan satu-satunya breeding farm dan hatchery broiler (ayam pedaging) yang berlokasi di Berau, Kalimantan Timur. PT. BUS mulai beroperasi sejak 2017 dan terus berkembang. Saat ini PT. BUS memiliki banyak kandang dengan kapasitas puluhan ribu ekor ayam pembibit dan hatchery yang mampu menampung dan menetaskan ratusan ribu telur aktif. 
 
 
Manajer Kesehatan Hewan, PT. BUS, drh. Chrisna Harinto menjelaskan, saat ini populasi DOC (ayam umur sehari) yang dihasilkan PT. BUS disalurkan kepada para peternak kemitraan dan kandang internal yang menjangkau wilayah Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara. “PT. BUS merupakan satu-satunya perusahaan breeding farm dan hatchery yang berperan sebagai penyalur DOC untuk peternak mitra di wilayah Berau. Sejauh ini, peternak sangat puas dengan kualitas DOC dari PT.BUS,” klaim pria yang akrab disapa Chrisna ini. 
 
 
Fokus Pencegahan Penyakit 
Pengalaman selama 30 tahun di industri perunggasan membuat lulusan alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini percaya, DOC yang berkualitas dihasilkan dari indukan yang sehat. Jadi pencegahan penyakit sangat penting terutama di breeding farm. Chrisna menjelaskan, hingga saat ini memang belum pernah terjadi outbreak pe¬nyakit di farm PT. BUS. “Tapi kami tidak boleh lengah, fokus utama kami adalah mencegah ayam dari penyakit dengan mengutamakan vaksinasi dan biosekuriti,” urainya. 
 
 
Vaksinasi ND-IB menggunakan Medivac ND G7-IB Variant Emulsion merupakan bagian dari program vaksinasi yang dijalankan PT. BUS. Menurut Chrisna, penggunaan vaksin ini merupakan hasil diskusi dengan tim lapang Medion yang sering memberikan informasi terkait produk vaksin dan juga menjawab kebutuhan farm akan vaksin yang sesuai. “Kami mulai menggunakan vaksin ini sejak awal, karena memang prinsip kehati-hatian yang diterapkan terkait pencegahan penyakit,” jelasnya. 
 
 
Chrisna menjelaskan program vaksinasi selama 1 periode pemeliharaan sampai afkir yaitu 65 minggu. Pemberian Medivac ND G7-IB Variant Emulsion diberikan mulai umur ayam 3 minggu, 7 minggu, 12 minggu, 16 minggu dan 20 minggu. “Tujuan utamanya tentu mencegah penyakit ND dan IB, tetapi penting juga untuk memastikan efektivitas vaksin. Semakin efektif, maka kekebalan induk semakin bagus sehingga dapat meng¬hasilkan DOC yang berkualitas pula. Hal ini bisa dibuktikan dengan kepuasan peternak akan DOC kami, ” klaimnya. 
 
 
Dia juga menyampaikan, pihaknya memilih Medivac ND G7-IB Variant Emulsion karena virusnya yang homolog dengan isolat lapang dan tentunya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh farm. “Saya yakin, vaksin yang homolog dengan isolat lapang seperti ini yang paling efektif,” klaimnya. 
 
 
Selain vaksinasi, pihaknya juga melakukan biosekuriti dengan disinfeksi pekerja, kendaraan, peralatan, kandang, dan air serta rutin melakukan tes serologi untuk mengetahui tingkat kekebalan ayam setiap 2 bulan sekali. Chrisna berharap produk Medion semakin berkembang dengan kualitas yang semakin meningkat serta pelayanan dari tim support Medion yang sangat sigap di lapangan bisa dipertahankan. TROBOS/Adv
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain