Jumat, 25 September 2020

Efektifkah Kebijakan Pemangkasan Produksi Broiler ?

Efektifkah Kebijakan Pemangkasan Produksi Broiler ?

Foto: ist/dok.ZOOM-Pataka


Jakarta (TROBOSLIVESTOCK.COM). Pemerintah kembali memangkas produksi broiler melalui pengurangan setting telur tetas untuk stabilisasi supply dan harga livebird (ayam hidup) di tingkat peternak.

 

Upaya itu  dituangkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (SE Dirjen PKH) Nomor 09246/SE/PK.230/F/08/2020 Tentang Pengurangan DOC (day old chick, anak ayam umur sehari) Final Stock Ayam Ras Melalui Cutting HE, Penyesuaian Setting HE dan Afkir Dini Parent Stock Tahun 2020 dan Nomor 9663SE/PK.230/F/09/2020 Tentang Pengurangan DOC Final Stock Bulan September 2020.

 

Diutarakan Sugiono, Direktur Perbibitan Ditjen PKH bahwa SHR (Setting Hatching Record) kumulatif di Agustus menunjukkan jumlah setting HE 288.498.160 butir, diestimasikan menghasilkan DOC (ayam umur sehari) final stock pada September 2020 sebanyak 225.086.264 ekor. Produksi DOC FS September diperhitungkan menghasilkan livebird pada Oktober sebanyak 211.581.089 ekor atau setara daging ayam 248.185 ton.

 

Data kebutuhan ayam ras telah diproyeksikan oleh BPS, proyeksi kebutuhan LB pada Oktober sebanyak 137.659.846 ekor atau setara daging ayam sebanyak 161.475 ton. “Potensi surplus LB pada Oktober sebanyak 73.921.242 ekor atau surplus setara daging ayam sebanyak 86.710 ton (persentase surplus 53,7% dari kebutuhan),” ungkapnya saat seminar online Pataka yang bertajuk “Efektivitas Kebiajakan Pengendalian Pengendalian Supply Demand Livebird” di Jakarta pada (24/9).

 

Dirjen PKH Nasrullah menambahkan, efektivitas SE Dirjen PKH harus dilihat dahulu perspektifnya. Jika dahulu tidak efektif apa dasarnya dan indikatornya  apa, tergantung persepektif masing – masing.

 

“Untuk sekarang bahwa target dari SE adalah efektivitas. Ada tahapan – tahapan untuk mengefektivkan yaitu salah satunya adanya pengawasan dari institusi terkait dan cross monitoring. Pada saatnya nanti hasil akan kami rekapitulasi berdasarkan target - target dan tahapan serta penjadwalan yang setelah disepakati. Walaupun, kita tetap memperhatikan  sesuatu yang diluar perkiraan,” paparnya.

 

Irjen Pol Daniel T Monang Silitonga Kepala Satgas Pangan pada  kesempatan yang sama menyebutkan Satuan Tugas Pangan memastikan akan mendukung dan mengawal kebijakan pemerintah, khususnya dalam pengawasan Surat Edaran Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mengenai stabilisasi harga ayam hidup.

 

Hanya Satgas Pangan tidak akan gegabah dalam melakukan tindakan, tetapi sesuai dengan regulasi yang ada. Setiap tindakan hukum jangan berdampak dengan yang lain, terutama keberlanjutan industri. “Kami setuju kebijakan pengaturan itu untuk lebih baik dan mencapai tujuannya bersama. Kita siap laksanakan dan dukung. Memang dalam kondisi sekarang harus diatur tidak ada yang terlalu tinggi atau rendah,” ujarnya.

 

Direktur Pusat Kajian Pertanian dan Advokasi (Pataka) Yeka Hendra Fatika mencoba menyimpulkan bahwa ketidakefektifan kebijakan pengurangan pasokan oleh Kementan disebabkan oleh masih lemahnya pengawasan oleh pemerintah dan instansi terkait. Sehingga diperlukan penyusunan mekanisme optimalisasi pengawasan pengurangan pasokan livebird. Lalu, apapun yang sudah menjadi keputusan pemerintah, semua pelaku usaha wajib mentaatinya tanpa terkecuali.

 

Bagi pelaku usaha yang blm mencapai target realisasi pengurangan pasokan sesuai SE Dirjen PKH Nomor 18029/PK.230/F/09/2020 Tentang Pengurangan DOC FS Ayam Ras Pedaging Nasional yang terbit pada 18 September 2020, Satgas Pangan Mabes POLRI akan melakukan upaya jemput bola dalam mengawal SE tersebut.

 

“Selanjutnya, publik mendorong pemerintah untuk melakukan transparansi atas setiap perkembangan atau berita acara yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam menjalankan pengurangan pasokan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Selain itu, diperlukan afirmative action melibatkan semua   pelaku usaha dr hulu hingga hilir untuk menolong peternak mandiri,” terangnya. ed/ramdan

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain